Ekspor Kalsel Bulan April Turun 34,13 Persen dan Impor Turun 35,29 Persen

Kepala Badan BPS Prov. Kalsel, Ir. Diah Utami, M.Sc, (Foto/Humas BPS Prov Kalsel/Ymn)

Banjarmasin, mediaprospek.com–Nilai ekspor Kalimantan Selatan bulan April 2020 mencapai US$540,67 juta atau turun 34,13 persen dibanding ekspor bulan Maret 2020 yang mencapai US$$820,88 juta dan turun 4,16 persen jika dibandingkan dengan nilai ekspor bulan April 2019 yang mencapai US$564,16 juta.

Adapun kelompok komoditas barang berdasarkan HS 2 dijit yang paling banyak diekspor adalah kelompok bahan bakar mineral (HS 27) sebesar US$344,86 juta dan negara tujuan ekspor terbesar adalah Tiongkok dengan nilai US$161,60 juta.

Nilai impor Kalimantan Selatan bulan April 2020 sebesar US$38,25 juta atau turun sebesar 35,29 persen dibanding impor bulan Maret 2020 yang mencapai US$59,12 juta. Sedangkan jika dibandingkan dengan nilai impor bulan April 2019, nilai tersebut turun sebesar 69,46 persen yang pada saat itu nilainya mencapai US$125,24 juta.

Komoditas barang berdasarkan HS 2 dijit yang paling banyak diimpor adalah kelompok bahan bakar mineral (HS 27) sebesar US$32,89 juta dan negara asal impor dengan nilai terbesar adalah Malaysia sebesar US$13,47 juta.

Neraca perdagangan ekspor impor Kalimantan Selatan bulan April 2020 surplus US502,42 juta.

Mulai tahun 2020, nilai ekspor dihitung menurut ekspor provinsi asal dan nilai impor dihitung menurut data impor yang tercatat pada Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Banjarmasin dan Kotabaru. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Prov. Kalsel, Ir. Diah Utami, M.Sc, didampingi jajaran pada saat jumpa pers kepada wartawan Media Cetak, Elektronik dan Online, serta para undangan dari Bank BI dan Satuan Organisasi Perangkat Daerah (SOPD)  Pemprov Kalsel secara live streaming via youtube mengatakan hal itu, Selasa (2/06/2020), siang.

Diah menjelaskan, perkembangan ekspor ekspor barang asal Kalimantan Selatan pada bulan April 2020 mencapai US$540,67 juta atau turun sebesar 34,13 persen dibanding nilai ekspor bulan Maret 2020 yang mencapai US$820,88 juta. Apabila dibandingkan dengan nilai ekspor bulan April 2019 yang mencapai US$564,16 juta, nilai ekspor bulan April 2020 ini turun 4,16 persen. Ekspor menurut kelompok barang (HS 2 Dijit) kelompok barang utama penyumbang ekspor terbesar Kalimantan Selatan bulan April 2020 berdasarkan kode Harmonized System (HS) 2 dijit ada pada kelompok bahan bakar mineral (HS 27) dengan nilai US$344,86 juta.

“Nilai tersebut mengalami penurunan sebesar 27,77 persen dibanding ekspor bulan Maret 2020. Sementara itu, di urutan kedua adalah kelompok perhiasan/ permata (HS 71) yang menyumbang ekspor dengan nilai US$104,74 juta, yang mengalami penurunan sebesar 53,91 persen,” ujar Diah.

“Di urutan ketiga adalah kelompok lemak dan minyak hewan/ nabati (HS 15) dengan nilai ekspor US$44,62 juta yang turun sebesar 37,26 persen. Berdasarkan kontribusinya terhadap total ekspor bulan April 2020, kelompok bahan bakar mineral (HS 27) memberikan kontribusi terbesar yaitu sebesar 63,78 persen,” kata Diah.

“Kemudian diikuti oleh kelompok perhiasan/permata (HS 71) dan kelompok lemak dan minyak hewan/nabati (HS 15) dengan kontribusi masing-masing sebesar 19,37 persen dan 8,25 persen. Berikutnya di urutan keempat dan kelima terdapat kelompok kayu, barang dari kayu (HS 44) dan kelompok karet dan barang dari karet (HS 40) dengan kontribusi masing-masing sebesar 5,39 persen dan 1,34 persen. Peranan ekspor kelima kelompok barang ini pada bulan April 2020 mencapai 98,14 persen dari total ekspor melalui pelabuhan muat di Kalimantan Selatan,” tambah Diah.

Pada ekspor Diah mengatakan, menurut negara tujuan utama ekspor, nilai ekspor tertinggi pada bulan April 2020 adalah ekspor dengan tujuan ke Tiongkok sebesar US$161,60 juta. Nilai ekspor tersebut mengalami penurunan sebesar 14,31 persen dibanding ekspor bulan Maret 2020 yang mencapai US$188,59 juta. Kemudian di urutan berikutnya adalah ekspor ke Singapura sebesar US$83,32 juta, yang mengalami penurunan sebesar 37,94 persen.

“Berada di urutan ketiga adalah ekspor ke India sebesar US$41,58 juta yang turun sebesar 45,55 persen dibandingkan nilai ekspor ke negara ini bulan Maret 2020. Selanjutnya di urutan keempat dan kelima adalah Malaysia dengan nilai ekspor US$40,26 juta dan Jepang dengan nilai ekspor US$39,42 juta. Nilai ekspor kelima negara tujuan utama pada bulan April 2020 mencapai US$366,17 juta yang turun sebesar 26,05 persen dibandingkan nilai total kelima negara tersebut pada bulan Maret 2020 yang mencapai US$495,19 juta. Nilai ekspor Kalimantan Selatan kelima negara tujuan utama tersebut memberikan kontribusi sebesar 67,72 persen terhadap total ekspor April 2020,” tandas Diah.

“Perkembangan Impor Nilai impor Kalimantan Selatan pada bulan April 2020 mencapai US$38,25 juta atau turun sebesar 35,29 persen dibanding nilai impor bulan Maret 2020 yang mencapai US$59,12 juta. Bila dibandingkan dengan nilai impor bulan April 2019 yang mencapai US$125,24 juta, maka nilai impor bulan April 2020 turun sebesar 69,46 persen,” ibuh Diah.

Impor Menurut Kelompok Barang (HS 2 Dijit) Menurut kelompok barang, pada bulan April 2020 tiga kelompok barang yang mempunyai nilai impor tertinggi adalah kelompok bahan bakar mineral (HS 27), diikuti kelompok mesin-mesin/ pesawat mekanik (HS 84), dan kelompok garam, belerang, kapur (HS 25). Nilai impor untuk ketiga kelompok barang tersebut masing-masing adalah HS 27 sebesar US$32,89 juta, HS 84 sebesar US$1,39 juta, dan HS 25 sebesar US$1,19 juta.

Kontribusi dari masing-masing kelompok tersebut adalah 85,97 persen; 3,62 persen; dan 3,11 persen dari total impor April 2020.  Nilai impor 5 kelompok barang utama pada bulan April 2020 mencapai US$36,42 juta dengan kontribusi mencapai 95,21 persen dari total impor. Sedangkan dari sisi perkembangan, nilai impor 5 kelompok barang utama tersebut pada bulan April 2020 ini mengalami penurunan sebesar 35,50 persen dibanding dengan impor kelimanya pada bulan Maret 2020.

Impor Menurut Golongan Penggunaan Barang Jika dirinci menurut penggunaan barang ekonomi, selama bulan April 2020 impor golongan barang konsumsi Kalimantan Selatan mencapai US$2,68 juta yang turun 3,11 persen dibanding bulan Maret 2020. Begitu pula golongan bahan baku/penolong mengalami penurunan hingga 23,82 persen menjadi US$35,39 juta dibanding bulan Maret 2020 yang mencapai US$46,45 juta.

Sedangkan impor golongan barang modal mengalami penurunan sebesar 98,10 persen dari US$9,90 juta di bulan Maret 2020 menjadi US$0,19 juta di bulan April 2020 ini. Sementara jika dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya (year on year), ketiganya pun mengalami penurunan, adapun perubahan masing-masing adalah golongan barang konsumsi mengalami penurunan 43,12 persen (dari US$4,71 juta), bahan baku/penolong mengalami penurunan 69,37 persen (dari US$115,55 juta), dan barang modal mengalami kenaikan sebesar 96,22 persen (dari US$4,98 juta).

Neraca  Perdagangan Neraca Perdagangan Kalimantan Selatan tetap menunjukan nilai yang positif. Pada bulan April 2020 ini, neraca perdagangan ekspor impor surplus sebesar US$502,42 juta, nilai tersebut lebih besar dibandingkan neraca perdagangan pada bulan Maret 2020 lalu yang surplus sebesar US$761,76 juta. (Ais/Mzr)

 117 total views,  1 views today

Check Also

Aparat Hukum Dihimbau Berantas Narkoba agar Bisa Lebih Ditingkatkan Lagi

Sekretaris Komisi I DPRD Kalsel H. Suripno Sumas Banjarmasin, mediaprospek.com—Sekretaris Komisi I DPRD Kalsel H. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.