KPU Kalsel Berharap APD dalam Bentuk Barang

Ketua KPU Kalsel Sarmuji (fOTO/Fuad)

Banjarmasin, mediaprospek.com—Ketua KPU Kalsel Sarmuji kepada Wartawan di sela-sela rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi I DPRD Kalsel, selasa (09/06/2020) mengatakan, dalam masa pandemi covid-19 ini, pihaknya telah mengusulkan ke Pemprov Kalsel, berkenaan dengan Alat Pelindung Diri (APD), masker dan sebagainya. Mulai dari kebutuhan di tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Panitia Pemungutan Suara (PPS), Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dan Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP). Diharapkan alat-alat pelindung diri (APD) dalam bentuk barang, tidak dalam bentuk pengadaan.

Sarmuji mengatakan, selain itu pengajuan tambahan untuk honor adhoc, ada kenaikan PMK pada tahun 2019, yang telah diskusikan, yang akhirnya merevisi kembali anggaran sebelum Covid dan di masa Covid. Ada beberapa kegiatan dengan anggaran hampir Rp. 3 Milyar.

“Kami tidak menggunakannya, karena tidak menggunakan dengan istilah rapat di kantor, di hotel, tapi semua rapat dengan daring, dengan sistem Zoom, jadi rapat mereka di tempat.  Begitu juga Kabupaten/Kota, sehingga kegiatan-kegiatan  dilakukan seperti itu, sehingga ada penghematan sekitar Rp. 3 milyar dan kami tadi memang ada kekurangan, berkenaan dengan Pemungutan Suara Ulang (PSU), jika kalau nanti ada PSU,” jelasnya.

Sarmuji juga menjelaskan, ada santunan kalau ada kejadian seperti tahun 2019, kalau terpapar Covid itu wilayahnya Gugus Tugas. Kemudian lagi adalah honor Adhoc penyelenggara. PPK selaku penyelenggara dinaikkan karena pekerjaan mereka ada dua kotak, yang lebih berat dari pada pelaksana yang hanya satu kotak. Sehingga pelaksana itu tetap menggunakan PMK 2018. Sedangkan untuk yang penyelenggara menggunakan PMK 2019. “Tetapi tidak full, Ketua PPK itu Rp. 2,200 juta,  hanya dibayar Rp. 2 juta saja, plafon itu tidak kita maksimalkan,” katanya.

“Kami telah ajukan tambahan di luar APD yaitu PSU, santunan dan kenaikan honor adhoc di penyelenggara sekitar Rp. 5,532 juta. Jadi anggaran seluruhnya Rp. 5.532.212.000,- (lima milyar lima ratus tiga puluh dua juta dua ratus dua belas ribu rupiah).

“Untuk APD pemilih semuanya kita serahkan ke Pemprov, mudah-mudahan kita tidak diberikan uang, tetapi diberi barang, termasuk pemilih juga dimasukkan. Dalam aturan sebagian pemilih harus disediakan masker dan sudah usulkan. Jadi saat masuk ke bilik sudah ada masker dan sarung tangan plastik. Semuanya ada 13 item, nanti dalam perjalanan akan dievaluasi kegiatan tersebut,” jelas Sarmuji.

Pada prinsipnya KPU siap dalam menghadapi kondisi masa pandemi Covid dan mengikuti protapnya, mudah-mudahan Pemprov menyajikan itu. “Dalam hal ini kami memilih barang karena lebih nyaman pengadaannya, sedangkan untuk pengadaan, kami tidak sanggup disertai batas waktu pada tanggal 15 Juni ini, PPDP dan KPPS sudah mulai bekerja. Tentunya tidak mungkin lagi dalam 30 hari bisa mengadakan pengadaan. Walaupun sebenarnya terlambat, tapi kalau di Gugus Tugas itu kan mereka sudah ada,” beber Sarmuji.

Begitu juga untuk kesiapan petugas di tingkat bawah, kalau diantara mereka ada yang tidak siap atau ada yang mundur, mereka akan kita ganti. Dari jajaran kami yang hanya ada beberapa KPPS dan ada yang reaktif di Tapin katanya. “Saya bilang kalau ada yang reaktif, nanti pelantikannya, tidak usah dulu. Karena pelantikan itu menggunakan daring semua,” tandas Sarmuji.

“Begitu juga dengan pemutakhiran data pemillih pun nantinya, kita tidak menggunakan door to door, tetapi daring. Jadi semuanya tidak bersentuhan, kita menghindari hal-hal seperti itu. Mudah-mudahan kawan-kawan tidak ada yang terpapar. Tapi kalau mungkin ada yang terpapar, mungkin karena mereka jalan sendiri, padahal tugas mereka di rumah sudah cukup kan pakai HP,” ungkap Sarmuji. (Ais/Mzr/tabloidprospekbanjarmasin).

 206 total views,  2 views today

Check Also

Pengunduran Diri Pegawai KPK, Ka Biro Humas KPK Jangan Bernuansa Drama

  Oleh : Syahrir Irwan Yusuf, SH (Pengamat dan Praktisi Hukum) Dalam akhir pekan lalu, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.