Home / Ekonomi & Bisnis / Diharapkan 15 Juni APD Sudah Ada

Diharapkan 15 Juni APD Sudah Ada

 

Koordinator Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu Kalsel Azhar Aldo Ridhani, (foto/Ist)

Banjarmasin, mediaprospek.com–Ketua Badan Pengawasan Pemilihan Umum (Bawaslu) Prov. Kalsel Erna Kaspiyah,S.Ag, M.Si melalui Koordinator Divisi Penindakan Pelanggaran Azhar Aldo Ridhani, kepada Wartawan di sela-sela rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi I DPRD Kalsel, selasa (09/06/2020) mengatakan, untuk Pilkada tahun 2020 ini yang berkenaan di masa Pandemi covid-19 ini, bahwa dari Pusat sampai saat ini belum ada anggarannya. Selanjutnya dimohonkan kepada Pemerintah Daerah (Pemprov_red) dan sudah disimulasi anggaran untuk Alat Pelindung diri (APD) kurang lebih Rp. 5 Milyar, permintaan bukan dalam bentuk uang, tetapi dalam bentuk material. Dan mudah-mudahan pada tanggal 15 Juni ini APD tersebut sudah ada.

Azhar menjelaskan, proses pengadaannya diserahkan kepada Pemda untuk mempermudah proses kegiatan kerja-kerja pengawasan Bawaslu. “Saat ini dana Rp. 60 Milyar yang dihibahkan Pemda kepada Bawaslu itu sudah mencukupi. Oleh karena itu, kami mengadaptasikan penambahan-penambahan itu anggaran-anggaran yang bisa, seperti Rakoor dialihkan  ke organisasi,” katanya.

“Jadi kami ini mengalihkan anggarannya sebenarnya, karena misalnya anggaran pertemuan di hotel memerlukan dana yang lebih besar. Kalau diadaptasikan dengan Covid 19 ini, tentu saja kami memakai anggarannya melalui mekanisme Zoom atau aplikasi virtual. Sehingga yang dibutuhkan penganggaran itu misalnya, untuk komunikasi saja atau pembelian kuota, seperti itu saja, inilah yang bisa kami hemat dan tidak ada penambahan,” ujar Azhar.

“Kecuali pada penambaahan APD tadi yang memang di luar dugaan, karena dalam rangka keselamatan anggota-anggota di bawah. Komisi I sedang memperjuangkan ke Pemda, kami pun bergerak juga dan teman-teman sudah mensimulasikan, mudah-mudahan Pemda bisa memfasilitasinya,” harapnya.

“Dan saat ini kami sudah mulai mengaktifkan pengawas kecamatan dan pengawas desa yang sebelumnya di non aktifkan,” tambah Azhar.

Kekhawatiran dalam menghadapi masa pandemi ini tentu ada, Bawaslu telah melakukan proses verifikasi terhadap para anggota pengawas kecamatan dan pengawas desa untuk kesiapannya. “Insya Allah mereka siap semuanya, kecuali bagi anggota pengawas kecamatan yang non aktif itu dia bekerja di tempat lain. Tentu saja kami tidak bisa berharap banyak dan akan menggantinya, tetapi itu tidak banyak, mungkin puluhan lah, kami bisa menggantinya langsung,” jelas Azhar.

“Terkait Covid, Insya Allah tidak ada yang mundur, karena niatnya mulai dari awal sudah siap mengikuti kerja-kerja pengawasan di tahapan Pilkada sampai selesai, tinggal kita saja yang mengadaptasikan. Jadi persiapan ini mudah-mudahan dibarengi dengan kesiapan alat APD dan BPJS, sudah disiapkan juga sampai ke Pengawas TPS. Ikhtiarnya memang seharusnya seperti itu,” ungkap Azhar.

“Jadi kami maksimalkan pada pola kesehatan di BPJS nya kalau ada yang sakit. Tapi kalau kemudian ada yang meninggal, tentunya ada santunan spontan nantinya, sebagaimana Pemilu di tahun 2014 memungkinkan saja kami bisa menyelesaikan itu secara institusional. Kalau misalnya di tengah perjalanan tiba-tiba ada petugas yang mengundurkan diri, kami juga sudah menyiapkan PAWnya (Pengganti Antar Waktu_red)  dan Insya Allah tidak  masalah,” beber Azhar. (Ais/Mzr/tabloidprospekbanjarmasin).

 

 123 total views,  1 views today