Keterbatasan Tidak Membuat Remaja Tabunganen Gentar Ikut Audisi Liga Dangdut Indonesia (LIDA) 2021

(Foto/Ist)

Banjarmasin, mediaprospek.com– Gegap gempita ajang pencarian bakat Liga Dangdut Indonesia (LIDA) 2021, sudah terasa sejak pendaftaran resmi dibuka 15 Nopember 2020 hingga awal Januari 2021. Animo peserta dari berbagai daerah pun terbilang tinggi, tidak terkecuali dengan Kalimantan Selatan. Sebagai salah satu daerah lumbung penyanyi dangdut, panitia pun membuka kran bagi talenta-talenta muda Kalsel mengikuti kompetisi tahunan ini.

Beragam peserta audisi tampak siap mengadu peruntungan untuk menjadi idola penyanyi-penyanyi dangdut Tanah Air, seperti pendahulunya Iis Dahlia, Rita Sugiarto, Lesti, Happy Asmara, Meli, Fildan, hingga Nassar dan Reza. Kendati begitu, tidak hanya didominasi para peserta pada umumnya, sejumlah peserta yang memiliki keterbatasan fisik turut ambil bagian.Salah satunya adalah Ahmad Rifai, yang sudah berbulan-bulan mempersiapkan diri mengikuti ajang pencarian bakat muda ini.

Remaja asal Desa Tabunganen Tengah, Kecamatan Tabunganen, Barito Kuala, percaya diri mengikuti kompetisi terpanas awal tahun ini. Meskipun memiliki keterbatasan dari segi penglihatan, namun tidak menyurutkan semangat sulung pasangan Thamrin dan Yatin ini untuk mengikuti audisi secara terbuka maupun online.

“ Tidak ada motivasi khusus, yang ulun inginkan adalah ikut berkompetisi dan bisa berprestasi. Insya Allah kalo memang rejeki tidak kemana, mohon doa pian-pian semua,” ujar Rifai, saat dihubungi wartawan, Selasa (05/01/2021).

Ifai panggilan Ahmad Rifai ia ingin membuktikan bahwa mereka yang memiliki keterbatasan juga mampu bersaing menjadi penyanyi profesional. Meskipun tidak punya target khusus, namun penggemar dangdut sejak belia ini optimis mampu menjalani audisi dengan baik dan bisa lolos ke babak berikutnya.

“ Insya Allah..mohon doanya mudahan lolos, bisa membuat Tabunganen dan Kalsel dikenal luas lagi,” ucap Ifai.
Ifai sendiri dikenal sebagai pekerja serabutan dan sering tampil di sejumlah acara pesta perkawinan. Suaranya yang merdu kerap berkumandang di sejumlah hajatan dan pesta perkawinan.Sejumlah penggemarnya sempat terkecoh karena mengira hanya live sing saat menyanyi di panggung.Hobbi seni sendiri mengalir dari sang ayah, Thamrin, pemain keyboard, yang kerap berkeliling kampung untuk acara organ tunggal acara resepsi perkawinan dan syukuran.

“ Pinginnya menghibur masyarakat selalu, bisa membuat orang terhibur itu sudah menjadi kebahagiaan bagi ulun,” kata remaja penggemar Rhoma Irama dan Ridho Rhoma .
Keikutsertaan Ahmad Rifai sendiri diapresiasi sejumlah wartawan hiburan di Banjarmasin. Mereka pun berharap Rifai bisa memberikan warna baru bagi audisi LIDA 2021, kendati memiliki keterbatasan.

“ Kami mengapresiasi banget peserta seperti ini, jauh-jauh dari pelosok Tabunganen, untuk mengikuti audisi. Semoga Rifai berhasil,” ujar Achmad Fauzi, wartawan Kalsel Post Grup dan SCTV.

Sementara itu Harsiwi Achmad selaku Direktur Programming SCM, mengatakan pilihan menggelar audisi LIDA 2021 secara online tidak semata karena kondisi pandemi yang hingga saat ini belum juga usai. Melainkan juga menangkap animo masyarakat di audisi tahun-tahun sebelumnya yang harus menempuh perjalanan berjam-jam dari rumah menuju lokasi audisi yang digelar di Ibukota Provinsi atau Kabupaten.

“Panjangnya waktu pendaftaran mudah-mudah akan membuat calon peserta bisa lebih matang mempersiapkan diri sampai menjelang hari audisi online”, jelas Harsiwi.

Sekedar dikeathui Audisi online LIDA 2021 dapat diikuti oleh pria maupun wanita berumur 14–25 tahun (kelahiran tahun 1996– 2007) yang memiliki bakat menyanyi lagu dangdut/ Melayu. Calon peserta dapat mendaftar melalui website: www.indosiar.com dengan mengisi formulir secara online berupa data diri, antara lain kartu identitas, foto terbaru full body dan close up.

Tiap calon peserta juga harus mengupload 2 video cover di IGTV pribadi dengan menyanyikan lagu dangdut yang sudah ditentukan baik bertempo cepat (Up Beat) maupun tempo lambat (Slow Beat). Link video yang sudah diupload ke IGTV kemudian dimasukkan pada form pendaftaran di kolom yang tersedia untuk proses penjurian. Akun instagram yang digunakan untuk mengunggah video tidak dalam kondisi private atau terkunci.

Lagu yang harus dibawakan peserta dalam video cover adalah “Gejolak Asmara” (Up Beat) dan “Tiada Tara” (Slow Beat) untuk peserta pria. Sedangkan lagu “Ditikam Asmara” (Up Beat) dan “Kulepas Dengan Ikhlas” (Slow Beat) wajib dinyanyikan peserta wanita. Seluruh lagu dinyanyikan secara full dan merupakan suara asli (tanpa mixing dan aplikasi) dan tanpa alat musik.

Nantinya pendaftar terpilih akan dihubungi langsung oleh pihak Indosiar untuk mengikuti audisi online via aplikasi zoom dan dinilai langsung oleh juri-juri dari Indosiar. (***)

 3,771 total views,  1 views today

Check Also

BPBD Kalsel Harus Punya Sistem yang Tepat Tangani Banjir

Firman Yusi (Foto/Yud/Ist) Banjarmasin, mediaprospek.com- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan (DPRD Kalsel) menyarankan …