Paskibra Berbasis Online Apakah Mungkin ?

Keputusan Perekrutan anggota baru Paskibra KJRI Melbourne 2020

Melbourne, mediaprospek.com–Paskibra KJRI Melbourne mempelopori persiapan pengibaran Hari Kemerdekaan secara online di tengah lockdown. Menjalankan seluruh prosesi Paskibra tentunya tidak mudah ditengah situasi pandemi COVID-19. Namun, para Purna Paskibra KJRI Melbourne memutuskan untuk tetap menjalankan seluruh proses mulai dari seleksi, latihan, dan upacara secara online.

Saat ini, kondisi lockdown di Melbourne, Australia, telah sampai pada tahap 4 (stage 4). Pada tahap ini, masyarakat hanya diperbolehkan untuk keluar dari tempat tinggal untuk beberapa alasan, yakni: belanja kebutuhan pokok, bekerja (garda depan, pelayanan publik, dan pekerjaan lain yang mengharuskan kehadiran fisik), dan berolahraga selama 1 jam. Masyarakat hanya diperbolehkan untuk berbelanja kebutuhan pokok dan berolahraga dalam kurun waktu yang sudah diterapkan oleh pemerintah Victoria. Hal ini tentunya menjadi suatu tantangan besar dalam persiapan dan penyelenggaraan upacara Hari Kemerdekaan 17 Agustus 2020.

Seleksi

Pengumuman perekrutan online telah dibuka sejak Februari 2020. Proses seleksi dibagi menjadi tiga bagian, yakni Video Submission, wawancara, dan Focus Group Discussion.

Pertama, Video submission bertujuan untuk mengetahui kemampuan dasar baris-berbaris dari peserta seleksi, dan mengetahui latar belakang alasan mereka mengikuti  seleksi ini.

Kemudian, para Purna Paskibra KJRI Melbourne mewawancarai para pendaftar secara daring menggunakan aplikasi Zoom. Para peserta terpilih dari tahap wawancara diundang untuk mengikuti Focus Group Discussion, dimana para peserta dinilai mengenai kemampuan berdinamika dengan kelompok.

Pada akhirnya, di bulan April, terpilihlah 9 orang Warga Negara Indonesia dari 40 pendaftar seleksi. Mereka adalah:

Andrey Orlando Gultom, 19 November 1993, DKI Jakarta

Aurellia Tsabitha Meidirama, 19 Mei 2001, Surabaya

Beverly Adelaide Waworoentoe, 8 Juni 2001, DKI Jakarta

Bisyarah Kurnianti, 28 Juli 2000, Bekasi

Christopher Arnold Sutanto, 28 Desember 2000, Ruteng

Cut Sanny Fajarini, 13 Oktober 1999 Bandung, Jawa Barat

Fatkhur Rohman, 4 Maret 1994, Lampung

Indra Susanto, 28 Maret 1995, Ruteng

Rosa Belinda, 27 Desember 1995, Tangerang Selatan

Pelatihan

Latihan Paskibra KJRI Melbourne dibagi menjadi tiga, yaitu latihan baris-berbaris, latihan fisik, dan sesi keakraban.

Latihan baris-berbaris dilakukan hampir sepenuhnya secara online menggunakan aplikasi Zoom Meetings, dan sempat diadakan latihan tatap muka saat peraturan lockdown di Australia diringankan.

Rekaman pengiriman bendera oleh Pasukan 8 – Paskibra in frame: Christopher – Beverly –  Andrey (Foto atas)

Persiapan perekaman dengan protokol kesehatan – Paskibra in frame: Cut – Rossa – Aurell (Foto bawah)

Pemberian arahan oleh Purna via Zoom Meeting

Setiap minggunya, ada 2 sampai 3 kali latihan online. Struktur latihan tetap sama dengan latihan tatap muka, dengan ketegasan dan kedisiplinan yang juga sama.

Tentu saja ada banyak tantangan dalam latihan online. Mulai dari koneksi yang belum tentu stabil, tidak mampunya menyamakan tempo, dan tidak mampunya untuk melakukan gerakan sebagai pasukan seperti haluan dan belok kanan-kiri.

 

(Latihan ‘jalan di tempat’  virtual via Zoom meeting)

Selain itu, tantangan berikutnya adalah pada terbatasnya ruang, karena kebanyakan dari anggota Paskibra berlatih di kamar masing-masing. Maka, ada kesulitan dalam melakukan gerakan berjalan seperti contohnya langkah tegap maju.

Namun, dengan adanya latihan tatap muka sebanyak tiga kali, pasukan dapat mempelajari gerakan-gerakan yang kurang memungkinkan pada latihan online, seperti menyesuaikan barisan, membenarkan detail dari gestur-gestur, dan latihan bendera.

Latihan tatap muka ini pun dilakukan dengan mengikuti protokol social distancing dengan berjaga jarak, dan dibagi menjadi beberapa pos supaya tidak terbentuk kerumunan. Saat itu, Melbourne ada pada Stage 2 Restriction dimana sudah diperbolehkan perkumpulan untuk 10 orang.

Selain latihan baris berbaris, Paskibra 2020 juga diminta untuk menulis Workout Journal dimana mereka menuliskan aktivitas workout setiap harinya.

 

Contoh Workout Journal Paskibra 2020 Melbourne

Untuk memperkuat rasa kekeluargaan dalam pasukan, diadakan sesi keakraban sekali setiap minggunya. Disini, Paskibra 2020 dapat lebih mengenal satu sama lain, terutama dengan Purna Paskibra dari angkatan sebelumnya.

Ada satu malam dimana Paskibra 2020 diminta untuk mempersembahkan suatu pentas seni melalui Zoom. Pada akhirnya, mereka semua menampilkan Tari Saman yang dipelajari hanya dalam satu minggu.

Detik-detik rekaman pengibaran bendera oleh Pasukan 45 – Paskibra in frame: Fatkhur – Beverly – Rosa – Indra

Upacara Pengukuhan

Untuk prosesi Pengukuhan Paskibra 2020, upacara dilakukan secara daring pada tanggal 12 Agustus. Dalam acara tersebut Paskibra 2020 menyematkan pin nama pada jaket Purna Paskibra KJRI Melbourne, disaksikan oleh Konsul Jenderal RI wilayah Victoria dan Tasmania, Ibu Spica Alphanya Tutuhatunewa. Pengukuhan Paskibra KJRI Melbourne 2020 oleh Konsul Jenderal RI Victoria dan Tasmania, Ibu Spica A. Tutuhatunewa

Upacara Hari Kemerdekaan 17 Agustus 2020

Dengan masih berlakunya Stage 4 Restriction di wilayah Victoria, banyak tantangan dalam melaksanakan Upacara bahkan secara virtual. Hal ini dikarenakan adanya batasan dalam jumlah berkumpulnya orang, sedikitnya transportasi publik yang berjalan, terbatasnya latihan fisik untuk materi pengibaran Bendera Merah-Putih.

Pada akhirnya, prosesi Upacara hari Kemerdekaan Indonesia diputuskan untuk berupa penayangan kompilasi beberapa pre-recorded video, mulai dari pengibaran bendera, protokoler, UUD, dan amanah.

Untuk prosesi pengibaran, dibagi menjadi 3 pasukan. Pertama, Pasukan 17 yang beranggotakan Cut dan Aurell, kemudian Pasukan 8 yang beranggotakan Andrey, Beverly, dan Christopher, dan Pasukan 45 beranggotakan Indra, Rosa, dan Fatkhur.

 

Purna menjelaskan rancangan Prosesi Pengibaran Bendera Merah Putih

Proses shooting tentunya mengikuti protokol kesehatan dengan menggunakan masker. Dalam proses ini, ketiga pasukan tersebut melakukan shooting video pada alokasi waktu yang berbeda-beda. Yang pertama, Pasukan 17 membawa keluar Bendera Merah-Putih dari peti di dalam gedung Konjen ke Pasukan 8. Kemudian, Pasukan 8 mengantarkan Bendera Merah-Putih ke lapangan upacara yang pada akhirnya dikibarkan oleh Pasukan 45.

Yang menakjubkan adalah, hari-H perekaman prosesi pengibaran merupakan pertama kali bagi Paskibra 2020 untuk berlatih di lapangan upacara. Namun, karena intensitas latihan yang cukup tinggi, mereka tetap mampu mengibarkan bendera dengan lancar.

Untuk melihat hasil akhir dan prosesi pengibaran Sang Merah Putih di Melbourne oleh para Warga Negara Indonesia, bisa dilihat pada tanggal 17 Agustus 2020 pukul 6.30WIB pada akun Youtube KJRI Melbourne atau pada link berikut https://youtu.be/dVu53I9VisE.

Dapat dilihat bahwa pelatihan Paskibra dan upacara secara daring di tengah lockdown tidaklah mustahil. Bahkan, selain sukses dalam mengibarkan Bendera Merah Putih, Paskibra KJRI Melbourne 2020 juga dapat membentuk keluarga baru di tengah pandemi ini. (Rilis)

 

 

 

 

 474 total views,  3 views today

Check Also

Mengungkap Misteri Indahnya Lagu Banjar lewat Bedah Buku Biografi Anang Ardiansyah

Banjarmasin, mediaprospek.com – Dua Tokoh berbeda Sabtu siang (19/09/2020) mengupas tuntas buku biografi salah satu …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.