Home / Daerah / 20 Ribu Peserta Didik Butuhkan Internet Pendidikan Gratis

20 Ribu Peserta Didik Butuhkan Internet Pendidikan Gratis

 

Kepala Dinas Pendidikan Kalsel M. Yusuf Effendi (Foto/Mzr)

Banjarmasin, mediaprospek.com–Peserta Didik di masa pandemi yang membutuhkan internet Pendidikan gratis untuk dukungan proses belajar sistem daring kurang lebih ada 20 ribuan dari 127 ribu lebih siswa. Oleh karenanya  menindaklanjuti rekomendasi dari Komisi IV DPRD Kalsel, bahwa hal tersebut merupakan aspirasi yang berkembang dari masyarakat kepada Komisi IV beberapa waktu yang lalu. Maka Komisi IV memformulasikan, kemudian menerbitkan rekomendasi kepada Pemerintah Daerah. Kepala Dinas Pendidikan Kalsel M. Yusuf Effendi, usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi IV DPRD Kalsel dan Tim Gugus Tugas, mengemukakan hal itu kepada wartawan, Rabu, (01/07/2020).

M. Yusuf Effendi mengatakan, saat ini dunia pendidikan itu membutuhkan dua hal, yang pertama adalah terkait bantuan kuota internet gratis dan kedua terkait alat tulis atau peralatan tulis untuk siswa. Sedangkan masalah anggarannya tergantung dana yang memungkinkan dari Covid 19 itu. Perkaliannya, kalau internet itu dianggap selama masa belajar dari rumah bahwa akan berlangsung sampai bulan Desember berarti 6 bulan dikali Rp. 90 ribu.

“Kalau keperluan bantuan pada buku barangkali bisa pada program lain, karena saat ini belum juga belajar di sekolah, namun jika belajar di rumah, maka hal ini menggunakan sistem daring atau internet. Belajar daring sesuai dengan program satuan pendidikan masing-masing,” kata M Yusuf Effendi.

“Jadi bantuan anggaran ini porsinya Komisi IV, kami tidak punya hak. Kalau dianggarkan misalnya di APBD Perubahan, silakan,  istilahnya jika menurut sudut pandang penting mendesaknya,  mungkin akan menggunakan dana penanganan Covid, tapi tadi telah disampaikan pengambilan keputusan akan bersama juga dari Covid dengan Komisi IV,” kata M. Yusuf Effendi.

Dikatakan, proses pembelanjaran tatap muka itu tetap lebih unggul dibanding dengan daring. Daring ini pasti ada kelemahan, tetapi sesuai petunjuk Mendikbud dalam kondisi pandemi Covid 19 ini, maka proses pembelajaran dari rumah menggunakan daring. “Jadi kita berharap mudah-mudahan proses belajar mengajar itu tetap jalan, walaupun tidak terlalu ketat dalam arti harus terpenuhi tuntutan kurikulum yang penting adalah proses pembelajaran bermakna,” pungkas M. Yusuf Effendi.

Terkait Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang laporannya banyak masuk tidak bisa akses, hal ini karena terjadi adanya gangguan. Pagi tadi di Martapura menginformasikan lancar, tidak ada hambatan. Berarti tersiar saja menyeluruh.  “Waktunya SMA/SMK/SMP sama, kemarin kita batasi dari tanggal 29 Juni sampai 1 Juli. Sekarang menjadi 29 Juni – 3 Juli 2020, dua hari tambahannya,” jelas M Yusuf Effendi. (Ais/Mzr)

 112 total views,  2 views today