Pertumbuhan Ekonomi Kalsel Minus 2,61%

Kepala Perwakilan BI Prov. Kalsel Amanlison Sembiring (Tengah), bersama jajaran (foto diambil sebelum masa pandemi/mzakir)

Banjarmasin, mediaprospek.comKantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Selatan di bulan Agustus ini kembali merilis perkembangan terkini ekonomi Kalimantan Selatan.

Kepala Perwakilan BI Prov. Kalsel Amanlison Sembiring, mengatakan, ekonomi Kalimantan Selatan triwulan II 2020 terkontraksi -2,61% (yoy), lebih rendah dibanding triwulan sebelumnya yang tumbuh 4,18% (yoy). Dari sisi permintaan, kontraksi perekonomian didorong oleh kontraksi konsumsi pemerintah, impor dan konsumsi RT. Dari sisi sektoral, kontraksi perekonomian bersumber dari kontraksi kinerja pertambangan dan penggalian, industri pengolahan dan pertanian. Jumat, (7/08/2020).

Amanlison Sembiring mengatakan, dari sisi permintaan, Konsumsi Pemerintah, mengalami kontraksi sebesar -5,36% seiring penurunan belanja pegawai akibat penyesuaian pembayaran THR. Hal inisejalan dengan realokasi anggaran dalam rangka penyaluran stimulus fiskal untuk penanggulangan dampak Covid-19.

Pada Impor, juga mengalami kontraksi sebesar -3,71%seiring penurunan impor barang modal dan penurunan impor barang konsumsi.

Berikutnya Konsumsi Rumah Tangga, mengalami kontraksi sebesar -3,30% akibat aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat yg terbatas seiringpenerapan kebijakan PSBB dalam rangka penanggulangan dan pencegahan Pandemi Covid-19. Kondisi ini mendorong penurunan permintaan terhadap komoditas konsumsi dan gaya hidup.

“Investasi, mengalami kontraksi sebesar -1,85% akibat penundaan beberapa proyek seiring pandemi Covid-19 dan realokasi belanja modal pemerintah untuk penanganan Covid-19,” ujar Amanlison Sembiring .

“Sedangkan pada Ekspor,  kontraksi sebesar -0,46 % seiring penurunan permintaan komoditas batu bara dan CPO oleh negara mitra dagang utama akibat kebijakan lockdown dan over supply pasokan,” tambah Amanlison Sembiring.

 

Amanlison Sembiring menjelaskan, pada sektor Pertambangan, terkontraksi sebesar -6.03% sejalan dengan penurunan permintaan batu bara baik dari mitra dagang utama maupun domestik.  Industri Pengolahan, terkontraksi sebesar -1.91% terutama dipicu penurunan permintaan CPO baik dari mitra dagang utama dan domestik.

Pertanian , Sektor pertanian terkontraksi sebesar -0.64%terutamadidorong kinerja TBS yang tertahan akibat kemarau panjang pada tahun sebelumnya.

Konstruksi, kontraksi sebesar -0.62% seiring penundaan beberapa proyek akibat pandemi Covid-19, termasuk proyek swasta serta realokasi belanja modal pemerintah untuk penanganan Covid-19.

Perdagangan, Hotel dan Restoran (PHR) , terkontraksi akibat pembatasan aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat antara lain didorong penerapan kebijakan PSBB, serta pembatasan angkutan udara sejalan dengan larangan mudik yang diterapkan pemerintah.

“Dapat kami informasikan, Survei Konsumen Bank Indonesia pada Juli 2020 mengindikasikan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi membaik. Hal tersebut tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) sebesar 81,7 pada Juli 2020, meningkat dari 69,9 pada bulan sebelumnya,” kata Amanlison Sembiring.

“Peningkatan keyakinan konsumen pada Juli 2020 didorong oleh membaiknya persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini, yang terefleksi pada perbaikan seluruh komponen pembentuknya yaitu keyakinan terhadap penghasilan, ketersediaan lapangan kerja dan pembelian barang tahan lama,” ujar Amanlison Sembiring.

“Hal tersebut seiring dengan kegiatan ekonomi yang kembali meningkat pasca pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kalimantan Selatan. Sementara itu, ekspektasi konsumen terhadap perkiraan kondisi ekonomi pada 6 bulan mendatang terpantau meningkat dan optimis (108,5), seiringekspektasi kegiatan usaha ke depan yang membaik,” terang Amanlison Sembiring.

 

Data Pasokan Pangan Kalimantan Selatan (3Agustus 2020)

Secara umum, pasokan pangan di Kalsel masih terkendali dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat. Berdasarkan konfirmasi dengan instansi terkait, menurut Amanlison Sembiring, data pasokan pangan tercatat sebagai berikut, Beras, Pasokan beras mencukupi sejalan dengan panen beras unggul dan diperkirakan dapat memenuhi kebutuhan hingga 24 bulan.

“Minyak Goreng, Berdasarkan informasi dari instansi terkait, pasokan minyak goreng secara umum cukup dan dapat memenuhi kebutuhan hingga 5 bulan ke depan.Gula Pasir, Harga berangsur normal seiring dengan penambahan pasokan dan dapat memenuhi kebutuhan hingga 8 bulan ke depan.Tepung Terigu, Pasokan tepung terigu cenderung menipis, namun masih dapat memenuhi kebutuhan masyarakat.Bawang Merah, Ketersediaan bawang merah cenderung membaik seiringpeningkatan pasokan dari sentra produksi,” sebut Amanlison Sembiring.

“Bawang Putih, Ketersediaan pasokan bertambah sejalan dengan pembukaan izin impor.Daging Ayam Ras, Pasokan dalam kondisi surplus dan didistribusikan ke wilayah lain di Kalimantan.Telur Ayam Ras, Pasokan dalam kondisi yang surplus dan mampu memenuhi permintaan masyarakat. Kelebihan pasokan akan didistribusikan ke wilayah lain,” tambah Amanlison Sembiring.

 

Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Kalsel

Berbagai upaya telah dilakukan TPID se-Kalsel dengan mengacu pada kerangka 4 K untuk menjaga kebutuhan masyarakat dan kestabilan harga

Keterjangkauan Harga

Pemantauan harga dan distribusi cabai merah di beberapa pasar tradisional (TPID Kab. Kotabaru).

Pemberian bantuan berupa hewan ternak ayam dan itik sebanyak 2.000 ekor untuk menjaga stabilitas harga dan memenuhi kebutuhan masyarakat (TPID Kab. Banjarbaru).

Peninjauan harga kebutuhan pokok dan barang (TPID Kota Banjarmasin).

Pelaksanaan survei harga komoditas perkebunan, karet dan holtikultura di tingkat produsen oleh petugas informasi harga secara rutin (TPID. Kab. Hulu Sungai Selatan).

Pemantauan harga 11 bahan pokok secara rutin (TPID Kab. Tanah Bumbu).

Operasi Pasar gas LPG 3 Kg bekerja sama dengan PT Pertamina MO Regional VI KalselTeng (TPID Kab. Tanah Laut).

Monitoring ketersediaan pasokan, harga pangan dan pengawasan alat timbang di Pasar Tanjung dan Pasar Kapar Murung Pudak (TPID Kab. Tabalong)

Ketersediaan Pasokan

Pengembangan dan penerapan inovasi teknologi budidaya perikanan untuk memperkuat ketahanan pangan di sektor perikanan (TPID Kota Banjarbaru).

Penyerahan bantuan alat tangkap perikanan, bantuan bibit dan pakan ikan, bantuan bebek petelur, bantuan benih tanaman holtikultura dan penyaluran kredit gerbang emas sebagai implementasi Program Pemulihan Ekonomi  (PEN) akibat COVID-19 (TPID Kab. Tabalong).

Bantuan pembangunan gudang penyimpanan bawang merah oleh Bank Indonesia di Desa Ribang Kec. Muara Uya-Kab. Tabalong.

 

Kelancaran Distribusi

Inisiasi proyek budidaya bawang merah lokal hasil kerjasama Perumda yang bermitra dengan petani untuk menjaga pasokan bawang lokal (TPID Kab. Tabalong).

Komunikasi Efektif

Monitoring dan penyampaian informasi perkembangan harga sembako ke stakeholder terkait secara rutin (TPID Kab. Balangan dan TPID Kab. Tanah Bumbu).

Penyampaian harga pangan hasil survei Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Perdagangan, Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan serta ketersediaan stok dan harga pangan melalui radio siaran pemerintah dan media sosial (TPID Kab. Tanah Laut).

Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah Menuju Era Adaptasi Kebiasaan Baru

Untuk mendukung percepatan dan perluasan digitalisasi daerah terkait elektronifikasi transaksi pemerintah, Bank Indonesia mengadakan webinar pada tanggal 5 Agustus 2020 yang bertema “Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah Menuju Era Adaptasi Kebiasaan Baru”.

Acara dibuka oleh Gubernur Prov. Kalimantan Selatan dengan menyampaikan arahan bagi para Pemerintah Daerah untuk melakukan transformasi digital mengingat potensi perluasan digitalisasi di Kalimantan Selatan masih cukup besar terutama dari sisi pendapatan baik pajak dan retribusi,maupun dari sisi pengeluaran atau belanja. Melalui elektronifikasi transaksi pemerintah (ETP) diharapkan dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta mendukung tata kelola yang akuntabel dan transparan sehingga membantu dalam bisnis proses Pemda saat ini.

Pernyataan tersebut didukung oleh kajian yang dilakukan tahun 2019 bahwa secara rata-rata ETP meningkatkan PAD sebesar 11,1%.

Pelaksanaan Webinar merupakan bagian dari rangkaian penandatanganan Nota Kesepahaman (NK) dan Perjanjian Kerjasama (PKS) mengenai koordinasi percepatan dan perluasan elektronifikasi transaksi pemerintah daerah yang ditandatangani pada tgl 13 Februari 2020 oleh Kemenko Perekonomian, Bank Indonesia, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Keuangan dan Kemenkominfo, serta Webinar Nasional Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah Menuju Era New Normal (Elektronifikasi Transaksi Pemda) pada tgl. 8 Juli 2020 lalu.

Penandatangan NK dan PKS menandai pembentukan Pokjanas Percepatan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD) sebagai forum koordinasi dan harmonisasi kebijakan di tingkat pusat dalam implementasi ETP. Sementara itu di tingkat daerah, koordinasi akan diakomodir dalam Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) yang akan segera dibentuk oleh Pemda baik di tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota.

Milestone pengembangan ETP terdekat adalah rencana penerbitan Keputusan Presiden (Keppres) yang direncanakan pada bulan Agustus 2020 dan selanjutnya Permendagri sebagai pedoman APBD 2021, yang memuat langkah umum persiapan dan penerapan ETP termasuk sistem reward dan punishmentuntuk Pemda yang sudah berhasil ataupun yang belum mengimplementasikan ETP. Diharapkan awal tahun depan implementasi ETP terselenggara secara penuh di masing-masing daerah baik dari sisi transaksi pendapatan maupun sisi belanja.

Webinar tanggal 5 Agustus 2020 menghadirkan narasumber dari Kemendagri, Bakeuda Pemprov Kalsel, BPD Kalsel dan Bank Indonesia yang mengupas peran Pemda, kesiapan dan strategi percepatan implementasi dan pengembangan ETP dan TP2DD, dilanjutkan sesi kedua membahas peran ETP dalam mendukung penerapan Good Corporate Governance (GCG), integrasi sistem keuangan daerah dalam rangka e-government, dan success story ETP di Jakarta yang menghadirkan narasumber dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Kalsel, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Kalsel dan Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Pemprov DKI Jakarta.

Antusiasme peserta cukup tinggi terlihat dari pertanyaan yang disampaikan dan jumlah viewer webinar melalui zoom sebanyak 190 peserta dan 1.300viewersyang menyaksikan dari kanal YouTube live.

Bank Indonesia dalam sambutan penutup menyampaikan dukungan penuh dalam mensukseskan percepatan dan perluasan ETP terutama dari sisi kebijakan Sistem Pembayaran untuk mendukung integrasi ekonomi-keuangan digital nasional yang mendorong inklusi keuangan.

Inflasi

Kalimantan Selatan pada Juli 2020 mengalami deflasi sebesar 0,27% (mtm), inflasi 0,03% (ytd) dan 0,9% (yoy), lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya. Sedangkan Kalimantan mengalami deflasi sebesar 0,10% (mtm), inflasi 0,86% (ytd) dan 1,12% (yoy). Secara nasional, deflasi pada Juli 2020 sebesar 0,10% (mtm), inflasi 0,98% (ytd) dan 1,54% (yoy).

Pada Juli2020, deflasi bersumber dari seluruh kota penghitung inflasiyaitu Kota Banjarmasin deflasi sebesar 0,28% (mtm), Kota Tanjung deflasi sebesar 0,08% (mtm), dan Kotabaru deflasi sebesar 0,37% (mtm).

Berdasarkan kelompoknya, deflasi Kalimantan Selatan terutama bersumber dari kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 1,28% (mtm), diikuti kelompok pendidikan sebesar 0,5% (mtm) serta kelompok pakaian dan alas kaki sebesar0,15% (mtm).

Berdasarkan komoditas pendorong inflasi, bersumber dari telur ayam ras, emas perhiasan, ikan peda, angkutan udara dan sekolah menengah. Adapun komoditas yang menahan inflasi andil terbesar adalah bawang merah, ikan gabus, bawang putih, gula pasir dan cabai rawit.

Pencapaian inflasi Kalsel sampai dengan bulan Juli tersebut dan secara keseluruhan tahun 2020 diprakirakan lebih rendah dibanding sasaran inflasi nasional 2020 sebesar 3,0±1%.  (Rilis BI/Mzr/ Tabloid Prospek Banjarmasin)

 

 

 195 total views,  5 views today

Check Also

Aparat Hukum Dihimbau Berantas Narkoba agar Bisa Lebih Ditingkatkan Lagi

Sekretaris Komisi I DPRD Kalsel H. Suripno Sumas Banjarmasin, mediaprospek.com—Sekretaris Komisi I DPRD Kalsel H. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.