BI : Kontraksi Mulai Melandai, Ekonomi Kalsel Tahun 2021 Diprediksi Membaik

Pelatihan jurnalis ekonomi , di Hotel Golden Tulip, Kamis (19/11/2020), oleh Bank Indonesia Kalimantan Selatan (Foto/Mzakir)

Banjarmasin, mediaprospek.com— Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Prov. Kalsel Amanlison Sembirin, melalui Asisten Analis Kelompok Perumusan KEKDA Wilayah dan Provinsi Annisa Elma Nabila, pada pelatihan jurnalis ekonomi Kalimantan Selatan, di Hotel Golden Tulip, Kamis (19/11/2020), mengatakan, kontraksi ekonomi pada Q3’20 (yoy) melandai di hampir seluruh daerah, bahkan terdapat dua provinsi di Sulampua yang tumbuh positif karena ditopang kinerja industri berorientasi ekspor yakni di Sulteng, dan investasidi Malut (Maluku Utara).

Elma karib disapa, menjelaskan, pelonggaran aktivitas sosial yang sebelumnya dilakukan lebih dari  31 Pemda (4 provinsi dan 27 Kab/Kota) pada Q2’20, mendorong  perbaikan kontraksi pd Q3’20. Selain itu, kebijakan percepatan  TKDD melalui kemudahan persyaratan transfer mendukung  realisasi belanja daerah yang lebih baik sehingga turut menopang perbaikan kontraksi ekonomi daerah, terutama di Jawa.

Elma menandaskan, Di sisi eksternal, pulihnya perekonomian Tiongkok dan AS  menjadi pendorong perbaikan ekspor luar negeri (LN) produk industri di Jawa,  Sulampua dan Sumatera. Sementara tekanan ekspor  pertambangan Kalimantan masih berlanjut, demikian halnya  ekspor jasa di Balinusra. Terdapat dua provinsi yang secara yoy dapat tumbuh positif, namun  terdapat tujuh provinsi lainnya yang menurun (termasuk Bali).

Elma memaparkan, pemulihan demand dan tingkat risiko covid pada sektor utama daerah mempengaruhi proses pemulihan ekonomi di masing-masing wilayah. Di Sulampua didorong oleh kelanjutan investasi, permintaan industri baja dan tambang yang tetap solid. Di Jawa terutama ditopang perbaikan kontraksi konsumsi pasca pelonggaran sehingga mendukung perbaikan kontraksi LU Industri. Sementara LU Perdagangan membaikdi seluruh wilayah sejalan dengan aktivitas konsumsi dan exim yang mulai pulih. Perbaikan kinerja ekspor Q3’20 ditopang oleh permintaan Tiongkok dan AS, serta membaiknya permintaan dari ASEAN, dimana Pemulihan Tiongkok menopang pertumbuhan positif ekspor produk logam dasar di daerah, Pemulihan ekonomi US mendorong permintaan ekspor terutama industri Jawa.  Kontraksi ke ASEAN membaik  terutama otomotif dan komponen Jawa.

Penjualan mobil yang meningkat  terutama di Filipina dan Vietnam mendorong perbaikan ekspor  pabrikan nasional. Kenaikan penjulan juga terjadi pada  motor, terutama di Filipina, didukung  oleh program diskon dan  disahkannya ojol sebagai moda transport.

“Di Sulampua pemulihan ekonomi ditopang produk industri besi baja. Dari  sisi produksi didukung beroperasinya perusahaan baru.  Selain besi baja, dorongan juga bersumber dari  operasional produksi tembaga. Di Jawa, kenaikan ekspor ditopang tembaga olahan, serta produk industri kertas. Perbaikan permintaan  produk industri kertas dan bahan bakunya juga terjadi di  Sumatera.  Namun, kontraksi batubara Kalimantan belum menunjukkan perbaikan,” kata Elma.

“Pada peningkatan ekspor garmen ditopang  permintaan global brand. Permintaan ekspor  garmen terutama untuk kebutuhan musim  dingin. Ekspor alas kaki terutama untuk produk sepatu olahraga adidas dan nike.Terdapat eksportir baru selama tahun 2020 meski porsinya kecil,” ujar Elma.

“Selain industri Jawa, peningkatan ekspor juga didukung produk karet dan turunannya di  Sumatera, karena membaiknya aktivitas industri. Perbaikan Ekspor Daerah Terutama Didorong Oleh Pertumbuhan Positif Ekspor Ke Tiongkok Dan AS Serta Perbaikan Ekspor Ke Asean,” sebut Elma.

“Selama pandemi, transaksi ecommerce naik signifikan terutama di luar Jawa meski porsi transaksinya masih minim. Selain itu, daerah luar Jawa secara umum belum menjadi daerah pemasok.Beberapa faktor struktural terkait sosial, ekonomi dan kondisi geografis mempengaruhi tingkat digitalisasi,” tukas Elma.

Elma mengungkapkan, terbatasnya permintaan mempengaruhi capaian inflasi harga konsumen (IHK) yang rendah di seluruh daerah sebagaimana tercermin dari rendahnya inflasi inti dan berlanjutnya deflasi AP (khususnya di luar Jawa), meski inf VF mulai sedikit meningkat. Di tengah tren penurunan inflasi, disparitas inflasi kembali melebar terutama karena VF terkait permasalahan struktural yang masih menjadi tantangan kesinambungan produksi dan produktivitas pangan. Namun, berkembangnya pemanfaatan teknologi digital terakselerasi sehingga akan mendukung kesinambungan dan kelancaran pasokan pangan ke depan.

PDRB Kalimantan Selatan pada triwulan II 2020 terkontraksi lebih dalam dibandingkan triwulan sebelumnya dipengaruhi pelemahan dari sisi domestik maupun kinerja eksternal. Meski demikian, secara kuartalan, PDRB Kalsel telah menunjukkan pertumbuhan positif sebesar 3.26% (qtq), meningkat dibandingkan kuartal sebelumnya yang terkontraksi 0.04% (qtq), didorong oleh perbaikan kinerja domestik dan sektor utama.

Pada Oktober 2020, Kalimantan Selatan mengalami inflasi sebesar 0.22% (mtm), berbeda arah dengan bulan lalu yang mengalami deflasi sebesar 0.30% (mtm). Inflasi terutama bersumber dari kelompok makanan bergejolak didorong oleh kenaikan harga daging ayam ras sebagai dampak pemberlakuan kebijakan pengurangan DOC FS ayam ras pedaging. Bahan bakar rumah tangga juga mendorong inflasi akibat pengetatan distribusi gas LPG bersubsidi dan komoditas ikan gabus dipengaruhi tangkapan yang berkurang seiring curah hujan yang tinggi. Di sisi lain, pepaya mengalami deflasi akibat berlimpahnya pasokan.

Ekonomi Kalimantan Selatan tahun 2021 diperkirakan membaik dibanding tahun 2020. Peningkatan PDRB terutama didorong oleh mulai pulihnya konsumsi RT pasca pandemi COVID-19. Selain itu Konsumsi Pemerintah dan Investasi diprakirakan meningkat seiring berlanjutnya pengerjaan beberapa proyek investasi. Dari sisi produksi, sektor pertambangan dan Industri Pengolahan diprakirakan meningkat sejalan dengan outlook harga komoditas global yang membaik.

Inflasi daerah Kalimantan Selatan 2020 dan 2021 diprakirakan terkendali/stabil. Bank Indonesia tetap konsisten menjaga stabilitas harga dan memperkuat koordinasi kebijakan dengan Pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, untuk mengendalikan inflasi agar berada dalam sasarannya sebesar 3,0% ± 1% pada 2021.

Relatif stabilnya inflasi 2020-2021 diperkirakandipengaruhi beberapa faktor antaralain:  Kondisi iklim/cuaca yang lebih baik khususnya pada 2020. Produksi pangan yang relatif terjaga. Distribusi bahan makanan dan barang lainnya juga terpantau lancar meskipun sempat diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Dukungan berbagai program TPID yaitu penguatan produksi pangan, penguatan pasokan melalui kerjasama antar daerah, perluasan jaringan distribusi, pemanfaatan aplikasi pemasaran pertanian dan berbagai program TPID lainnya.  Penurunan harga minyak dunia akibat rendahnya permintaan seiring pelemahan ekonomi global.

Sektor yang berpotensi adalah sektor yang memberikan nilai tambah pada perekonomian dan memiliki risiko penyebaran COVID-19  yang rendah.

Berdasarkan matriks risiko penularan COVID-19 dan dampak ekonomi secara spasial, Kab. Banjar dan Kab. Tanah Bumbu menjadi daerah yang dapat didorong pemulihan ekonominya melalui sektor pertambangan. Pertambangan batubara dan bahan galian lainnya merupakan subsektor utama yang potensial untuk terus didorong pemulihannya sejalan dengan posisi Kab. Tanah Bumbu sebagai daerah penghasil tambang utama di Kalsel, serta Kab. Banjar yang memiliki potensi galian yang cukup baik dan bervariasi (batubara,mineral logam, intan).

Berdasarkan matriks risiko penularan COVID-19 dan dampak ekonomi secara spasial, Kab. Banjar dan Kab. Tanah Bumbu menjadi daerah yang dapat didorong pemulihan ekonominya melalui sektor pertanian. Tanaman pangan dan hortikultura merupakan subsektor utama yang potensial untuk terus didorong pemulihannya sejalan dengan ditetapkannya Kalimantan Selatan (Kab. Tanah Bumbu, Tanah Laut, dan Tabalong) sebagai penyangga pangan IKNB oleh Kementerian Pertanian.

Sementara itu, Kota Banjarmasin dan Kab. Tanah Bumbu menjadi daerah yang dapat didorong pemulihan ekonominya melalui sektor industri pengolahan. Industri minyak kelapa sawit, industri karet dan industri pengolahan kayu merupakan subsektor utama yang berpotensi mendorong pemulihan sektor industri pengolahan seiring dengan mulai membaiknya harga komoditas dunia (CPO, karet, dan kayu).

Terdapat empat kabupaten/kota yaitu Kota Banjarmasin, Kota Banjarbaru, Kab. Banjar dan Kab. Tanah Bumbu yang dapat memprioritaskan pemulihan ekonominya melalui sektor transportasi dan komunikasi, sejalan dengan pelonggaran PSBB serta penggunaan digitalisasi yang meningkat selama pandemi COVID-19.

Hasil survei BPS menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengeluaran masyarakat selama pandemi COVID-19 sebesar 56%, yang terutama didorong oleh peningkatan aktivitas belanja online sebesar 31%. Kondisi ini berpotensi mendorong kinerja sektor transportasi dan komunikasi, terutama layanan pengantaran kepada konsumen seiring pemesanan makanan atau frozen food yang semakin diminati.

Sektor transkom memiliki keterkaitan antar sektor yang cukup tinggi sehingga berpotensi didorong untuk mendukung pemulihan ekonomi. Hal ini terutama didukung oleh peningkatan transaksi digital melalui layanan e-commerce yang tercermin dari nominal, jumlah pembeli, dan jumlah penjual yang meningkat cukup siginifikan pada triwulan II 2020.

Pandemi COVID-19 berdampak pada shifting perilaku belanja konsumen melalui transaksi daring. Untuk wilayah Kalsel, seperti pada produk personal care, alat RT, dan mamin paling berpotensi untuk dikembangkan. Momentum ini dapat dimanfaatkan pelaku usaha untuk menjual barang yang sesuai minat masyarakat. Pelaku usaha yang bergerak dibidang tersebut cukup potensial untuk mendapat pembiayaan.

Narasumber pada pelatihan jurnalis ekonomi Kalimantan Selatan : 1. Ketua Dewan Pers – Prof. Dr. Ir. Mohammad Nuh, DEA, 2. Analis Fungsi Pelaksanaan Pengembangan UMKM, KI & Syariah – Aryo Wibowo T.P. 3. Asisten Analis Kelompok Perumusan KEKDA Wilayah & Provinsi – Annisa Elma Nabila, 4. Kasir Unit Pengelolaan Uang Rupiah (PUR) -, Fahruddin A.S & Rizki Rahmatullah.  (Ais/Mzakir)

 

 

 

 

 943 total views,  4 views today

Check Also

Wakil Rakyat Himbau Masyarakat Sukseskan Pilkada Serentak

(Ist) Banjarmasin, mediaprospek.com – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan mengimbau kepada masyarakat …