Komisi II DPRD Kalsel Apresiasi PD Bangun Banua Kelola Pengolahan Pasir Barito

Anggota Komisi II DPRD Prov. Kalsel, Muhammad Yani Helmi. (Foto/Ist)

Banjarmasin, mediaprospek.com –Dampak pendemi Covid-19 telah mengganggu stabilitas perekonomian secara menyeluruh. Hal ini, membuat Perusahan Daerah (PD) Bangun Banua harus melirik usaha pengolahan pasir Barito yang diklaim akan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Menurut anggota Komisi II DPRD Prov. Kalsel, Muhammad Yani Helmi,  “Ini adalah potensi besar yang harus dilakukan apalagi secara tidak langsung ini mengurangi sedimentasi di alur sungai, sehingga selain bisa menghasilkan PAD yang menjanjikan, juga dampak positifnya membantu alur sungai.

“Saya apresiasi positif, apalagi di tengah pandemi Covid 19 ini membuat ekonomi kita mengalami kesulitan,” tuturnya.

Dalam hal ini, Komisi II mendukung dan mengawal potensi PAD, “Jangan sampai kita hanya jadi market saja. sementara potensi daerah untuk Kalsel justru tidak bisa kita gali hanya dinikmati Provinsi tetangga,” katanya.

Terkait perizinan, sebutnya, sudah ditemukan solusinya, pada intinya dalam waktu dekat Bangun Banua sudah bisa memulai pekerjaan pengelolaan pasir ini. “Semoga ini bisa berjalan karena potensi PAD yang dihasilkan cukup menjanjikan bagi Kalsel,” pungkasnya.

Direktur Utama PD Bangun Banua, Bayu Budjang mengungkapkan, “Tujuan utama kami, PAD, namun lebih lebar lagi akan memudahkan arus transportasi sungai”, tutur Bayu kepada wartawan di sela rapat bersama Komisi II DPRD Provinsi Kalsel Rabu (03/06/2020).

Menurutnya, memulihkan kembali perekonomian daerah opsinya adalah pengolahan pasir Barito merupakan usaha yang sangat potensial menambah PAD.

Bukan hanya bagi Pemkab Batola, tetapi juga Pemprov Kalsel. Terkait kendala regulasi birokrasi dalam mengurus perijinan, Bayu membantah, dikatakannya hal yang krusial, namun hanya perbedaan persepsi saja.

“Kita meningkatkan kesejahteraan masyarakat, yang juga harus melibatkan masyarakat desa setempat,” imbuhnya.

Untuk membangun persepsi yang sama, PD Bangun Banua bersama pihak terkait, diantaranya Biro Hukum, ESDM, PTSP (Perijinan Satu Pintu), guna memantapkan persepsi bahwa aturan di dalam sungai ini bagaimana.

“Bagi saya ini hanya persepsi, bukan seperti tambang batubara, berdampak reklamasi, apa yang dipermasalahkan disini, pasir itu tergerus sendiri oleh sungai, justru kita mendalami sungai,”paparnya.

PD Bangun Banua bersama pihak terkait kembali duduk bersama menyamakan persepsi, memandang aturan sungai ini seperti apa.

Menyinggung masalah potensi, yang masuk untuk PAD, ia menyebut satu proyek menghasilkan miliaran rupiah, itu baru satu proyek pekerjaan. Intinya tidak ada kendala krusial, dalam waktu dekat mudah-mudahan jangka 3 bulan kedepan kita sudah bisa bekerja.

“Insha Allah kita berkomitmen untuk memulihkan perekonomian guna mendongkrak PAD,”harapnya. (Dik/Mzr)

 

 129 total views,  3 views today

Check Also

Korban Terorisme Mendapat Kompensasi dan Santunan Negara  

Juru bicara Presiden RI Fadjroel Rachman Jakarta, mediaprospek.com–Negara telah menyetujui dan menyiapkan dana kompensasi dan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.