Home / Ekonomi & Bisnis / Gubernur Kalsel Sampaikan LKPj Tahun 2019 di Tengah Pandemi Corona  

Gubernur Kalsel Sampaikan LKPj Tahun 2019 di Tengah Pandemi Corona  

 

Gubernur Kalsel H. Sahbirin Noor (kiri) pada hari ini selasa, (24/04/2020) di Gedung DPRD Prov. Kalsel usai Rapat Paripurna menyerahkan (LKPj) Kepala Daerah  Provinsi Kalimantan Selatan akhir tahun anggaran 2019 kepada Ketua DPRD Kalsel H. Supian HK (kanan), (Foto/Ist)

Banjarmasin, mediaprospek.com—Gubernur Kalsel H. Sahbirin Noor pada hari ini selasa, (24/04/2020) di Gedung DPRD Provinsi Kalimantan Selatan pada saat Rapat Paripurna menyampaikan Laporan  Keterangan  Pertanggung Jawaban (LKPj) Kepala Daerah  Provinsi Kalimantan Selatan akhir tahun anggaran 2019.  Di hadapan segenap anggota Dewan dan Pimpinan Forkopimda Kalsel. Gubernur H. Sahbirin Noor mengatakan,  dalam situasi penyebaran virus covid-19 yang semakin meluas, “Maka saya menyampaikan pidato pengantar ini dengan sesingkat-singkatnya, tanpa meninggalkan esensi dari dokumen LKPj yang telah disusun dan akan disampaikan, ujarnya.

“Pertama,  penyampaian LKPj ini merupakan kewajiban yang diamanahkan oleh peraturan perundang-undangan. Kedua, realisasi pendapatan daerah Provinsi Kalimantan Selatan tahun anggaran 2019 sebesar Rp.6,762 triliun, dari target yang ditetapkan sebesar Rp. 7,097 triliun atau mencapai target sebesar 95,28 persen. Sedangkan belanja daerah terealisasi sebesar Rp. 7,042 triliun, dari target Rp. 7,587 triliun atau terealisasi sebesar 92,83 persen,” ujar Gubernur.

“Ketiga, di tahun anggaran 2019, berkat kebersamaan dan sinergi antara pemerintah provinsi dengan semua pihak, khususnya dengan DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, kita meraih beberapa keberhasilan dalam membangun daerah yang kita cintai ini,” kata Gubernur yang dikenal dengan sapaan akrabnya Paman Birin ini.

“Diantara keberhasilan pembangunan yang bisa kita capai adalah berkurangnya angka pengangguran, dimana pengangguran tahun 2019 sudah  berada diangka 4,31 persen” ujar Paman Birin.

“Kemudian, angka kemiskinan turun dari 4,54 persen di tahun 2018 menjadi 4,47 persen di tahun 2019. Angka kemiskinan di daerah kita, jauh berada di bawah rata-rata nasional,” kata Paman Birin.

Capaian indeks pembangunan manusia (IPM), terus mengalami peningkatan, IPM Kalimantan Selatan mencapai angka 70,72, sedangkan tahun tahun 2018 hanya  70,17.

Di bidang lingkungan hidup, program revolusi hijau yang terus dikerjakan, membuahkan hasil yang cukup baik. Nilai indeks kualitas lingkungan hidup Kalimantan Selatan naik dari 61,47 di tahun 2018 menjadi 62,06 di tahun 2019.

Selain itu, selama lima tahun ini, neraca perdagangan di daerah selalu surplus. Di tahun 2019, nilai ekspor Kalimantan Selatan lebih dari tujuh (70)  juta dollar. Disisi lain, pertumbuhan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), mengalami pertumbuhan yang sangat tinggi. Di tahun 2017, hanya ada 284.385 UMKM, sedangkan 2019 sudah mencapai 352.838 UMKM.

“Kita berharap, semoga kemajuan demi kemajuan pembangunan di Kalimantan Selatan, bisa kita pertahankan dan kita tingkatkan, karena keberhasilan pembangunan, selalu berbanding lurus dengan peningkatan kesejahteraan rakyat,” tandas Paman Birin.

“Meskipun di tahun 2019 kita mencapai berbagai keberhasilan pembangunan, namun masih dijumpai berbagai tantangan, khususnya di sektor perekonomian. Pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan selama dua tahun belakangan mengalami tekanan, terutama dipengaruhi kinerja sektor pertambangan,” imbuh Paman Birin.

Tren pelemahan harga batubara yang berlanjut, serta pelemahan ekonomi negara mitra turut mempengaruhi kinerja sektor pertambangan.  oleh sebab itu, Pemprov Kalsel terus mendorong agar Kalsel tidak hanya bergantung pada komoditas batubara, melainkan mendorong tumbuhnya sumber pertumbuhan ekonomi baru yang berbasis sumber daya terbarukan dan bernilai tambah tinggi.

“Salah satu sektor yang terus kami dorong untuk ditingkatkan nilai tambahnya adalah sektor agro industri dengan sektor pariwisata, sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru. Pengembangan agro industri  Kalimantan Selatan, juga ditopang modal yang kuat dengan posisi Kalimantan Selatan, sebagai salah satu lumbung pangan nasional dan sedang disiapkan sebagai Lumbung Pangan Ibu Kota Negara (IKN) baru,” jelas Paman Birin.

“Melalui mekanisme penyampaian LKPj ini, kami mengharapkan masukan yang konstruktif dari DPRD, agar permasalahan pembangunan dapat diselesaikan. Kami bertekad untuk terus melakukan perbaikan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di Kalimantan Selatan, sehingga dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya untuk kesejahteraan masyarakat,” pungkas Paman Birin.

“Tantangan ke depan akan jauh lebih berat dan kompleks dan penyampaian LKPj Kepala Daerah ini hanyalah salah satu cara, untuk mengekspresikan apa yang di perbuat di tahun yang lalu dan harapan- harapan yang harus diwujudkan ke depannya,” imbuh Paman Birin.

“Kita harus terus berjuang mengembangkan kreativitas dan inovasi, demi mempercepat kesejahteraan masyarakat. Kita harus terus optimis bahwa dari tahun ke tahun bisa berbuat lebih baik, lebih produktif dan kreatif untuk Kalsel mandiri dan terdepan,” ucap Paman Birin.

“Akhirnya, sekali lagi kami ucapkan terima kasih kepada pimpinan dan seluruh anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, tanpa kecuali seluruh stakeholders di daerah ini, yang tidak kenal lelah memantapkan kerjasama dalam membangun kalimantan selatan,” kata Paman Birin. (Ais/Mzr)

 

 58 total views,  1 views today