Home / Daerah / BI Kalsel Terus Dorong Masyarakat Gunakan Transaksi Non Tunai (TNT)

BI Kalsel Terus Dorong Masyarakat Gunakan Transaksi Non Tunai (TNT)

Distribusi Uang Tunai selama Puasa dan Idul Fitri serta Kebijakan Sistem Pembayaran di Masa Pandemi COVID-19,   (Layanan Penukaran Uang Tunai selama Ramadhan dan Idul Fitri Tahun 2020)

 

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Prov. Kalsel Amanlison Sembiring

 Banjarmasin, mediaprospek.com— KPwBI Prov. Kalsel senantiasa menjaga kecukupan uang tunai untuk kebutuhan puasa dan lebaran, di samping terus mendorong penggunaan transaksi non tunai.  BI telah menyediakan uang tunai Rp 2,805 T (terdiri dari Uang Pecahan Besar (UPB) sebesar Rp 2,54 T dan Uang Pecahan Kecil (UPK) Rp 258 M) guna menghadapi Ramadhan dan Idul Fitri 2020 tadi.  Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Prov. Kalsel Amanlison Sembiring didampingi Kepala Grup Advisory Ekonomi Keuangan dan Pengembangan Ekonomi, Rahmat Dwisaputra,  Ekonom Ahli Tim Pengembangan Ekonomi, Dadi Esa Cipta, Ekonom Ahli Koordinator Asesmen Ekonomi dan Keuangan Regional, Donni Fajar Anugrah, Kepala Divisi SP,PUR dan Layanan Administrasi, R. Bambang Setyo Pambudi, pada acara “Bincang Bersama Media” Banjarmasin, secara live streaming via youtube mengatakan hal itu kepada para awak media, pada jumat (5/06/2020), siang.

Namun demikian, kata Amanlison,  realisasi uang tunai selama Ramadan dan Idul Fitri tahun 2020 mengalami penurunan signifikan 30,56% atau turun Rp 0,71 T dibanding tahun sebelumnya menjadi sebesar Rp 1,60 T, terdiri dari UPB sebesar Rp 1,44 T dan UPK sebesar Rp 165 M.

Amanlison menandaskan, Berkaitan dengan hal tersebut, KPwBI Prov. Kalsel telah memperpanjang jadwal layanan penukaran uang tunai dari 29 April – 20 Mei 2020, menjadi hingga 15 Juni 2020. Penukaran uang oleh masyarakat dapat dilakukan di kantor cabang bank-bank umum yang ada di Kalsel.

“Kebijakan Sistem Pembayaran di Masa Pandemi COVID-19, dengan adanya pandemi COVID-19 membuat integrasi ekonomi dan keuangan digital semakin diperlukan, di mana digital payment memiliki peranan yang sangat penting,” kata Amanlison.

“Dalam kondisi new normal, implementasi QRIS TTM (tanpa tatap muka/contactless) oleh pelaku usaha maupun masyarakat diharapkan mampu mencegah penyebaran COVID-19, mengingat terdapat 2 (dua) pasar tradisional yang menjadi klaster penyebaran Covid-19 di Kalimantan Selatan,” beber Amanlison.

“Hingga saat ini terdapat 36 industri yang terdaftar sebagai PJSP QRIS dan terus bertambah. Untuk mendukung peningkatan merchant QRIS khususnya di masa pandemik, Bank Indonesia bekerjasama dengan Industri untuk melakukan pendaftaran merchant QRIS secara online,” ungkapnya.

 

MANFAAT QRIS

Masyarakat : Keren dan kekinian, Transaksi cepat dan pengeluaran tercatat, Aman dan terlindungi karena diawasi BI, Efisen tanpa uang kembalian dan bebas biaya. Lebih higienis tanpa kontak fisik.

 

Pedagang (Merchant) : Mengikuti tren sehingga meningkatkan penjualan, Menerima pembayaran secara higienis, Transaksi tercatat dan langsung masuk rekening. Efisen tanpa uang kembalian dan bebas risiko pencurian serta uang palsu. Membangun credit profile dengan mudah.

 

Bank Pembangunan Daerah (BPD) Flow trend dan persiapan menuju New Normal, Stickiness dari existing customer  dan menarik customer base baru, Persiapan implementasi Elektronifikasi Transaksi Pemda. Sumber dana murah dan income  baru (MDR). Segmen market baru, khususnya debitur segmen. (Ais/Mzr/ tabloid Prospek Banjarmasin)

 

 70 total views,  2 views today