Dorong Kinerja BPR Kalsel, Komisi II Pelajari BPR Sleman

(Foto/Jali/Humas DPRD Kalsel)

Sleman, mediaprospek.com—Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Selatan sangat mendorong keberadaan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di Provinsi Kalimantan Selatan untuk menjadi Bank yang dekat dengan masyarakat. Tentunya harus ada pengelolaan dan manajemen yang baik agar tidak hanya menjadi bank daerah yang mengharapkan suntikan dana dari penyertaan modal Pemerintah Daerah. Namun harus terus didorong kinerjanya agar mampu berperan dalam penggerak roda perekonomian masyarakat di daerah.

Oleh karena itu Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Selatan melakukan kegiatan kunjungan kerja (Kunker) ke PT. BPR Bank Sleman, Prov. Yogyakarta, dalam rangka studi komparasi terkait dengan optimalisasi peran dan kinerja Bank Perkreditan Rakyat di Provinsi Kalimantan Selatan.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, PT. Bank BPR Sleman memiliki kinerja yang sangat membanggakan selaku Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dalam membangun perekonomian daerah. Yakni memiliki peran sentral baik sebagai perusahaan yang berkontribusi dalam penyetoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Sleman.  PT. Bank BPR Sleman juga dinilai sangat berperan dalam meningkatkan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) agar sektor mikro bisa naik kelas menjadi pengusaha menengah dan bisa memiliki daya saing di tingkat lokal maupun pasar global.

Adapun dari data yang didapatkan bahwa PT. Bank BPR Sleman ditetapkan sebagai BPR terbaik se Indonesia dengan kategori BPR ber aset Rp. 500 juta hingga Rp. 1 triliun pada Anugerah BPR Indonesia 2018. Pada tahun 2019 PT. Bank BPR Sleman juga memperoleh penghargaan Top BUMD of The Year (Best of The best).

Pasalnya Dana Pihak Ketiga yang dikelola PT. Bank BPR Sleman mencapai lebih dari Rp. 264 miliar, tak hanya itu, sebagai Bank Perkreditan Rakyat PT. Bank BPR Sleman juga menyalurkan kredit lebih dari Rp. 581 miliar dan juga memperoleh laba bersih lebih dari Rp. 22 miliar pada tahun 2018.

“Berdasarkan hal itulah Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Selatan menilai banyak hal yang perlu dipelajari dari PT. Bank BPR Sleman untuk pengembangan BPR-BPR yang ada di Provinsi Kalimantan Selatan,” kata Ketua Komisi II Imam Suprastowo di hadapan Dirut dan Jajaran BPR Sleman, Jumat (13/11/2020).

Direktur Utama PT. Bank BPR Sleman Muhammad Sigit dalam dalam paparannya, menjelaskan, beberapa hal tentang perkembangan kegiatan PT. Bank BPR Sleman diantaranya, sejarah berdirinya PT. Bank BPR Sleman yakni, didirikan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Sleman, berdasarkan Perda Nomor 3 tanggal 19 Mei 1962 tentang Pendirian Bank Pasar, Sejak tahun 1970 Bank Pasar memulai aktivitasnya dengan  memberi kredit kepada pedagang- pedagang pasar.

Mendapat Surat Keterangan Ijin Usaha Bank  Pasar  dari Menteri Keuangan Republik Indonesia,  Nomor,  S-387/MK.11/1981, tanggal  28 November 1981.

Tgl 12 Maret 2008 diresmikan oleh Bupati Sleman melakukan perubahan nama Bank Pasar Sleman menjadi  BANK SLEMAN dan perubahan logo.

Tanggal 1 Januari 2020 Perubahan badan hukum PD BPR Bank Sleman menjadi PT. BPR Bank Sleman  (Perseroda).

“Kinerja keuangan PT. BPR Bank Sleman sampai dengan bulan September 2020, total Aset Rp.861.417.762. 000,-, total kredit yang diberikan  Rp.653.515.731.000,-, DPK  Rp.578.371.166.000,-, Jumlah Nasabah,  62.214 nsb, Modal Dasar ,  Rp.230.000.000.000,-, Modal disetor, Rp.185.854.271.000,-, Laba sebelum pajak, Rp.14.892.724.000,-, ROA, 2,57%, LDR Netto,  77,08 %, NPLs,  1,39 % dan CAR, 41,06%,” terang Muhammad Sigit.

“Modal dasar dari PT. BPR Bank Sleman yaitu pertama kali sebesar Rp. 50 Miliar, selanjutnya ada penambahan menjadi Rp.110 Miliar dan terakhir ada penambahan kembali menjadi Rp. 230 Miliar dengan formulasi pembagian laba sebagai berikut,  Deviden sebesar 55 %, Cadangan Umum 10 %, Cadangan Tujuan 10 %, Dana Kesejahteraan 10 %, Jasa Produksi 10 %,  CSR 3 % dan  Tantiem 4 %, “ jelas Muhammad Sigit.

Menjawab beberapa pertanyaan dari anggota Komisi II,  Muhammad Sigit, mengatakan, BPR Bank Sleman mendapat dukungan yang sangat besar dari Pemerintah Kabupaten Sleman beserta DPRD dalam kebijakan-kebijakannya terhadap kemajuan dari BPR Sleman, seperti halnya penempatan Tunjangan Penambahan Penghasilan (TPP)  para ASN maupun gaji para guru di Kabupaten Sleman.

“Saat ini BPR Sleman berada di Buku III dengan aset di atas dari Rp. 50 Miliar dan memiliki sistem keuangan yang memudahkan bagi para nasabah untuk dapat melakukan transfer kepada bank-bank umum lainnya,” kata Muhammad Sigit.

“Dalam memilih calon debitur, BPR Sleman melakukannya dengan proses yang cukup ketat, yakni dengan penilaian dari sisi karakter calon debitur itu sendiri serta dengan melakukan penulusuran-penulusuran terkait dengan riwayat pinjamannya baik dari sisi suami atupun istri dari calon debitur,” ujar Muhammad Sigit.

“Sinergitas yang dibangun BPR Sleman terhadap BUMD lainnya cukup baik, seperti halnya yang terjalin dengan PDAM. Dimana apabila PDAM memerlukan dana pinjaman untuk kegiatan usahanya, maka BPR Sleman siap untuk membantu. Begitupun sebaliknya untuk kartu pegawai elektronik dari para karyawan PDAM Sleman difasilitasi oleh BPR Sleman sekaligus berfungsi sebagai kartu ATM dan Tabungan Gaji,” ucap Muhammad Sigit.

“Terkait dengan SDM di BPR Sleman, pihak perusahaan memiliki program bantuan dana pendidikan kepada para karyawan yang melanjutkan jenjang pendidikannya baik untuk S1 maupun S2. Sedangkan terkait dengan recruitment dari para direksi yaitu dilakukan, dengan dibentuknya Panitia Seleksi (Pansel) oleh Pemerintah Kabupaten. Dan akan diprioritaskan bagi calon direksi yang berasal dari internal BPR Sleman dengan klausul yang dicantumkan pada ketentuan seleksi,” tandas Muhammad Sigit. (Jali/Ais/Mzr).

 

 961 total views,  3 views today

Check Also

Dukung Program Kampus Merdeka, STIEPAN Bekal Mahasiswa Kompetensi

(Foto/Ist) Banjarbaru, mediaprospek.com– Upaya mendukung Program Merdeka Belajar – Kampus Merdeka terus dilakukan sejumlah perguruan …