Pasokan Pangan di Kalsel Masih Aman Terkendali

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Prov. Kalsel Amanlison Sembiring

Banjarmasin, mediaprospek.com –Pada bulan Oktober ini Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan kembali merilis “Perkembangan Terkini Ekonomi Kalimantan Selatan”.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Prov. Kalsel Amanlison Sembiring didampingi Kepala Grup Advisory Ekonomi Keuangan dan Pengembangan Ekonomi, Rahmat Dwisaputra,  Ekonom Ahli Tim Pengembangan Ekonomi, Dadi Esa Cipta, Ekonom Ahli Koordinator Asesmen Ekonomi dan Keuangan Regional, Donni Fajar Anugrah, Kepala Divisi SP,PUR dan Layanan Administrasi, R. Bambang Setyo Pambudi, pada acara “Bincang Bersama Media” Banjarmasin, pada jumat (9/10/2020), secara live streaming via youtube mengatakan data pasokan pangan kalimantan selatan per 5 Oktober 2020, secara umum, pasokan pangan di Kalsel masih terkendali dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat. Berdasarkan konfirmasi dengan instansi terkait, data pasokan pangan tercatat sebagai berikut, pasokan beras mencukupi sejalan dengan adanya aktivitas panen di wilayah Kotabaru.

Amanlison Sembiring , menandaskan, berdasarkan informasi dari instansi terkait, pasokan minyak goreng secara umum cukup dan dapat memenuhi kebutuhan hingga empat (4) bulan ke depan. Untuk gula pasir, Harga berangsur normal seiring dengan penambahan pasokan dan dapat memenuhi kebutuhan hingga enam (6) bulan ke depan. Tepung Terigu,  pasokan tepung terigu mendapatkan pasokan dari Jakarta dan masih dapat memenuhi kebutuhan masyarakat.

Amanlison Sembiring, memaparkan,  ketersediaan bawang merah membaik seiring peningkatan pasokan dari sentra produksi. Bawang Putih, Ketersediaan pasokan cenderung menurun dengan belum adanya tambahan pasokan baru pasca pembukaan izin impor.

“Pada Daging Ayam Ras, Pasokan dalam kondisi surplus dan didistribusikan ke wilayah lain di Kalimantan. Telur Ayam Ras, Pasokan dalam kondisi yang surplus dan mampu memenuhi permintaan masyarakat. Kelebihan pasokan akan didistribusikan ke wilayah lain,” kata Amanlison Sembiring.

 

Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Kalsel

Amanlison Sembiring menjelaskan, berbagai upaya telah dilakukan TPID se-Kalsel dengan mengacu pada kerangka 4K untuk menjaga kebutuhan masyarakat dan kestabilan harga.  Pada Keterjangkauan Harga, Operasi pasar gas LPG 3 kg dilakukan oleh TPID Banjarbaru. Sidak ke pangkalan gas LPG 3 kg seiring adanya laporan masyarakat bahwa pemilik kartu kendali LPG 3 kg tidak dilayani membeli LPG 3 kg dilakukan oleh TPID Banjarmasin.

“Survei harga komoditi tanaman pangan dan hortikultura ditingkat produsen oleh petugas informasi harga di Kabupaten, survei harga komoditi perkebunan ditingkat produsen sekaligus monitoring bibit kayu manis oleh petugas informasi harga di Kabupaten dilakukan oleh TPID Hulu Sungai Selatan,”ujar Amanlison Sembiring.

“Monitoring perkembangan harga sembako dan penyampaian informasi harga sembako ke stakeholder terkait dilakukan oleh TPID Balangan dan TPID Tanah Bumbu. DKP bekerjasamadengan KODIM dalam rangka pasar murah dilakukan oleh TPID Tanah Bumbu. Operasi pasar gas LPG 3 kg di Kelurahan Sarang Halang Kecamatan Pelaihari sebanyak 280 tabung dengan harga jual sesuai HET dan peruntukan 1 KTP 1 tabung dilakukan oleh TPID Tanah Laut,” ungkap Amanlison Sembiring.

 

Pada KetersediaanPasokan,Pelatihan budi daya bawang merah dan cabai organik dilakukan oleh TPID Tabalong. Pengawasan pupuk bersubsidi dan pestisidadi distributor dan kios tani resmi dilakukan oleh TPID Tanah Bumbu.

Penyerahan bantuan bibit/benih sayuran bayam sebanyak 3 bungkus, benih cabe sebanyak 2 bungkus, benih terong sebanyak 2 bungkus, benih sawi sebanyak 3 bungkus (1 bungkus berisikan 1.000 biji) dilakukan oleh TPID Tanah Bumbu).

Penyerahan pengadaan fasilitas paket budi daya ikan nila sistem bioflok di Ponpes Hidayatullah Desa Maburai dari bantuan hibah Kementerian Kelautan dan Perikanan RI dilakukan oleh TPID Tabalong.

Komunikasi Efektif, Monitoring dan penyampaian informasi perkembangan harga sembako ke stake holder terkait secara rutin oleh TPID Kab. Balangan dan TPID Kab. Tanah Bumbu.

Penyampaian harga pangan hasil survei Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Perdagangan dan Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan serta stok dan harga pangan melalui radio siaran pemerintah dan media sosial oleh TPID Kab. Tanah Laut.

 

 

Pertumbuhan Merchant QRIS, RTGS, SKNBI, ATM, Kartu Kredit, E-Commerce, dan UPK 75Tahun RI di Kalimantan Selatan

Total jumlah merchant QRIS secara nasional sebanyak 4.611.246 merchant dan kontribusi Kalsel terhadap nasional sebesar 0.87%. Di Kalimantan jumlah total merchant QRIS sebanyak 198.483 dengan persebaran sebagai berikut, a. Kalimantan Timur, 77.649merchant, b. Kalimantan Barat, 45.707 merchant, c. KalimantanSelatan 40.083 merchant, d. KalimantanTengah, 26.189 merchant dan e. Kalimantan Utara 8.855 merchant. Sumbangan Kalsel terhadap jumlah merchant QRIS di Kalimantan sebesar 20.2%.

Sejalan dengan semakin meningkatnya penggunaan transaksi berbasis digital di Kalimantan Selatan, jumlah merchant yang sudah onboarding QRIS juga menunjukkan peningkatan. Tercatat jumlah merchant QRIS di Kalsel pada September 2020 sebanyak 40.083 merchant QRIS yang tersebar di seluruh kabupaten/kota di Kalsel, mengalami peningkatan sebesar 4.7% dari Agustus 2020 yang tercatat sebesar 38.279 merchant.

Transaksi Real-Time Gross Settlement (RTGS) pada Agustus 2020 secara nominal mengalami kontraksi sebesar 7.51% apabila dibandingkan Juli 2020. Secara volume transaksi RTGS padaperiode yang sama mengalami kontraksi sebesar 9,88% dibandingkan Juli 2020.

Selanjutnya transaksi SistemKliringNasional Bank Indonesia (SKNBI) padaAgustus 2020 secara nominal mengalami kenaikan sebesar 5,30% apabila dibandingkan Juli 2020. Secara volume transaksi SKNBI mengalami kontraksi sebesar 9,34% dibandingkan Juli 2020.

Dilihat dari tren tersebut, aktivitas keuangan didominasioleh transaksi ritel atau transaksi dibawah Rp 500 juta dan sejalan dengan meningkatnya penggunaan transaksi digital di era Adaptasi Kebiasaan Baru.

Transaksi ATM Debet padaAgustus 2020 secara nominal mengalami penurunan sebesar 0.01%, namun secara volume mengalami kenaikan sebesar 0.26% bila dibandingkan Juli 2020. Adapun transaksi kartu kredit secara nominal mengalami penurunansebesar 2.02%, namun secara volume mengalami kenaikan sebesar 1.65% bila dibandingkan Juli 2020. Adapun dari data volume transaksi e-commerce pada Agustus 2020 mengalami kenaikan sebesar 18.37% dibandingkan Juli 2020. Hal ini didorong oleh meningkatnya konsumsi masyarakat seiring dengan pemulihan aktivitas ekonomi.

Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Tahun Republik Indonesia atau disingkat UPK 75 Tahun RI dikeluarkan dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI yang ke-75. Sebagai wujud dalam mensyukuri anugerah kemerdekaan dan pencapaian hasil pembangunan Indonesia selama 75 tahun merdeka.

Simbol memperteguh kebinekaan dan optimisme menyongsong masa depan Indonesia yang gemilang. UPK 75Tahun RI sebagai alat pembayaran yang sah (legal tender), yang sekaligus merupakan Uang Peringatan (commemorative notes), di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Pengeluaran dan pengedaran UPK 75 Tahun RI merupakan salah satu pelaksanaan amanat UU Mata Uang sebagai bagian dari perencanaan pemenuhan kebutuhan uang masyarakat tahun 2020 dan dengan tetap menerapkan tata kelola yang baik sesuai Undang-Undang.

Persiapan pengeluaran UPK 75 Tahun RI telah dilaksanakan oleh Bank Indonesia melalui koordinasi yang erat dengan Kementerian Keuangan, Kementerian Sosial, Kementerian Sekretariat Negara, dan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.

Selain itu, UPK 75 Tahun RI dicetak terbatas, yaitu hanya sebanyak 75 juta lembar/bilyet, namun penukaran dapat dilakukan di seluruh Kantor Perwakilan Bank Indonesia di daerah, sehingga diharapkan dapat memberikan kesempatan yang luas kepada masyarakat untuk memiliki uang peringatan tersebut.

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan telah membuka layanan penukaran UPK 75 Tahun RI secara individu sejak tanggal 18 Agustus 2020 dan kolektif sejak tanggal 25 Agustus 2020. Selanjutnya, sejak 1 Oktober 2020 Bank Indonesia membuka kesempatan seluasnya bagi seluruh Bank (Bank Umum dan BPR) menjadi koordinator pooling pendaftar penukaran UPK 75 Tahun RI bagi nasabah banknya melalui skema penukaran kolektif.

Dengan skema ini, nasabah bankyang ingin melakukan penukaran UPK 75 Tahun RI dapat mendaftar pada Bank tempat sebagai nasabah dan mengambil UPK 75 Tahun RI pada Bank tempat mendaftar.

Sedangkan mekanisme penukaran kolektif sebagaimana yang dapat diakses melalui aplikasi PINTAR, bahwa pihak perwakilan atau PIC yang ditunjuk dari Bank, lembaga, instansi, korporasi ataupun organisasi menyampaikan surat permohonan dan daftar pemesanan kolektif dalam format Ms. Excel melalui email ke UPK75_BANJARMASIN@bi.go.id.

Selanjutnya, pihak yang ditunjuk tersebut akan menerima konfirmasi jadwal penukaran dalam bentuk bukti pemesanan melalui email. Penukaran kolektif dilakukan dengan jumlah minimal penukaran sebanyak 17 (tujuh belas) KTP dan tidak ada batasan maksimal.Satu KTP tersebut berlaku untuk satu lembar UPK 75 Tahun RI.

Bank Indonesia mengajak kepada masyarakat Kalsel yang belum memiliki UPK 75 Tahun RI dapat segera melakukan penukaran individu dan kolektif melalui aplikasi PINTAR.

Penukaran di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan dilakukan dengan tetap menjalankan protokol Covid-19.Informasi selengkapnya beserta dokumen yang dibutuhkan dalam proses penukaran kolektif dapat dilihat pada aplikasi PINTAR di website Bank Indonesia melalui tautan https,//pintar.bi.go.id.

Penyelenggaraan Bangga Buatan Indonesia Karya Gawi Borneo 2020 Digital Marketing UMKM Kalimantan Selatan

Untuk mendukung Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menyelenggarakan kegiatan Bangga Buatan Indonesia KaryaGawi Borneo Digital Marketing UMKM Kalimantan Selatan pada tanggal 15 sampai dengan tanggal 17 September 2020 lalu. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi dalam pemulihan ekonomi daerah serta mendukung pembukaan sektor produktif sekaligus mendorong perluasan akses pasar produk-produk unggulan UMKM Kalsel melaluidigitalisasipemasaran dan transaksi pembayaran.

Karya Gawi Borneo 2020 adalahwujud nyata sinergi Pemerintah Daerah, BankIndonesia, OJK, perbankan, serta pelakuusaha di Kalimantan Selatan dalam mendukung pengembangan usahaUMKM Kalimantan Selatan, sekaligus membangkitkan dan menumbuhkan produktivitas masyarakat dalam masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).

Pendampingan perluasan akses pasar melalui digital marketing diharapkan dapat membantu peningkatan penjualan produk-produk UMKM yang terlebih dahulu melalui tahap seleksi oleh kurator.

Rangkaian Karya Gawi Borneo ini diisi dengan berbagai kegiatan, antara lain, launching digital marketing UMKM, live expo UMKM yang menampilkan produk-produkUMKM terpilih seperti produk kain sasirangan, tas dari anyaman purun, furniture dan kerajinan rotan, produk aksesoris berbahan kayu dan arang, aneka produk makanan berbahan baku tomat, sambal dan lain-lain, kesenian tari dan fashion serta Webinar mengenai Kebijakan Pemerintah dan Perbankan untuk Menjaga Resiliensi UMKM Menghadapi Pandemi Covid-19.

 

Inflasi

Kalimantan Selatan pada September 2020 mengalami deflasi sebesar 0,30% (mtm) dan 0,03% (ytd) serta inflasi 1,04% (yoy),lebih rendah dibanding bulan sebelumnya. Sementara Kalimantan mengalami deflasi sebesar 0,21% (mtm), inflasi 0,54% (ytd) dan 1,13% (yoy). Secara nasional, deflasi pada September 2020 sebesar 0,05% (mtm), inflasi 0,89% (ytd) dan 1,42% (yoy).

Pada September 2020, deflasi Kalsel bersumber dari Kota Banjarmasin,Tanjung dan Kotabaru yang masing-masing mengalami deflasi sebesar 0,32% (mtm), 0,30% (mtm) dan0,12% (mtm).

Berdasarkan kelompoknya, deflasi Kalimantan Selatan terutama bersumber dari kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,83% (mtm), transportasi sebesar 0,68% (mtm) dan diikuti kelompok pakaian dan alas kaki sebesar0,17% (mtm).

Berdasarkan komoditas pendorong inflasi, bersumber dari ikan gabus, bawang putih, minyak goreng, cumi-cumi dan bayam. Adapun komoditas yang menahan inflasi dengan andil terbesar adalah angkutan udara, daging ayam ras, pepaya,  telur ayam ras dan bawang merah.

Pencapaian inflasi Kalsel sampai dengan bulan September tersebut dan secara keseluruhan tahun 2020 diprakirakan lebih rendah dibanding sasaran inflasi nasional 2020 sebesar 3,0±1%.

 

 

 1,868 total views,  2 views today

Check Also

Di setiap Kunker Dewan Wartawan Diikutsertakan, Forum Diskusi Difasilitasi Sekwan

Dari kiri R. Dwi Suyono Jurnalis Yogya, Sekwan DIY Haryanta (tengah) dan Kabag TU Sekwan …