BI Dorong Percepatan Pemulihan UMKM dan Pengembangan Ekonomi Syariah di Kalsel

Digitalisasi UMKM dan Pengembangan Ekonomi Syariah

 

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Prov. Kalsel Amanlison Sembiring (nomor dua dari kiri). (foto/Humas BI/Ist)

 Banjarmasin, mediaprospek.com–Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Prov. Kalsel Amanlison Sembiring didampingi Kepala Grup Advisory Ekonomi Keuangan dan Pengembangan Ekonomi, Rahmat Dwisaputra,  Ekonom Ahli Tim Pengembangan Ekonomi, Dadi Esa Cipta, Ekonom Ahli Koordinator Asesmen Ekonomi dan Keuangan Regional, Donni Fajar Anugrah, Kepala Divisi SP,PUR dan Layanan Administrasi, R. Bambang Setyo Pambudi, pada acara “Bincang Bersama Media” Banjarmasin, pada jumat (5/06/2020), secara live streaming via youtube mengatakan, dalam rangka mendorong percepatan pemulihan UMKM dan pengembangan ekonomi syariah di Kalimantan Selatan, Pw BI Prov. Kalsel telah melakukan upaya-upaya sebagai berikut:

  1. UMKM Digital : Melakukan pelatihan online serta monitoring/pendampingan pasca pelatihan dalam rangka peningkatan kapasitas, serta melakukan kurasi UMKM terpilih untuk seleksi IKRA (Industri Kreatif Syariah).
  2. UMKM Care Center : Mendorong instansi/dinas terkait untuk membentuk UMKM Care Centre sebagai media konsultasi, pendampingan, dan memfasilitasi UMKM dengan lembaga keuangan, serta perlunya pembentukan aggregator untuk menyerap produk UMKM.
  3. UMKM Connect : Program yang menghubungkan UMKM dengan pelanggan (masyarakat) untuk mempromosikan produk-produk UMKM, meningkatkan akses pemasaran UMKM sebagai upaya menjaga kinerja UMKM melalui :

–  Mendorong penyelenggaraan bazaar virtual produk kuliner selama 24 hari dengan menggunakan momentum Ramadhan (bekerjasama dengan TPID dan SKPD terkait).

– Mendorong UMKM untuk Go Online bekerjasama dengan dinas/instansi terkait, asosiasi UMKM dan Marketplace.

–  Melakukan pelatihan online bekerjasama dengan satuan kerja terkait di KPBI serta monitoring/pendampingan pasca pelatihan dalam rangka peningkatan kapasitas, melakukan kurasi UMKM terpilih untuk seleksi IKRA (Industri Kreatif Syariah).

Selanjutnya, kata Amanlison, dalam rangka meningkatkan kapasitas ekonomi dan UMKM di Provinsi Kalimantan Selatan, KPwBI Prov. Kalsel telah melakukan :

Pelatihan virtual seperti budidaya ikan air tawar dan hidroponik di lahan yang terbatas, serta penyaluran Program Sosial Bank Indonesia berupa sarana dan pra-sarana produksi (saprodi).

Pelatihan keuangan kepada UMKM, serta pembukaan akses pasar baik ekspor maupun lokal, bekerjasama dengan Kantor Pusat Bank Indonesia dan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Luar Negeri (Jepang dan Singapura).

Mendorong pembentukan aggregator oleh lembaga/institusi pemerintah daerah seperti Dekranasda, BUMD dll untuk membantu penyerapan, pemasaran dan publikasi produk UMKM secara lebih struktural dan masif.

Melakukan webinar Blueprint Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah dalam rangka mendorong optimalisasi potensi ekonomi dan keuangan syariah di Kalimantan Selatan (keuangan, food, fashion, integrated farming dan wisata halal).

Melalui webinar diharapkan potensi pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Kalsel dapat dioptimalkan baik oleh akademisi, praktisi, tokoh masyarakat, mahasiswa/i dan pesantren serta penggerak ekonomi syariah di Kalimantan Selatan.

 

Distribusi Uang Tunai selama Puasa dan Idul Fitri serta Kebijakan Sistem Pembayaran di Masa Pandemi COVID-19   Layanan Penukaran Uang Tunai di Ramadhan dan Idul Fitri 2020

 

Selain itu Amanlison menuturkan, KPwBI Prov. Kalsel senantiasa menjaga kecukupan uang tunai untuk kebutuhan puasa dan lebaran, di samping terus mendorong penggunaan transaksi non tunai.

“Pw BI Provinsi Kalsel telah menyediakan uang tunai Rp 2,805 T (terdiri dari Uang Pecahan Besar (UPB) sebesar Rp 2,54 T dan Uang Pecahan Kecil (UPK) Rp 258 M) guna menghadapi Ramadhan dan Idul Fitri 2020,” kata Amanlison.

“Namun demikian realisasi uang tunai selama Ramadan dan Idul Fitri tahun 2020 mengalami penurunan signifikan 30,56% atau turun Rp 0,71 T dibanding tahun sebelumnya menjadi sebesar Rp 1,60 T, terdiri dari UPB sebesar Rp 1,44 T dan UPK sebesar Rp 165 M,” tandas Amanlison.

“Berkaitan dengan hal tersebut, KPwBI Prov. Kalsel telah memperpanjang jadwal layanan penukaran uang tunai dari 29 April – 20 Mei 2020, menjadi hingga 15 Juni 2020. Penukaran uang oleh masyarakat dapat dilakukan di kantor cabang bank-bank umum yang ada di Kalsel,” pungkas Amanlison.

 

Kebijakan Sistem Pembayaran di Masa Pandemi COVID-19, dengan adanya pandemi COVID-19 membuat integrasi ekonomi dan keuangan digital semakin diperlukan, di mana digital payment memiliki peranan yang sangat penting.

“Dalam kondisi new normal, implementasi QRIS TTM (tanpa tatap muka/contactless) oleh pelaku usaha maupun masyarakat diharapkan mampu mencegah penyebaran COVID-19, mengingat terdapat 2 (dua) pasar tradisional yang menjadi klaster penyebaran Covid-19 di Kalimantan Selatan,” beber Amanlison.

“Hingga saat ini terdapat 36 industri yang terdaftar sebagai PJSP QRIS dan terus bertambah. Untuk mendukung peningkatan merchant QRIS khususnya di masa pandemik, Bank Indonesia bekerjasama dengan Industri untuk melakukan pendaftaran merchant QRIS secara online,” ungkapnya.

 

MANFAAT QRIS

Masyarakat : Keren dan kekinian, Transaksi cepat dan pengeluaran tercatat, Aman dan terlindungi karena diawasi BI, Efisen tanpa uang kembalian dan bebas biaya. Lebih higienis tanpa kontak fisik.

 

Pedagang (Merchant) : Mengikuti tren sehingga meningkatkan penjualan, Menerima pembayaran secara higienis, Transaksi tercatat dan langsung masuk rekening. Efisen tanpa uang kembalian dan bebas risiko pencurian serta uang palsu. Membangun credit profile dengan mudah.

 

Bank Pembangunan Daerah (BPD) Flow trend dan persiapan menuju New Normal, Stickiness dari existing customer  dan menarik customer base baru, Persiapan implementasi Elektronifikasi Transaksi Pemda. Sumber dana murah dan income  baru (MDR). Segmen market baru, khususnya debitur segmen. (Ais/Mzr/ tabloid Prospek Banjarmasin)

 

 125 total views,  1 views today

Check Also

Pengunduran Diri Pegawai KPK, Ka Biro Humas KPK Jangan Bernuansa Drama

  Oleh : Syahrir Irwan Yusuf, SH (Pengamat dan Praktisi Hukum) Dalam akhir pekan lalu, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.