Sinergitas Sekwan dengan Media Bangun Kebersamaan Tingkatkan Kinerja Dewan

Sekretaris DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (Sekwan Prov DIY) Haryanta, S.H, (Foto/Mzakir)

 DIY, mediaprospek.com–Sinergitas kehumasan Sekretariat Dewan dengan media adalah dalam rangka membangun kebersamaan. Di dalamnya terdapat saling sharing dan silang informasi dengan harapan dapat meningkatkan kinerja Dewan, agar lebih baik lagi dan hal itu merupakan tanggung jawab bersama.

“Ini adalah suatu media kita, bagaimana membangun kebersamaan. Kita saling sharing, silang informasi, mudah-mudahan kinerja dewan dengan bapak/ibu sekalian semakin baik, saya berharap kita semua bertanggung jawab. Bapak ibu memikul juga kebanggaan,” ujar Sekretaris DPRD (Sekwan) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Haryanta, S.H,  kepada wartawan Prees Room DPRD Kalsel, usai pertemuan studi komparasi Sekretariat Dewan Kalsel di DPRD DIY , Senin, (19/10/2020).

”Sebagaimana yang telah disampaikan tadi oleh teman-teman, bagaimana wartawan sebagai alat kontrol Dewan, sekarang tidak ada lain, Dewan itu kontrolnya hanya wartawan dan LSM,” ujar Haryanta.

“Kemudian yang kedua, bisa bersatu dengan media,  bagaimana nanti juga kinerja dewan semakin baik adanya, ya kita sekarang membangun berita obyektif itu sangat diperlukan, hanya saja sebagian mungkin bapak/ibu kalau membaca medsos dan hasil penelitiannya hampir separoh medsos  itu adalah hoak,” jelas Haryanta.

“Saya titip pesan kepada bapak/ibu bagaimana membangun berita itu secara obyektif, benar, terpercaya, akurat. Dan terakhir saya ucapkan terimakasih, saya tunggu di lain kesempatan dan Insya Allah nanti di lain kesempatan mudahan kami bisa berkunjung kembali ke Kalsel,” tambah Haryanta.

Haryanta juga menjelaskan, dimana setiap kunker Dewan selalu menyertakan wartawan, kalau anggota dewan itu 10 kali dalam sebulannya, maka Kunkernya juga 10 kali. “Disini ada empat (4) komisi,  jika 4 komisi melakukan kunker dalam sebulannya 10 kali. Empat komisi itu dibagi kalau orangnya 40, ya 10 kali. Dan ini sudah lama dilakukan termasuk yang press room setahun dua kali melakukan peliputan, mengikuti kegiatan studi komparasi Sekwan di berbagai daerah,” imbuh Haryanta.

Prajurit Keraton ditempatkan pada Wisata Malioboro

Ditanyakan, bagaimana situasi dan kondisi kota Yogyakarta sebagai kota wisata terdampak pandemi Covid-19 ini, Haryanta, mengatakan, memang banyak tempat wisata dan UKM di Jogja yang terdampak. Pemprov DIY menempatkan beberapa prajurit di jalan Malioboro dengan tujuan untuk mencegah kerumunan,” kata Haryanta.

“Prajurit keraton itu kan sebagai simbol. Jadi ada polisi dan tentara, simbol tentara Yogyakarta ada prajurit. Karena kemarin ada kerusuhan dan sebagainya, ini artinya menunjukkan bahwa Yogyakarta ada mainten, jadi itu adalah sebagai simbol. Sekarang budaya keraton itu masih ada. Jadi keraton itu masih ada Rajanya, pasukan prajuritnya, juga di tempat-tempat tertentu mungkin simbol-simbol keraton juga ada, ” ungkap Haryanta.

“Kalau dibandingkan di luar Yogya, Yogya ini keratonnya atau kerajaan itu masih eksis. Kalau negara kan punya menteri-menteri sama juga dengan kondisi negara ini.

“Prajurit itu sebagai simbol budaya dan mereka juga memberikan edukasi soal Covid. Artinya bahwa mereka juga ikut terlibat dalam hal mencegah Covid ini menyebar luas dan mereka memang sengaja ditempatkan dalam rangka untuk pencegahan Covid,” tandas Haryanta. (Ais/Mzr)

 163 total views,  2 views today

Check Also

Wakil Rakyat Himbau Masyarakat Sukseskan Pilkada Serentak

(Ist) Banjarmasin, mediaprospek.com – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan mengimbau kepada masyarakat …