Di Bulan Mei, Seluruh Kota di Kalsel Alami Inflasi

 

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Prov. Kalsel, Ir. Diah Utami, M.Sc, (Foto/Humas BPS Prov Kalsel/Ymn)

Kalimantan Selatan Alami Inflasi Sebesar 0,13 Persen, Banjarmasin sebesar 0,11 persen

Banjarmasin, mediaprospek.com–Pada Mei 2020, di Kalimantan selatan terjadi inflasi sebesar 0,13 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 104,94. Seluruh kota IHK di Kalimantan Selatan mengalami inflasi, yaitu Banjarmasin sebesar 0,11 persen, Tanjung sebesar 0,1 persen dan Kotabaru sebesar 0,28 persen. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Prov. Kalsel, Ir. Diah Utami, M.Sc, pada saat jumpa pers kepada wartawan Media Cetak, Elektronik dan Online, serta para undangan dari Bank BI dan Satuan Organisasi Perangkat Daerah (SOPD)  Pemprov Kalsel secara live streaming via youtube mengatakan hal itu, Selasa (2/06/2020), siang.

Diah mengatakan Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian indeks kelompok pengeluaran. Kelompok yang mengalami kenaikan tertinggi yaitu kelompok kesehatan sebesar 0,44 persen diikuti oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,41 persen, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar  0,1 persen, kelompok transportasi sebesar 0,04 persen dan terakhir kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,03 persen, sementara indeks kelompok pengeluaran lainnya mengalami penurunan.

“Komoditas yang mengalami kenaikan harga dengan andil inflasi tertinggi di Kalimantan Selatan, antara lain bawang merah, daging ayam ras, beras, pepaya dan ikan patin. • Jika dihitung berdasarkan tahun kalender, pada Mei 2020 Kalimantan Selatan mengalami deflasi sebesar 0,06 persen sementara tingkat inflasi tahun ke tahun (Mei 2020 terhadap Mei 2019) sebesar 1,03 persen,” ujar Diah.

Perkembangan Indeks Harga Konsumen Menurut Kelompok Pengeluaran

Pada Mei 2020 di Kalimantan Selatan terjadi inflasi sebesar 0,13 persen atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 104,81 pada April 2020 menjadi 104,94 pada Mei 2020.

Diah memaparkan, kelompok yang mengalami penurunan indeks harga, yaitu kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,14 persen kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,1 persen dan kelompok rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 0,06 persen. Sementara kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar lainnya, kelompok pendidikan, dan kelompok  penyediaan makanan dan minuman/restoran tidak mengalami perubahan dibandingkan April 2020. Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga dengan andil inflasi tertinggi di Kalimantan Selatan, antara lain, bawang merah, daging ayam ras, beras, pepaya dan ikan patin.  Sedangkan komoditas yang mengalami penurunan harga dengan andil deflasi tertinggi, antara lain, telur ayam ras, gula pasir, bawang putih, ikan gabus dan semangka.

“Makanan, Minuman, dan Tembakau  Kelompok ini pada Mei 2020 mengalami  inflasi sebesar 0,41 persen atau terjadi kenaikan IHK dari 109,91 pada April 2020 menjadi 110,35 pada Mei 2020. Dari tiga subkelompok pada kelompok ini, semuanya mengalami kenaikan yaitu subkelompok makanan sebesar 0,46 persen, subkelompok minuman yang tidak beralkohol sebesar 0,1 persen, dan subkelompok tembakau sebesar 0,2 persen. Kelompok ini memberikan andil/sumbangan inflasi sebesar 0,12 persen pada Mei 2020,” kata Diah.

Pakaian dan Alas Kaki Kelompok ini pada Mei 2020 mengalami deflasi sebesar 0,14 persen atau terjadi penurunan IHK dari 109,16 pada April 2020 menjadi 109,01 pada Mei 2020. Pada kelompok ini, subkelompok pakaian mengalami penurunan sebesar 0,18 persen sedangkan subkelompok alas kaki mengalami kenaikan sebesar 0,04 persen. Kelompok pakaian dan alas kaki pada Mei 2020 memberikan andil/sumbangan terhadap deflasi sebesar 0,01 persen.

Perumahan, Air, Listrik, dan Bahan Bakar Lainnya Kelompok ini pada Mei 2020 tidak mengalami perubahan indeks atau IHK pada April 2020 sama dengan Mei 2020, yaitu sebesar 100,15. Dari empat subkelompok pada kelompok ini tidak ada yang mengalami perubahan dibanding April 2020. Kelompok ini pada Mei 2020 tidak memberikan andil/sumbangan terhadap inflasi di Kalimantan Selatan.

Perlengkapan, Peralatan, dan Pemeliharan Rutin Rumah Tangga Kelompok ini pada Mei 2020 mengalami inflasi sebesar 0,1 persen atau terjadi kenaikan IHK dari 103,87 pada April 2020 menjadi 103,98 pada Mei 2020. Dari enam subkelompok pada kelompok ini, hanya subkelompok barang dan layanan untuk pemeliharaan rumah tangga rutin yang mengalami kenaikan sebesar 0,17 persen. Sedangkan lima subkelompok lainnya tidak mengalami perubahan dibandingkan April 2020. Kelompok ini pada Mei 2020 tidak memberikan andil/sumbangan terhadap inflasi di Kalimantan Selatan.

Kesehatan Kelompok ini pada Mei 2020 mengalami inflasi sebesar 0,44 persen atau terjadi kenaikan IHK dari 110,53 pada April 2020 menjadi 111,02 pada Mei 2020. Dari empat subkelompok pada kelompok ini, hanya subkelompok obat-obatan dan produk kesehatan yang mengalami kenaikan sebesar 1,08 persen, sementara tiga subkelompok lainnya tidak mengalami perubahan dibandingkan April 2020. Kelompok ini pada Mei 2020 memberikan andil/sumbangan terhadap inflasi di Kalimantan Selatan sebesar 0,01 persen.

Transportasi Kelompok ini pada Mei 2020 mengalami inflasi sebesar 0,04 persen atau terjadi kenaikan IHK dari 99,2 pada April 2020 menjadi 99,24 pada Mei 2020. Dari empat subkelompok pada kelompok ini hanya subkelompok pembeliaan kendaraan yang mengalami kenaikan sebesar 0,13 persen. Sedangkan tiga subkelompok lainnya tidak mengalami perubahan dibanding April 2020. Kelompok ini tidak memberikan andil/sumbangan terhadap inflasi di Kalimantan Selatan.

Informasi, Komunikasi, dan Jasa Keuangan Kelompok ini pada Mei 2020 mengalami inflasi sebesar 0,03 persen atau terjadi kenaikan IHK dari 98,04 pada April 2020 menjadi 98,07 pada Mei 2020. Dari empat subkelompok pada kelompok ini, yang mengalami kenaikan adalah subkelompok peralatan informasi dan komunikasi sebesar 0,16 persen. Sedangkan, subkelompok layanan informasi dan komunikasi mengalami penurunan sebesar 0,01 persen. Sementara, subkelompok asuransi dan subkelompok jasa keuangan tidak mengalami perubahan dibanding April 2020. Kelompok ini tidak memberikan andil/sumbangan terhadap inflasi di Kalimantan Selatan.

Rekreasi, Olahraga, dan Budaya Kelompok ini pada Mei 2020 mengalami deflasi sebesar 0,06 persen atau terjadi penurunan IHK dari 105,68 pada April 2020 menjadi 105,62 pada Mei 2020. Dari lima subkelompok pada kelompok ini, yang mengalami penurunan adalah subkelompok koran, buku dan perlengkapan sekolah sebesar 0,11 persen serta subkelompok barang rekreasi lainnya sebesar 0,03 persen.

Sedangkan tiga subkelompok lainnya tidak mengalami perubahan dibanding April 2020. Kelompok ini pada Mei 2020 tidak memberikan andil/sumbangan terhadap inflasi Kalimantan Selatan.

Pendidikan Kelompok ini pada Mei 2020 tidak mengalami perubahan indeks atau IHK pada April 2020 sama dengan Mei 2020, yaitu sebesar 101,84. Dari empat subkelompok pada kelompok ini semuanya tidak mengalami perubahan dibandingkan April 2020. Kelompok ini pada Mei 2020 tidak memberikan andil/sumbangan terhadap inflasi Kalimantan Selatan.

Penyediaan Makanan dan Minuman/Restoran Kelompok ini pada Mei 2020 tidak mengalami perubahan indeks atau IHK pada April 2020 sama dengan Mei 2020, yaitu sebesar 103,62. Kelompok yang hanya terdiri dari satu subkelompok yaitu jasa pelayanan makanan dan minuman ini tidak mengalami perubahan dibandingkan April 2020. Kelompok ini pada Mei 2020 tidak memberikan andil/sumbangan terhadap inflasi Kalimantan Selatan.

Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya. Kelompok ini pada Mei 2020 mengalami deflasi sebesar 0,1 persen atau terjadi penurunan IHK dari 111,02 pada April 2020 menjadi 110,91 pada Mei 2020. Dari tiga subkelompok pada kelompok ini, subkelompok yang mengalami penurunan yaitu subkelompok perawatan pribadi lainnya sebesar 0,33 persen, sedangkan subkelompok perawatan pribadi mengalami kenaikan  sebesar 0,03 persen. Sementara subkelompok jasa lainnya tidak mengalami perubahan dibanding April 2020. Kelompok ini memberikan andil/sumbangan deflasi sebesar 0,01 persen.

 

Perbandingan Inflasi Antarkota di Kalimantan Dari 90 kota IHK di Indonesia, tercatat 67 kota mengalami inflasi dan 23 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Tanjung Pandan sebesar 1,2 persen dan inflasi terendah terjadi di tiga kota yaitu Tanjung Pinang, Bogor dan Madiun sebesar 0,01 persen. Sementara itu, deflasi tertinggi terjadi di Luwuk sebesar 0,39 persen dan terendah di Manado sebesar 0,01 persen.

Di wilayah Pulau Kalimantan terdapat 12 kota IHK, 11 diantaranya mengalami inflasi pada Mei 2020. Sementara, hanya Kota Tarakan yang mengalami deflasi sebesar 0,27 persen. Inflasi tertinggi terjadi di Sintang sebesar 0,62 persen, sedangkan inflasi terendah terjadi di Tanjung sebesar 0,1 persen. Sementara kota IHK lainnya di Kalimantan Selatan, yaitu Kotabaru dan Banjarmasin mengalami inflasi masing-masing sebesar 0,28 persen dan 0,11 persen. (Ais/Mzr)

 115 total views,  2 views today

Check Also

Aparat Hukum Dihimbau Berantas Narkoba agar Bisa Lebih Ditingkatkan Lagi

Sekretaris Komisi I DPRD Kalsel H. Suripno Sumas Banjarmasin, mediaprospek.com—Sekretaris Komisi I DPRD Kalsel H. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.