Harga Gas Melon Meroket, Masyarakat Menjerit

Anggota Komisi II DPRD Provinsi Kalsel, Muhammad Yani Helmi (Foto/Ist)

Banjarmasin, mediaprospek.com Anggota Komisi II DPRD Provinsi Kalsel, Muhammad Yani Helmi berharap agar penerima manfaat subsidi gas elpiji 3 kg (melon) harus didata ulang agar bisa tepat sasaran dan memastikan yang menerima subsidi itu benar benar masyarakat miskin.

Saat ini kelangkaan gas bersubsidi ini sudah sangat meresahkan di Kabupaten Kotabaru saja harganya sudah menembus angka Rp 50 ribu jauh dari Harga Eceran Tertinggi (HET), tentu nilai ini sudah tidak wajar meski prakteknya pada jalur transportasi, tentu jadi pertimbangan, misalnya distribusi melalui feri penyeberangan.

” Harga Rp. 50 Ribuitu sudah tidak rasio dan jauh dari harga HET yang ditetapkan Pemerintah karena gas bersubsidi ini hanya diperuntukan orang miskin saja,” ujar Yani Helmi, Rabu (24/02)

Persoalan sulitnya gas elpiji 3 kg ini didapat harus secepatnya diatasi, karena ini terus saja terjadi berulang-ulang namun seakan tidak ada solusinya. Oleh karena itu lanjut pria yang akrab disapa Paman Yani ini pendataan ulang ini penting sebagai salah bentuk upaya menyiasati mencarikan solusinya dalam hal ini tentu saja pihak Pertamina.

“Sebelum banjir kan gas ini pernah langka juga dan dampaknya harga meroket kasian rakyat kecil,” sebutnya

Dampak lainnya adalah para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) usaha rumah tangga sangat terganggu karena mereka tidak bisa lagi bekerja menjalankan usahanya, artinya jelas orientasi pemulihan ekonomi yang digalakkan pemerintah jangan sampai terhambat hanya karena ketersediaan gas melon

“Ya kami ingin otoritas berwenang bisa mengatasi masalah ini agar ekonomi kerakyatan bisa lancar,” tukasnya (Dik/Mzr)

 884 total views,  2 views today

Check Also

Ketua DPRD Kalsel Harapkan Optimalisasi Program Pembangunan Ekonomi

Ketua DPRD Provinsi Kalsel, Dr. (HC) H. Supian HK, S.H., M.H., di layar TV dalam …