Fahrani Harapkan Masyarakat Pengaron dan Sungai Pinang Produktif Kembangkan Kunyit dan Jahe

Fahrani anggota DPRD Kalsel dari Fraksi PDI P

Banjarmasin, mediaprospek.com—Indonesia dulu yang dikenal dengan kekayaan rempah-repah nusantara membuat bangsa Belanda datang ke Indonesia.  Saat ini rempah-rempah ini menjadi zaman keemasan di tengah tingkat tingginya keperluan obat-obatan tradisional penangkal Covid-19, terutama kunyit dan jahe.

Kabupaten Banjar memiliki potensi itu, di dua Kecamatan yaitu Pengaron dan Sungai Pinang di kawasan pegunungan Meratusnya. “Kita berharap, artinya masyarakat ini produktif di tingkat desanya masing-masing, sehingga ekonomi masyarakat bisa meningkat,” kata Fahrani kepada Prospek usai rapat paripurna DPRD Kalsel, Rabu, (4/11/2020), siang.

“Bayangkan dengan bermodal Rp. 3,5 juta dengan membeli bibit jahe sekitar 100 kg mampu untuk ditanam 1 (satu) hektar. Dalam 5 (lima) bulan kemudian mampu dipanen menjadi 1 ton dengan nilai omzet pendapatan Rp. 35 juta.  Sedangkan harga di pasaran sekarang jahe merah itu sekitar Rp. 45 ribu/Kg. Berarti pendapatan mereka Rp. 30 juta sampai Rp. 35 juta,” ujar Fahrani dari Fraksi PDI P ini.

“Permasalahannya adalah kita masih kekurangan stok bahan jahe dan kunyit untuk memenuhi pangsa pasar import terutama untuk bahan-bahan jamu, seperti Sido Muncul, kemudian pabrik-pabrik jamu di Pulau Jawa,” kata Fahrani.

Sedangkan untuk Bibit jahe itu sendiri didatangkan dari petani juga. Jadi ketika panen misalnya 100 Kg, menurut Fahrani, harus disisakan sekitar 10-20 kg. Dan Jahe ini bisa untuk segala musim, tapi paling cocok, memang ketika masuk musim kemarau mereka menggali lahan dicangkul, ketika masuk musim hujan mereka betanam dan masuk musim kemarau panen.

“Upaya DPRD, tentu saja ini menjadi bagian aspirasi masyarakat yang harus disampaikan ke eksekutif agar eksekutif bisa berbuat lebih banyak. Misalnya terkait pengadaan bibit jahenya sendiri dan juga Kalsel supaya memiliki olahan jamu tersendiri yang bisa memikili nilai jualnya lebih tinggi,” tegas fahrani.

Selain itu, tentu saja infrastruktur menjadi harapan masyarakat, di mana banyak infrastruktur jalan dan jembatan Kalsel,  khususnya Kab. Banjar yang belum terhubung. “Yang terakhir yang paling banyak kita temukan adalah beberapa wilayah kita reses terutama di Kecamatan Aranio ada 5 (lima) desa yang blank spot tidak ada sinyal sama sekali. Ini masyarakat kesusahan untuk berkomunikasi. Artinya mereka punya prodak tapi tidak bisa memasarkannya,” tandas Fahrani.

“Hari ini kita dalam rangka reses tambahan sebenarnya, artinya walaupun kita di kasih 10 titik, tapi karena permintaan masyarakat, kita hari ini tetap reses,” imbuh Fahrani.

Saat reses di Tatah Makmur kemaren dimana masyarakatnya adalah masyarakat pertanian dengan bertanam padi. Tatah Makmur ini termasuk lahan pertanian gambut, sehingga potensi pertanianlah yang paling dominan di sana. “Kita berharap harga nilai gabah lebih stabil, ketersediaan pupuk bersubsidi juga mencukupi bagi masyarakat,” ucap Fahrani.

Ketika musim tanam, kendala masyarakat adalah ketersediaan pupuk bersubsidi yang sangat minim. Ketika musim panen nilai jual gabahnya juga tidak terlalu tinggi, sehingga biaya operasional dengan harga jual tidak seimbang.

Fahrani mengatakan, sebenarnya harga gabah sudah cukup bagus,  hanya saja harus dibarengi dengan ketersediaan pupuk, sehingga masyarakat tidak membeli pupuk-pupuk yang tidak bersubsidi. Kalau membeli pupuk non subsidi, maka harga gabah tadi akan tidak sesuai, artinya sangat murah, tapi kalau pupuk itu disubsidi Pemerintah maka mereka masih ada keuntungan.

“Kita berharap Pemprov Kalsel terutama Dinas Pertanian agar lebih intens dan fokus lagi meloby Pemerintah Pusat agar ketersediaan pupuk bersubsidi di Kalsel khususnya di Kab. Banjar bisa mencukupi, terutama kecamatan Gambut, Tatah Makmur dan Aluh-Aluh karena ini daerah pertanian,” ungkap Fahrani. (Ais/mzr)

 1,862 total views,  2 views today

Check Also

Puslitbang Polri Sambangi Ditlantas Polda Kalsel, Lakukan Penelitian Optimalisasi Kamseltibcarlantas TA.2021

(Foto/dok.humaspoldakalsel) Banjarmasin, mediaprospek.com–Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Polri melaksanakan penelitian “Optimalisasi Tingkat Keselamatan, Ketertiban dan …