Suprapto : Dalam Peliputan Para Jurnalis Harus Utamakan Keselamatan Diri Terlebih Dahulu

Ketua Masyarakat dan Pers Pemantau Pemilu (Mappilu) Pusat Suprapto Sastro Atmojo

Banjarmasin, mediaprospek.com—Ketua Masyarakat dan Pers Pemantau Pemilu (Mappilu) Pusat Suprapto Sastro Atmojo di Gedung PWI Kalsel saat seminar “Peran Pers mengawal Pemilu yang Bermartabat, menekankan agar para jurnalis di masa pandemi covid- 19, dalam peliputan di lapangan, hendaknya lebih mengedepankan unsur keselamatan diri. Senin, (14/09/2020).

Karena menurut Suprapto, keselamatan diri itu, itulah yang paling utama. Dengan mengedepankan unsur keselamatan, dalam meliput kegiatan Pilkada harus, tidak bisa tidak, memperhatikan tiga protokol kesehatan 3 M yaitu pakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.

Suprapto menandaskan, tidak semua berita itu dalam mengkonfimasi harus ketemu nara sumber langsung, terutama untuk kontestan atau partai politik atau siapapun, sumber-sumber yang akan dihubungi, diduga atau berpotensi atau kemungkinan terkena Covid, sebaiknya jangan ketemu langsung.  “Kita bisa lewat WA atau telpon atau lewat saluran-saluran lainnya. Hal ini untuk menghindari kemungkinan kita terpapar Covid,” katanya.

“Kalau kita terpaksa harus ke lapangan segala macam, jangan terlibat dalam kerumunan, kan sudah ada aturan-aturan juga, misalnya pertemuan di ruangan tertutup itu tidak boleh lebih 50 orang. Kalau lebih, itu melanggar, nanti bisa berpotensi terkena Covid. Kemudian di tempat terbuka tidak boleh 100 orang misalnya. Saya fikir seperti itu yang harus diperhatikan,” jelas Suprapto.

Menjelang Pilkada serentak di seluruh Indonesia, Suprapto juga menjelaskan tugas Mappilu adalah rangka melakukan pengawasan, pemantauan terhadap kegiatan penyelenggaraan Pilkada serentak 2020 ini atau rangkaian kegiatan Pemilu lainnya.

Yang berikutnya adalah melakukan pelatihan pendidikan atau sosialisasi kepada anggotanya. Anggota Mapilu adalah teman-teman wartawan dan masyarakat umum. Bisa dari unsur akademisi, mantan penyelenggara, dinas-dinas fungsioner atau mantan fungsioner, yang jelas bukan anggota partai politik, kontestan, tim sukses atau penyelenggara Pemilu, dimana hal itu tidak boleh menjadi anggota Mappilu.

“Tugas-tugas kami dari Mappilu nantinya akan melakukan pelatihan atau pendidikan untuk teman wartawan tentang bagaimana Pilkada pada era pandemi ini supaya juga paham. Itu tugas kami dan mudah-mudahan secepatnya kita bisa menyelenggarakan kegiatan itu, nanti kegiatannya tentu akan kita bikin klaster-klaster, misalnya Sumatera kemudian Kalimantan atau Jawa. Karena dalam kondisi ini, kalau tidak memungkinkan, kita bisa melakukan kegiatan tatap muka secara langsung secara virtual, bisa Zoom atau aplikasi lain supaya teman-teman bisa melakukan kegiatan peliputan Pilkada ini bisa lebih paham,” ujar Suprapto.

“Atau patut diduga adanya sebuah pelanggaran pemilu, kita bisa melakukan verifikasi terlebih dahulu. Verifikasi itu benar atau tidak, jadi tidak boleh  katanya-katanya ada pelanggaran, nggak boleh, pemantau kita harus melihat betul peristiwa itu benar-benar ada. Cek and ricek, prinsip-prinsip wartawan kita terapkan, harus melakukan Verifikasi, konfirmasi dan hasil dari pemantauan itu nanti juga akan dilaporkan pada pihak-pihak yang berwenang seperti Bawaslu atau KPU. Jika para jurnalis sudah melakukan ini, maka tidak ada lagi yang perlu dikhawatirkan,” jelas Suprapto.

“Kalau terjadi ada pelanggaran pidana hendaknya dilaporkan kepada instansi terkait dan kemungkinan juga hasil temuan di lapangan itu bisa dirilis juga ke publik. Artinya disampaikan ke publik melalui teman-teman Mappilu di daerah atau Mappilu di pusat. Nanti akan ada semacam Press Conference rilis bahwa telah terjadi sebuha pelanggaran Pemilu, misalnya seperti itu. Sehingga apa yang kita lakukan bisa disosialisasikan ke masyarakat dan bisa disampaikan kepada pihak-pihak terkait untuk diselesaikan,” pungkas Suprapto. (Ais/Mzr)

 667 total views,  25 views today

Check Also

Pengunduran Diri Pegawai KPK, Ka Biro Humas KPK Jangan Bernuansa Drama

  Oleh : Syahrir Irwan Yusuf, SH (Pengamat dan Praktisi Hukum) Dalam akhir pekan lalu, …