Tahun 2021 Pemprov Kalsel akan Melakukan Kajian Terkait Rencana Pembangunan Kereta Bandara

Kepala Bappeda Prov. Kalsel Ir.  H.  Nurul Fajar Desira (Kiri) dan Plt Sekda Kalsel Roy Rizali Anwar (Kanan) (Foto/mzr)

Banjarmasin, mediaprospek.com – Guna memfasilitasi masyarakat Provinsi Kalimantan Selatan untuk menuju Bandara Internasional Syamsuddin Noor, Pemerintah bakal membuat jalur transportasi kereta Bandara. Namun mengenai rencana pembangunan kereta bandara tersebut, Pemprov Kalsel akan melakukan kajian terlebih dahulu.

Pelaksana Tugas (Plt) Sekdaprov. Kalsel, Roy Rizali Anwar didampingi Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kalimantan Selatan Ir.  H.  Nurul Fajar Desira, mengatakan,  adapun jalur yang akan dilalui oleh kereta bandara, membentang dari Kota Banjarmasin, Banjarbaru, hingga Martapura dan pihaknya sudah berupaya untuk memprioritaskan pembangunan kereta bandara. Selain melakukan kajian ampai kepada perencanaan dan pembebaan lahan, hal ini juga harus dilakukan pengusulan kepada Pemerintah Pusat.

“Jadi kita tahu kan rencana kereta itu sudah ada, cuma anggarannya total Rp. 24 Trilyun, sehingga Pemerintah Pusat sedang mencari untuk investornya. Dari total rencana jalan kereta api itu mungkin kami melihat, kita bisa mendahulukan rencana pembangunan kereta bandara,” kata Roy.

Dirinya berharap pada saat pengusulan di tahun 2021 dapat disetujui dan Pemerintah maupun dewan khususnya Komisi V DPR RI, Rifky Karsa Yudha,  yang membawahi Kementerian Perhubungan untuk juga ikut membantu membawa usulan ini ke Kementerian Perhubungan dalam  merealisasikan kereta bandara Kalsel.

” Pembangunan kereta bandara ini juga memberikan pilihan kepada masyarakat untuk menggunakan transportasi,” ucapnya, Rabu (4/11/2020), usai rapat Badan Anggaran (Banggar) Tahun 2021 bersama Pimpinan dan anggota Banggar di lantai IV ruangan Ismail Abdullah DPRD Kalsel.

“Kenapa ini perlu ? karena kita ingin dengan adanya kereta bandara nanti memberikan pilihan kepada masyarakat menuju bandara bisa naik kendaraan pribadi, naik Taxi, Bis BRT, bisa naik kereta,” ujar Roy.

Ia mengatakan keuntungan dengan kereta bandara, banyak memuat penumpang, lebih hemat biaya, jarak waktu tempuh sampai tujuan terbilang cepat, dikarenakan tidak mengalami kemacetan.

Di lain hal, ditanyakan mengenai Fee pulau lari-larian, dua bulan yang lalu telah ada rapat koordinasi dengan Pemerintah Sulawesi Barat, Majene, kemudian Pusda-Pusda yang menangani. “Kita sudah melakukan rapat koordinasi dengan agenda Percepatan Realisasi Fee 10 Persen wilayah kerja Sebuku Pulau Lari-Larian,” tandas Roy.

“Namun Ini masih dalam proses, kita berharap dan Pemprov Sulawesi Barat juga berharap ini bisa dipercepat setelahnya, mudah-mudahan realisasi Fee secepatnya kita peroleh,” imbuh Roy.  (Yud/Mzr).

 

 

 586 total views,  2 views today

Check Also

Gubernur dan Dewan Tandatangani RKA-SKPD dan RKA-SKPKD TA 2022

Rapat paripurna DPRD provinsi Kalimantan Selatan dengan agenda penandatanganan kesepakatan bersama Kepala Daerah dan DPRD …