Imam Suprastowo : “Roda Perekonomian Kalsel Harus Tetap Bergerak dengan Memperketat Protokol Covidnya”

 

Ketua Komisi II Bidang Ekonomi dan Keuangan DPRD Kalsel Imam Suprastowo, (Foto/Humas DPRD Kalsel/Ist)

Banjarmasin, mediaprospek.com–Roda perekonomian di Kalsel harus tetap bergerak dengan memperketat masalah protokol Covidnya, karena posisi Kalsel masih terus naik, dimana penambahan pasien positf Covid-19 masih terjadi. Kekhawatiran dengan posisi naik tersebut dengan tidak membuka jalannya roda perekonomian, akan sangat membahayakan.  Karena yang namanya Covid-19  tidak hanya berbicara masalah penyakitnya saja, tetapi juga pandemi virusnya, serta dampak ekonominya. Ketua Komisi II Bidang Ekonomi dan Keuangan DPRD Kalsel Imam Suprastowo mengatakan hal itu kepada wartawan, usai Rapat Pimpinan (Rapim) di jajaran DPRD Kalsel, Selasa, (2/06/2020), siang.

Menurut Imam, dampak ekonominya akan sangat berat, “Sebelumnya saya pernah sampaikan bahwa di tahun 2020 ini Pendapatan Asli Daerah (PAD) kita diperkirakan akan menurun antara 30 sampai 50 persen di semua sektor pendapatan, namun saya berharap ini tidak akan terjadi. Inilah yang saya sangat khawatirkan,” kata Imam.

“Oleh karenanya, kalau kita berbicara apa yang harus ditingkatkan, maka semua sektor akan kita tingkatkan, untuk sementara perekonomian lagi mengalami kelumpuhan, makanya semua harus dapat kita ditumbuhkan. Juga disini kalau teman-teman wartawan melihat, bahwa, anggota dewan kenapa sih sudah PSBB kok ke kantor terus. Hal itu dikarenakan kekhawatiran kita, dalam menghadapi Covid yang terdampak ekonominya sangat luas,” jelas Imam.

Tentunya ini berkaitan dengan kesadaran masyarakat, “ Jadi sebaik apapun aturan dan sekuat apapun Kepala Daerah, tetapi kalau masyarakatnya tidak mematuhi aturan itu, ya dampaknya akan berat, karena yang kita hadapi bukan barang yang kelihatan, tetapi barang yang tidak kelihatan,” tandas Imam.

Maka dari itu untuk memulai roda perekonomian, “Secara pribadi saya mendukung bandara dan pelabuhan dibuka, karena kalau tidak dibuka terutama pelabuhannya, ini akan membuat sektor ekonomi kita semakin terpuruk,” kata Imam.

“Disini, kita harus mencari celah, sekarang ini Komisi II lagi mencari solusi. Jadi misalnya ada pendapatan sekecil apapun peluangnya akan kita tempuh. APBD kita akan berpengaruh tidak hanya di tahun 2021 nanti, tetapi di tahun 2020 ini saja sudah terpengaruh. Apakah di 2021 nanti kita bisa Move On atau tidak, kita akan cari solusi segera. Karena dulu orang punya duit  Rp. 1 juta bisa membawa pulang sepeda motor. Kalau sekarang punya duit Rp. 5 juta pun belum tentu bisa bawa pulang sepeda motor. Otomatis Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB)  kita anjlok,” papar Imam.

Sehingga bagaimana selanjutnya, tidak ada satu negara pun yang bisa memprediksi masalah situasi dampak Covid -19 ini. “Kita akan selalu berkoordinasi dengan semua pihak, baik itu di sektor ekonomi, sektor pangan dan semua pelaku-pelaku ekonomi. Ekonomi harus jalan karena kalau tidak, akan berakibat fatal karena ini menyangkut urusan perut,” pungkas Imam. (Ais/ Mzr)

 113 total views,  3 views today

Check Also

Perjuangan Komisi IV Membuahkan Hasil

Ketua Komisi IV DPRD Kalsel, HM Lutfi Saifuddin (Foto/Ist) Banjarmasin– Perjuangan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.