Home / Ekonomi & Bisnis / Nilai Ekspor Kalsel Turun 31,75 Persen dan Impor juga Turun Sebesar 47,65 Persen

Nilai Ekspor Kalsel Turun 31,75 Persen dan Impor juga Turun Sebesar 47,65 Persen

Kepala Bidang Distibusi Badan Pusat Statistik (BPS) Prov. Kalsel, Fachri Ubadiyah (Foto: Dokumen BPS Prov Kalsel)

Perkembangan Ekspor dan Impor Kalimantan Selatan Bulan Mei Tahun 2020

Banjarmasin, mediaprospek.com–  Nilai ekspor Kalimantan Selatan bulan Mei 2020 mencapai US$368,96 juta atau turun 31,75 persen dibanding ekspor bulan April 2020 yang mencapai US$$540,58 juta dan turun 39,85 persen jika dibandingkan dengan nilai ekspor bulan Mei 2019 yang mencapai US$613,36 juta. Adapun kelompok komoditas barang berdasarkan HS 2 dijit yang paling banyak diekspor adalah kelompok bahan bakar mineral (HS 27) sebesar US$291,64 juta dan negara tujuan ekspor terbesar adalah Tiongkok dengan nilai US$147,96 juta.

Nilai impor Kalimantan Selatan bulan Mei 2020 sebesar US$20,03 juta atau turun sebesar 47,65 persen dibanding impor bulan April 2020 yang mencapai US$38,25 juta. Sedangkan jika dibandingkan dengan nilai impor bulan Mei 2019, nilai tersebut turun sebesar 78,07 persen yang pada saat itu nilainya mencapai US$91,30 juta. Komoditas barang berdasarkan HS 2 dijit yang paling banyak diimpor adalah kelompok bahan bakar mineral (HS 27) sebesar US$15,08 juta dan negara asal impor dengan nilai terbesar adalah Malaysia sebesar US$14,83 juta.

Neraca perdagangan ekspor impor Kalimantan Selatan bulan Mei 2020 surplus US348,93 juta.

Mulai tahun 2020, nilai ekspor dihitung menurut ekspor provinsi asal dan nilai impor dihitung menurut data impor yang tercatat pada Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Banjarmasin dan Kotabaru.

Perkembangan Ekspor Ekspor barang asal Kalimantan Selatan pada bulan Mei tahun 2020 mencapai US$368,96 juta atau turun sebesar 31,75 persen dibanding nilai ekspor bulan April 2020 yang mencapai US$540,58 juta. Apabila dibandingkan dengan nilai ekspor bulan Mei 2019 yang mencapai US$613,36 juta, nilai ekspor bulan Mei 2020 ini turun 39,85 persen. Kepala Bidang Distibusi Badan Pusat Statistik (BPS) Prov. Kalsel, Fachri Ubadiyah beserta jajaran pada saat Jumpa Pers Bulanan kepada wartawan Media Cetak, Elektronik dan Online, serta para undangan dari Bank BI dan Satuan Organisasi Perangkat Daerah (SOPD) Pemprov Kalsel secara live streaming via youtube mengatakan hal itu, seputar perkembangan ekspor dan impor kalimantan selatan bulan mei tahun 2020, Rabu (1/07/2020), siang.

Fachri menjelaskan, ekspor menurut kelompok barang (HS 2 Dijit) Kelompok barang utama penyumbang ekspor terbesar Kalimantan Selatan bulan Mei 2020 berdasarkan kode Harmonized System (HS) 2 dijit ada pada kelompok bahan bakar mineral (HS 27) dengan nilai US$291,64 juta. Nilai tersebut mengalami penurunan sebesar 15,41 persen dibanding ekspor bulan April 2020.

Sementara itu, kata Fachri, di urutan kedua adalah kelompok lemak & minyak hewan/nabati (HS 15) yang menyumbang ekspor dengan nilai US$39,51 juta, yang mengalami penurunan sebesar 11,43 persen. Di urutan ketiga adalah kelompok kayu, barang dari kayu (HS 44) dengan nilai ekspor US$19,22 juta yang turun sebesar 34,06 persen. Berdasarkan kontribusinya terhadap total ekspor bulan Mei 2020, kelompok bahan bakar mineral (HS 27) memberikan kontribusi terbesar yaitu sebesar 79,04 persen.

Kemudian diikuti oleh kelompok lemak & minyak hewan/nabati (HS 15) dan kelompok kayu, barang dari kayu (HS 44) dengan kontribusi masing-masing sebesar 10,71 persen dan 5,21 persen.

“Berikutnya di urutan keempat dan kelima terdapat kelompok karet dan barang dari karet (HS 40) dan kelompok bijih, kerak, dan abu logam (HS 26) dengan kontribusi masing-masing sebesar 1,44 persen dan 0,85 persen. Peranan ekspor kelima kelompok barang ini pada bulan Mei 2020 mencapai 97,25 persen dari total ekspor melalui pelabuhan muat di Kalimantan Selatan,” sebut Fachri.

Fachri mengatakan, ekspor menurut negara tujuan utama, nilai ekspor tertinggi pada bulan Mei 2020 adalah ekspor dengan tujuan ke Tiongkok sebesar US$147,96 juta. Nilai ekspor tersebut mengalami penurunan sebesar 8,34 persen dibanding ekspor bulan April 2020 yang mencapai US$161,43 juta. Kemudian di urutan berikutnya adalah ekspor ke Singapura sebesar US$36,11 juta, yang mengalami penurunan sebesar 9,58 persen.

“Berada di urutan ketiga adalah ekspor ke India sebesar US$33,59 juta yang naik sebesar 19,67 persen dibandingkan nilai ekspor ke negara ini bulan April 2020. Selanjutnya di urutan keempat dan kelima adalah Malaysia dengan nilai ekspor US$30,22 juta dan Jepang dengan nilai ekspor US$24,46 juta,” kata Fachri.

“Nilai ekspor kelima negara tujuan utama pada bulan Mei 2020 mencapai US$272,35 juta yang turun sebesar 12,38 persen dibandingkan nilai total kelima negara tersebut pada bulan April 2020 yang mencapai US$310,84 juta. Nilai ekspor Kalimantan Selatan kelima negara tujuan utama tersebut memberikan kontribusi sebesar 73,82 persen terhadap total ekspor Mei 2020,” jelas Fachri.

“Perkembangan Impor Nilai impor Kalimantan Selatan pada bulan Mei 2020 mencapai US$20,03 juta atau turun sebesar 47,65 persen dibanding nilai impor bulan April 2020 yang mencapai US$38,25 juta. Bila dibandingkan dengan nilai impor bulan Mei 2019 yang mencapai US$91,30 juta, maka nilai impor bulan Mei 2020 turun sebesar 78,07 persen,” tambah Fachri.

 

Fachri memaparkan, impor menurut kelompok barang (hs 2 dijit), pada bulan Mei 2020 tiga kelompok barang yang mempunyai nilai impor tertinggi adalah kelompok bahan bakar mineral (HS 27), diikuti kelompok berbagai produk kimia (HS 38), dan garam, belerang, kapur (HS 29). Nilai impor untuk ketiga kelompok barang tersebut masing-masing adalah HS 27 sebesar US$15,08 juta, HS 38 sebesar US$1,64 juta, dan HS 29 sebesar US$1,02 juta.

Kontribusi dari masing-masing kelompok tersebut adalah 75,28 persen, 8,18 persen, dan 5,09 persen dari total impor Mei 2020.  Nilai impor 5 kelompok barang utama pada bulan Mei 2020 mencapai US$18,72 juta dengan kontribusi mencapai 81,14 persen dari total impor.

Sedangkan dari sisi perkembangan, nilai impor 5 kelompok barang utama tersebut pada bulan Mei 2020 ini mengalami penurunan sebesar 46,62 persen dibanding dengan impor kelimanya pada bulan April 2020.

Impor Menurut Negara Asal Utama Nilai impor Kalimantan Selatan pada bulan Mei 2020 tertinggi berasal dari Singapura dengan nilai US$14,83 juta, yang naik sebesar 33,55 persen dibandingkan impor pada bulan April 2020 yang mencapai US$11,10 juta.

Berada di urutan kedua adalah Malaysia dengan nilai impor mencapai US$1,61 juta yang mengalami penurunan sebesar 88,08 persen. Sedangkan berada di urutan ketiga adalah Jerman dengan nilai impor US$0,64 juta. Kontribusi impor dari Singapura mencapai 74,06 persen dari total nilai impor Kalimantan Selatan bulan Mei 2020, sedangkan impor dari Malaysia dan Jerman memberikan kontribusi masing-masing sebesar 8,02 persen dan 3,20 persen.

Pada bulan Mei 2020 ini posisi keempat dan kelima ditempati oleh Jepang dan Tiongkok, dengan nilai impor masing-masing sebesar US$0,55 juta dan US$0,54 juta. Nilai impor 5 negara asal utama pemasok impor ke Kalimantan Selatan tersebut pada bulan Mei 2020 mencapai US$18,17 juta dengan kontribusi sebesar 90,73 persen.

Dilihat dari sisi perkembangan, impor dari 5 negara tujuan utama tersebut turun sebanyak 32,20 persen dibanding nilai impor kelimanya pada bulan April 2020.

Impor Menurut Golongan Penggunaan Barang Jika dirinci menurut penggunaan barang ekonomi, selama bulan Mei 2020 impor golongan barang konsumsi Kalimantan Selatan mencapai US$1,08 juta, turun 59,58 persen dibanding bulan April 2020. Begitu pula golongan bahan baku/penolong mengalami penurunan hingga 48,43 persen menjadi US$18,25 juta dibanding bulan April 2020 yang mencapai US$35,39 juta. Sedangkan impor golongan barang modal mengalami kenaikan sebesar 269,20 persen dari US$0,19 juta di bulan April 2020 menjadi US$0,70 juta di bulan Mei 2020 ini.

Sementara jika dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya (year on year), ketiganya pun mengalami penurunan, adapun perubahan masing-masing adalah golongan barang konsumsi mengalami penurunan 62,88 persen (dari US$2,91 juta), bahan baku/penolong mengalami penurunan 74,07 persen (dari US$70,38 juta), dan barang modal mengalami penurunan sebesar 96,13 persen (dari US$18,00 juta).

Neraca  Perdagangan Neraca Perdagangan Kalimantan Selatan tetap menunjukan nilai yang positif. Pada bulan Mei 2020 ini, neraca perdagangan ekspor impor surplus sebesar US$348,93 juta, nilai tersebut lebih kecil dibandingkan neraca perdagangan pada bulan April 2020 lalu yang surplus sebesar US$502,33 juta. (Ais/Mzr/BPS Prov Kalsel/ Tabloid Prospek Banjarmasin)

 101 total views,  1 views today