Batumbang Tradisi Unik di Hari Lebaran Kandangan

 Tradisi Batumbang yang selalu dilakukan warga Hulu Sungai Selatan setiap lebaran (Foto/Ahmad Fauzie)

Kandangan, mediaprospek.com–Batumbang merupakan sebuah tradisi unik warga Hulu Sungai Selatan (HSS) Kalimantan Selatan,yang hanya dapat di jumpai setiap perayaan lebaran saja, baik Lebaran Idul Fitri maupun Idul Adha.Tradisi ini, merupakan sebagi wujud rasa syukur terhadap sang pencipta yang telah memberikan karunia Nya.

Sebatang pelepah kelapa yang sudah dipotong-potong bagian daunnya merupakan salah satu peralatan upacara adat, yaitu sebagai tempat menancapkan kue apam. Hal ini dilakukan guna mempersiapkan pelaksanaan tradisi Batumbang.

Adalah Tradisi Batumbang yang digelar Warga Desa Batang Kulur Kanan Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) Kalimantan Selatan, pada lebaran Idul Adha kemaren (31/7/2020) petang.

Kebanyakan, yang menggelar tradisi Batumbang ini,adalah mereka yang mempunyai anak balita.

Seperti yang dilansir kalselpos.com, kegiatan yang diiringi lantunan shalawat dan do’a-do’a dimulai dengan menghadirkan bocah atau balita yang akan ditimbang ditengah undangan yang hadir. Kemudian si penumbang menancapkan kue apam ke pelepah kelapa yang daunnya sudah dipotong. Banyaknya kue apam yang di tancap ke pelepah kelapa setinggi tubuh balita yang di tumbang.

Do’a-do’a  pun dipanjatkan dari warga yang hadir untuk sang bocah yang di tumbang agar sang bocah diberikan umur yang panjang dan kesehatan yang baik.

Kendati tak jarang kegiatan ini, digelar secara sederhana,namun masyarakat setempat telah menganggap Tradisi Batumbang ini, merupakan sebuah adat budaya dan menjadikan tradisi ini selalu dilaksanakan secara turun temurun.

Batumbang merupakan wujud rasa syukur kepada Tuhan atas capaian yang telah didapat. Batumbang juga merupakan do’a dan pengharapan insan kepada sang pencipta.

Galuh Pandan Sari yang balitanya turut ikut Batumbang mengatakan, selain wujud rasa syukur agar senantiasa putranya diberikan kesehatan, tradisi ini juga untuk mempertemukan keluarga dan handai taulan yang jauh di perantauan.” Disaat lebaran biasanya keluarga pada pulang kampung dan berkumpul bersama untuk berlebaran,” ucap  ibu dua putra ini.

Meski tak mengetahui persis asal mu asal sejarah tradisi Batumbang ini, tokoh setempat yang sempat dibincangi kalselpos.com, Muhammad Yurda menjelaskan, tradisi ini sudah merupakan adat leluhur mereka yang digelar setiap lebaran. Baik lebaran Idul Fitri maupun Idul Adha. “Kami tak mengetahui persis sejarah dari Batumbang ini namun kami hanya mengikuti tradisi nini datu (leluhur) yang telah ada,” ungkap Yurda.

Walaupun biasanya yang ikut Batumbang kebanyakan anak balita saja, namun menurut warga setempat tak sedikit juga orang dewasa melaksanakan Batumbang ini. “Biasa mereka yang bernazar atau hajat nya terkabul,lalu turut melaksanakan Batumbang,” tutur Nurlaini.

Kendati hanya sebagian kecil masyarakat di Hulu Sungai Selatan yang melaksanakan tradisi yang telah lama ada ini, namun diharapkan kearifan lokal budaya setempat ini, tetap terjaga dan terus dilestarikan. (Ahmad Fauzie/Zakiri/Mzr)

 184 total views,  2 views today

Check Also

Mengungkap Misteri Indahnya Lagu Banjar lewat Bedah Buku Biografi Anang Ardiansyah

Banjarmasin, mediaprospek.com – Dua Tokoh berbeda Sabtu siang (19/09/2020) mengupas tuntas buku biografi salah satu …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.