Home / Daerah / Dr. H. Mirhan : FKUB Sudah Sering Menyampaikan kepada Masyarakat tentang Bahayanya Teroris

Dr. H. Mirhan : FKUB Sudah Sering Menyampaikan kepada Masyarakat tentang Bahayanya Teroris

Rapat dengar pendapat (RDP) DPRD Kalsel bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) membahas seputar Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) di Kalsel, nampak paling pojok kiri, Ketua FKUB Kalsel, Dr. H. Mirhan. Senin, (8/06/2020). (Foto/mzr)

Banjarmasin, mediaprospek.com–Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Prov. Kalsel, Dr. H. Mirhan, ketika diminta komentarnya, masalah dugaan serangan teroris di Markas Polsek Daha Selatan Kab. HSS, Kandangan, Senin (1/6/2020) sekitar pukul 02.15 WITA, yang menewaskan seorang anggotanya, Brigadir Leonardo Latupapua. Usai rapat dengar pendapat (RDP) DPRD Kalsel bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) membahas seputar Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) di Kalsel, menjelaskan kepada wartawan, FKUB sering kali sudah menyampaikan makalah atau sosialisasi kepada masyarakat tentang bahayanya teroris, hal ini dikarenakan menyangkut agama Islam. Senin, (8/06/2020), siang.

Menurut Mirhan, pemahaman-pemahaman tentang jihad, khilafah, tentang bunuh diri atau membunuh orang lain yang nanti ganjarannya surga, itu akan dapat dijelaskan nanti melalui apa. “Kami sudah sampaikan kepada Forum Koordinasi Penggulangan Teroris (FKPT) Prov Kalsel, melalui ulama yang nanti bisa menjelaskan,” kata Mirhan.

Mirhan menjelaskan, nanti akan ada narasi-narasi penjelasan tentang teroris itu. “Kepada tokoh-tokoh agama, kami juga menyampaikan kepada mereka, agar jangan sampai nanti kita tercederai kerukunan antar agama di Kalsel ini,” kata Mirhan.

“Mudah-mudahan itu bisa disikapi terutama pimpinan-pimpinan agama. Jadi jangan sampai terprovokasi adanya kejadian itu dan Alhamdulillah kejadian tersebut tidak menyentuh tempat ibadah, kalau dulu di Surabaya itu sudah menyentuh tempat ibadah, sehingga itu menyentuh tokoh-tokoh agama dan agama lain,” beber Mirhan.

“Kemarin kami sudah melakukan rapat untuk menentukan sikap, namun dari pihak yang berwenang mengatakan bahwa itu masih dalam penyelidikan, kita tunggu saja hasilnya dari penyelidikan kepolisian. Biasanya kami ada pernyataan-pernyataan sikap, tetapi ya menunggu hasil penyelidikan dulu. Mudah-mudahan  nanti dalam waktu dekat ini kami juga akan ada pernyataan-pernyataan, berkoordinasi kepada tokoh-tokoh agama, pimpinan-pimpinan agama akan memberikan respon terhadap kejadian yang telah lalu itu,” ujar Mirhan.

“Sebenarnya dalam penyampaian ke kepolisian, gejala-gejala teroris itu sudah ada, tapi kejadian riil ini yang mengejutkan. Kita ini kan dasar Pancasila, berkaitan dengan 1 Juni hari Pancasila. Pancasila sebagai dasar negara itu yang bertentangan dengan paham mereka. Jadi kalau dikatakan bahwa itu Islam, ya tidak, mereka memahami Islam itu keliru, itu yang mau diluruskan oleh para ulama,” ungkap Mirhan.

“Nanti kami akan bekerjasama terutama dengan ulama, tokoh agama. Kalau tokoh agama kan memberikan pemahaman terhadap masing-masing umatnya. Jangan sampai kejadian itu dijadikan untuk tidak rukun. Kepada para ulama kami minta terutama berkaitan dengan narasi-narasi mereka itu tentang jihad, tentang bunuh diri akan dapat bidadari dan sebagainya. Itu akan dijelaskan oleh para ulama dan bisa melalui medsos. Kami kemarin sudah menyampaikan terutama kepada MUI Kalsel,” tambah Mirhan.

Ditanyakan tentang Pemahaman  Jihad menurut Islam itu seperti apa ?, Mirhan, menjelaskan, bahwa
arti jihad itu bukan berarti membunuh orang atau orang yang berbeda paham atau mengkafirkan orang atau yang di luar pahamnya,  halal darahnya itu, jihad.

“Nah, jihad dalam Islam itu sangat luas sekali pengertiannya. Memang intinya menegakkan Islam, kemudian berjihad dengan harta dengan jiwa dan sebagainya. Jihad itu sangat luas pengertian dan pemahamannya. Jadi disini bukan jihad dalam arti sempit. Itulah yang perlu dijelaskan nanti kepada mereka,” pungkas Mirhan. (Ais/Mzr).

 

 115 total views,  3 views today