Dewan Kalsel Berterima Kasih kepada Seluruh BPK dalam Penanganan Karhutla

Suripno Sumas anggota Komisi I DPRD Kalsel (Foto/Mzakir)

Banjarmasin, mediaprospek.com–Pada awal bulan September tahun 2020 ini Kalimantan Selatan (Kalsel) sudah memasuki musim kemarau. Kondisi musim kemarau di daerah Kalsel seperti pada tahun sebelumnya sering terjadi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Seperti kebakaran lahan yang pernah terjadi di kawasan Handil Bakti Kab. Barito Kuala beberapa waktu yang lalu, para Barisan Pemadam Kebakaran (BPK), dengan sigap  tanpa disuruh tanpa diperintahkan mereka sudah bergerak mengejar api yang membakar lahan. Hanya saja kemampuan peralatan mereka terbatas. Mobil kebakarannya dengan mesin pompa dan selang yang tersedia radiusnya hanya berkisar kurang lebih 100 meter. Jadi apabila kebakaran itu meluas di atas 100 meter, itu tidak bisa terjangkau karena disebabkan oleh kondisi lahannya atau juga kondisi alamnya yang susah

“Nah itulah sebabnya dan kami sangat berterimakasih sebagai wakil rakyat yang membidangi di Komisi I, yang membidangi masalah kebakaran ini berterimakasih kepada para BPK di seluruh Kalsel, karena  tanpa diperintah mereka telah turut aktif berpartisipasi,” kata Suripno Sumas kepada Prospek, usai rapat paripurna DPRD Kalsel, Selasa, (1/09/2020) di Banjarmasin                .

Sementara untuk saat ini Pemprov Kalsel tidak ada menganggarkan terhadap kegiatan para BPK sekalsel ini. “Yang kita tahu sebenarnya dana-dana yang bisa menunjang itu adalah melalui Kab/Kota, karena pemadam kebakaran itu terdaftarnya di Badan Penanggulangan Bencana Kab/Kota. Provinsi hanya meminta partisipasinya dalam menanggulangi agar kebakaran lahan di Kalsel bisa dicegah dan tidak menyebar luas, ” jelas Suripno.

Sebelumnya, pada tahun 2019 lalu DPRD Kalsel sudah pernah memperjuangkan untuk membuat suatu rancangan peraturan daerah (raperda) masalah BPK ini, tapi ternyata belum bisa direalisasikan, kenapa demikian, karena Raperda tersebut kaitannya dengan wilayah, dimana Provinsi tidak memiliki wilayah dalam rangka melaksanakan tugas-tugas penanggulangan kebakaran lahan. Jadi sifatnya hanya koordinasi saja, kewenangannya ada di Kab/Kota dan harus didukung Pergub nantinya,” imbuh Suripno.

Selanjutnya,  disisi lain, dari Komisi I DPRD Kalsel berharap kepada tim penanggulangan bencana (BPBD) dan tim-tim yang telah dibentuk dalam rangka menanggulangi Karhutla ini untuk segera melakukan persiapan dan penindakan sedini mungkin, karena asap yang terjadi dan panas yang selama ini biasanya menimbulkan dampak terjadinya kebakaran.

“Apalagi sekarang daerah persawahan sudah selesai panen, ini juga riskan terhadap kebakaran, karena ada saja satu orang masyarakat yang secara tidak sengaja membuang puntung rokoknya, itu akan berdampak kebakaran. Nah, oleh karena itu baik di tingkat Provinsi, tingkat Kab/Kota untuk segera melakukan persiapan-persiapan itu. Karena Kalsel termasuk yang rawan kebakaran karhutla.

Suripno mengatakan secara kasat mata Badan Penanggulangan Bencana sudah melakukan aksinya bersama kepolisian dan aparat pemerintah setempat lainnya termasuk juga pihak angkatan darat, sudah melakukan posko-posko. “Artinya dengan posko ini berarti mereka sudah mempersiapkan diri apabila suatu saat terjadi kebakaran, maka sudah siap turun ke lapangan,” ujar Suripno yang akrab dengan awak media ini.

Suripno menandaskan, sekarang ini sebenarnya Badan Penanggulangan Bencana Pusat sudah mendirikan pos gudang untuk penyimpanan sarana pemadam kebakaran yang lokasinya di sekitar bandara, sudah ada beberapa unit mobil tanki termasuk heli dan sebagainya.

“Ini sebenarnya upaya untuk bisa mempercepat pemadaman apabila terjadi kebakaran. Mengapa ini disiapkan, karena kondisi lahan di Kalsel ini yang sering terbakar itu selain hutan-hutan yang ada di pegunungan juga di daerah rawa. Nah, rawa ini kalau digunakan dengan alat pemadam kebakaran, selang air yang bisa terjangkau itu radiusnya tidak maksimal.  Yang kedua, lahan yang terbakar ini tidak kering melulu tapi masih basah, sehingga petugas juga agak kesulitan dalam mengejar lahan yang agak basah untuk menyelesaikan terjadinya kebakaran-kebakaran tersebut,” jelas Suripno.

“Nah oleh karena itu, kita berharap heli yang telah disiapkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana Pusat (BNPB) itulah yang menjadi sarana satu-satunya untuk menjangkau ke daerah-daerah seperti saya gambarkan tadi,” tambah Suripno.  (Ais/mzr).

 

 437 total views,  1 views today

Check Also

Aparat Hukum Dihimbau Berantas Narkoba agar Bisa Lebih Ditingkatkan Lagi

Sekretaris Komisi I DPRD Kalsel H. Suripno Sumas Banjarmasin, mediaprospek.com—Sekretaris Komisi I DPRD Kalsel H. …