Di Bulan Juli Kalsel Alami Deflasi 0,27 Persen

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalsel M Edy Mahmud menyampaikan hasil statistik Indeks Harga Konsumen (IHK)/Inflasi Kalsel bulan Juli 2020 pada konferensi pers virtual. (Foto istimewa)

Komoditas mengalami penurunan harga dengan andil deflasi tertinggi di Kalimantan Selatan, antara lain bawang merah, ikan gabus, bawang putih, gula pasir dan cabai rawit

Banjarbaru, mediaprospek.com— Provinsi Kalimantan Selatan alami deflasi sebesar 0,27 persen di bulan Juli 2020 dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 105,04 dan seluruh kota di provinsi setempat mengalami deflasi.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalsel M Edy Mahmud di Banjarbaru, Senin mengatakan, Seluruh kota IHK di Kalsel mengalami deflasi yakni Banjarmasin 0,28 persen, Tanjung 0,08 persen dan Kotabaru 0,37 persen.

“Deflasi terjadi karena penurunan harga yang ditunjukan oleh turunnya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran,” ujarnya pada konferensi pers virtual bulanan melalui kanal youtube BPS Kalsel.

Disebutkan, kelompok mengalami penurunan yakni kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 1,28 persen, diikuti kelompok pendidikan sebesar 0,5 persen, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,15 persen.

Kemudian, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar lainnya sebesar 0,14 persen dan kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan mengalami penurunan sebesar 0,06 persen.

“Komoditas mengalami penurunan harga dengan andil deflasi tertinggi di Kalimantan Selatan, antara lain bawang merah, ikan gabus, bawang putih, gula pasir, dan cabai rawit,” sebut dia.

Sedangkan, kelompok mengalami kenaikan indeks harga yakni kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 1,28 persen, kelompok rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 1,27 persen.

Kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,5 persen, kelompok kesehatan 0,39 persen, kelompok transportasi 0,17 persen, dan kelompok penyediaan makanan dan minuman 0,01 persen.

“Komoditas yang mengalami kenaikan harga dengan andil inflasi tertinggi, antara lain telur ayam ras, emas perhiasan, ikan peda, angkutan udara, dan sekolah menengah atas,” ujar pejabat yang baru dilantik itu.

Jika dihitung berdasarkan tahun kalender, pada bulan Juli 2020 Kalsel mengalami inflasi sebesar 0,03 persen sementara tingkat inflasi tahun ke tahun (Juli 2020 terhadap Juli 2019) sebesar 0,9 persen. (Yose Rizal /Gunawan Wibisono/Ant)

 195 total views,  3 views today

Check Also

Aparat Hukum Dihimbau Berantas Narkoba agar Bisa Lebih Ditingkatkan Lagi

Sekretaris Komisi I DPRD Kalsel H. Suripno Sumas Banjarmasin, mediaprospek.com—Sekretaris Komisi I DPRD Kalsel H. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.