Faktor Sosial dan Ekonomi Sebabkan Perempuan Jadi Teroris

Nampak pada gambar Pengurus FKPT Kalsel, yang sebelumnya acara dibuka dan dimoderatori oleh Ketua PWI Kalsel, Ir. Zainal Helmie, (paling kanan) (foto/Mzakir)

Banjarmasin, mediaprospek.com— Aksi terorisme yang terjadi di Indonesia saat ini dilakukan ternyata bukan karena pemahaman yang salah mengenai jihad atau soal agama saja, tetapi juga karena faktor sosial dan ekonomi dan pelakunya bisa wanita yang melibatkan anak-anak di dalamnya. Hal inilah menjadi perhatian serius dari Forum Koordinasi Penanggulangan  Terorisme  (FKPT) Kalimantan Selatan (Kalsel) dalam tugasnya mencegah terorisme di daerah.

Ketua FKPT Kalsel, Aliansyah Mahadi yang karib disapa Didit, mengatakan, beberapa kasus menjadi bukti terorisme sudah menyasar kepada kaum perempuan dan anak-anak. “ Faktor ekonomi dan sosiallah yang sering menjadi dasar mereka mau melakukan aksi terorisme. Kalau dulu memang perempuan dan anak-anak menjadi korban, tapi sekarang malah jadi pelaku,” katanya.

“Seperti kasus bom Surabaya pada Desember 2018 yang lalu, dimana melibatkan satu keluarga. Ada ibu dan anak-anaknya,” ucap Didit ini, saat acara Ngobrol Pintar Cara FKPT Kalsel di Banjarmasin, Jum’at (11/12/2020) malam.

Selain itu, Didit mengatakan, 80 persen pelaku teroris adalah anak-anak muda, mereka mengakses pemahaman jihad melalui internet dan masuk melalui media sosial.

Dikatakannya, FKPT Kalsel telah melakukan langkah-langkah pencegahan dengan melakukan koordinasi ke seluruh daerah di Kalsel, baik dengan Pemerintah Daerah, para tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, jaringan perempuan dan lainnya.

Didit menjelaskan, adapun kegiatan FKPT selama ini untuk menangkal faham radikal tersebut adalah dengan melakukan road show, dengan mendatangi ke pengajiian-pengajian majelis talim yang banyak jamaahnya. Seperti, ke majelis Ta’lim Guru Riduan Kapuh di Kandangan, dimana ternyata Guru Riduan Kapuh sangat peduli dan sepakat dan bersedia untuk menyisipkan materi anti radikalisme di dalam dakwahnya.

“Guru Riduan Kapuh disini memfilter para ustadz dan begitu juga Guru Asmuni yang dikenal dengan sebutan Guru Danau,  juga sependapat. Dimana, menurut Guru Danau, faham terorisme mengenai Jihad adalah merupakan pemahaman yang salah. Guru Danau memberikan pesan damai dan diharapkan ini dapat memberikan pemahaman tentang kebhinekaan,” kata Didit.

Sementara itu, Kabid Perempuan dan Anak FKPT Kalsel, Mariatul Asyiah menjelaskan pihaknya memiliki program perempuan sebagai agen perdamaian. Dimana perempuan dilibatkan dalam berbagai diskusi dan penguatan literasi keagamaan.

“ Menguatkan daya tangkal, salah satunya memang dengan menguatkan pondasi ekonomi dan melibatkan perempuan di dalamnya,” jelasnya kepada Wartaniaga.

Menurutnya, pemerintah perlu memperhatikan tingkat kemandirian ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, setidaknya kebutuhan standar hidupnya terpenuhi.

“ Sekali lagi pemerintah harus hadir, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak dan Dinas Sosial perlu lebih memperhatikan karena penyebaran ideologi terorisme bukan hanya soal agama tetapi juga sosial dan ekonomi,” papar akademisi UIN Antasari ini.

Mariatul mengungkapkan FKPT Kalsel khususnya Bidang Perempuan dan Anak telah melakukan langkah-langkah pencegahan yakni berkonsulidasi dengan berbagai jaringan dan organisasi perempuan.

“ Perlu sinergi bersama, baik pemerintah, organisasi kemasyarakatan dan kita semua untuk sama-sama saling mengawasi dan mencegah aksi terorisme bukan hanya di Banua kita tetapi juga di Indonesia,” tutupnya. (Dai/Mzr)

 

 1,045 total views,  1 views today

Check Also

Peduli Korban Banjir Kalsel, Periska PT.Tri Buana Mas Salurkan Paket Logistik

( Foto/Ist) Marabahan, mediaprospek.com– Banjir besar yang menimpa sejumlah kawasan di sepuluh kabupaten dan kota …