Home / Daerah / Di Bulan Maret, Kalsel Alami Deflasi

Di Bulan Maret, Kalsel Alami Deflasi

 

 

Kepala BPS Prov. Kalsel, Ir. Diah Utami, M.Sc saat live streaming (Foto/BPS Prov Kalsel)

Banjarmasin, mediaprospek.com–Pada bulan Maret yang lalu, di Kalimantan Selatan terjadi deflasi sebesar 0,28 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 105,12. Seluruh kota IHK di Kalimantan Selatan mengalami deflasi, yaitu Banjarmasin sebesar 0,3 persen, Tanjung sebesar 0,11 persen dan Kotabaru sebesar 0,14 persen.

Deflasi terjadi karena adanya penurunan harga yang ditunjukkan oleh turunnya sebagian indeks kelompok pengeluaran. Kelompok yang mengalami penurunan tertinggi yaitu kelompok transportasi sebesar 2,67 persen diikuti oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,52 persen, sementara indeks kelompok pengeluaran lainnya mengalami kenaikan. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Prov. Kalsel, Ir. Diah Utami, M.Sc, didampingi jajaran pada saat jumpa pers kepada wartawan Media Cetak, Elektronik dan Online, serta para undangan dari Perwakilan Bank BI dan Satuan Organisasi Perangkat Daerah (SOPD)  Pemprov Kalsel secara live streaming mengatakan hal itu, Rabu (2/04/2020), siang.

Diah mengatakan, komoditas yang mengalami penurunan harga dengan andil deflasi tertinggi di Kalimantan Selatan, antara lain angkutan udara, ikan nila, daging ayam ras, cabai merah dan bawang putih. Tingkat inflasi tahun kalender Maret 2020 sebesar 0,10 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Maret 2020 terhadap Maret 2019) sebesar 2,81 persen.Pada Maret 2020 di Kalimantan Selatan terjadi deflasi sebesar 0,28 persen atau terjadi penurunan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 105,41 pada Februari 2020 menjadi 105,12 pada Maret 2020.

Diah menjelaskan, Deflasi di Kalimantan Selatan bulan Maret 2020 terjadi karena adanya penurunan indeks harga pada kelompok pengeluaran, yaitu kelompok transportasi sebesar 2,67 persen dan kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,52 persen.

“Sedangkan kelompok yang mengalami kenaikan indeks harga, yaitu kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,54 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar lainnya sebesar 0,05 persen, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,31 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,90 persen dan kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,03 persen,  kelompok rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 0,26 persen, kelompok  penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,02 persen, dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 1,28 persen,” kata Diah.

“Sementara kelompok pendidikan tidak mengalami perubahan dibandingkan Februari 2020. Beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga dengan andil deflasi tertinggi di Kalimantan Selatan, antara lain, angkutan udara, ikan nila, daging ayam ras, cabai merah dan bawang putih,” jelas Diah.

Diah memaparkan, komoditas yang mengalami kenaikan harga dengan andil inflasi tertinggi, antara lain, gula pasir, emas perhiasan, telur ayam ras, semangka, dan vitamin. Makanan, Minuman, dan Tembakau  Kelompok ini pada Maret 2020 mengalami  deflasi sebesar 0,52 persen atau terjadi penurunan IHK dari 111,29 pada Februari 2020 menjadi 110,72 pada Maret 2020.

“Dari tiga subkelompok pada kelompok ini yang mengalami penurunan adalah subkelompok makanan sebesar 0,64 persen dan subkelompok minuman yang tidak beralkohol sebesar 0,02 persen, sedangkan subkelompok tembakau mengalami kenaikan sebesar 0,12 persen. Kelompok ini memberikan andil/sumbangan deflasi sebesar 0,15 persen pada Maret 2020,” tandas Diah.

Pakaian dan Alas Kaki Kelompok ini pada Maret 2020 mengalami inflasi sebesar 0,54 persen atau terjadi kenaikan  IHK dari 108,58 pada Februari 2020 menjadi 109,17 pada Maret 2020. Dua subkelompok pada kelompok ini, yaitu subkelompok pakaian dan subkelompok alas kaki mengalami kenaikan masing-masing sebesar 0,52 persen dan 0,63 persen. Kelompok pakaian dan alas kaki memberikan andil/sumbangan inflasi sebesar 0,03.

Perumahan, air, listrik, dan bahan bakar lainnya kelompok ini pada Maret 2020 mengalami inflasi sebesar 0,05 persen atau terjadi kenaikan IHK dari 100,10 pada Februari 2020 menjadi 100,14 pada Maret 2020. Dari empat subkelompok pada kelompok ini yang mengalami kenaikan adalah subkelompok pemeliharaan, perbaikan dan keamanan tempat tinggal/perumahan sebesar 0,14 dan subkelompok listrik, gas, dan bahan bakar lainnya sebesar 0,08 persen. Sementara kedua kelompok lainnya tidak mengalami perubahan. Kelompok ini memberikan andil/sumbangan inflasi sebesar 0,01 persen.

Perlengkapan, Peralatan, dan Pemeliharan Rutin Rumah Tangga Kelompok ini pada Maret 2020 mengalami inflasi sebesar 0,31 persen atau terjadi kenaikan IHK dari 103,58 pada Februari 2020 menjadi 103,90 pesen pada Maret 2020.

Dari enam subkelompok pada kelompok ini yang mengalami kenaikan adalah subkelompok tekstil rumah tangga sebesar 1,84 persen, barang pecah belah dan peralatan makan minum sebesar 0,06 persen serta barang dan layanan untuk pemeliharaan rumah tangga rutin sebesar 0,34 persen, sedangkan subkelompok peralatan rumah tangga mengalami penurunan sebesar 0,01 persen.

Sementara, dua subkelompok lainnya tidak mengalami perubahan dibandingkan Februari 2020. Kelompok ini pada Maret 2020 memberikan andil/sumbangan terhadap inflasi Kalimantan Selatan sebesar 0,01 persen.

Kesehatan Kelompok ini pada Maret 2020 mengalami inflasi sebesar 0,90 persen atau terjadi kenaikan IHK dari 109,52 pada Februari 2020 menjadi 110,51 pada Maret 2020. Dari empat subkelompok pada kelompok ini yang mengalami kenaikan adalah subkelompok obat-obatan dan produk kesehatan sebesar 1,45 persen dan jasa perawatan (rawat jalan/tanpa menginap) sebesar 1,32 persen, sementara dua subkelompok lainnya tidak mengalami perubahan dibandingkan Februari 2020. Kelompok ini memberikan andil/sumbangan inflasi sebesar 0,03 persen.

Transportasi Kelompok ini pada Maret 2020 mengalami deflasi sebesar 2,67 persen atau terjadi penurunan  IHK dari 103,37 pada Februari 2020 menjadi 100,61 pada Maret 2020. Dari empat subkelompok pada kelompok ini yang mengalami penurunan adalah subkelompok jasa angkutan penumpang sebesar 14,85 persen.

Sementara ketiga subkelompok lainnya mengalami inflasi yaitu, subkelompok pembelian kendaraan sebesar 0,31 persen, pengoperasian peralatan transportasi pribadi sebesar 0,04 persen, dan subkelompok jasa pengiriman barang sebesar 0,40 persen. Kelompok ini memberikan andil/sumbangan deflasi sebesar 0,30 persen.

Informasi, Komunikasi, dan Jasa Keuangan Kelompok ini pada Maret 2020 mengalami inflasi sebesar 0,03 persen atau terjadi kenaikan  IHK dari 98,59 pada Februari 2020 menjadi 98,62 pada Maret 2020.

Dari empat subkelompok pada kelompok ini, yang mengalami kenaikan adalah subkelompok layanan informasi dan komunikasi sebesar 0,09 persen, sedangkan subkelompok peralatan informasi dan komunikasi mengalami penurunan sebesar 0,19 persen.

Subkelompok asuransi dan subkelompok jasa keuangan tidak berubah. Kelompok ini pada Maret 2020 tidak memberikan andil/sumbangan terhadap inflasi di Kalimantan Selatan.

Rekreasi, Olahraga, dan Budaya Kelompok ini pada Maret 2020 mengalami inflasi sebesar 0,26 persen atau terjadi kenaikan IHK dari 105,41 pada Februari menjadi 105,68 pada Maret 2020.

Dari lima subkelompok pada kelompok ini, dua subkelompok mengalami kenaikan indeks dan tiga subkelompok tidak mengalami perubahan. Subkelompok yang mengalami kenaikan indeks, yaitu subkelompok layanan rekreasi sebesar 0,73 persen dan subkelompok koran, buku, dan perlengkapan sekolah sebesar 0,30 persen.

Sementara yang tidak mengalami perubahan adalah subkelompok barang rekreasi tahan lama, barang rekreasi lainnya, dan layanan kebudayaan. Kelompok ini pada Maret 2020 tidak memberikan andil/sumbangan terhadap inflasi di Kalimantan Selatan.

Pendidikan Kelompok ini pada Maret 2020 tidak mengalami perubahan indeks atau IHK pada Februari 2020 sama dengan Maret 2020, yaitu sebesar 101,84. Dari empat subkelompok pada kelompok ini semuanya tidak mengalami perubahan dibandingkan Februari 2020. Kelompok ini pada Maret 2020 tidak memberikan andil/sumbangan terhadap inflasi Kalimantan Selatan.

Penyediaan Makanan dan Minuman/Restoran Kelompok ini pada Maret 2020 mengalami inflasi sebesar 0,02 persen atau terjadi kenaikan  IHK dari 103,59 pada Februari 2020 menjadi 103,62 pada Maret 2020. Pada kelompok ini hanya terdapat satu subkelompok jasa pelayanan makanan dan minuman yang mengalami inflasi sebesar 0,02 persen. Kelompok ini pada Maret 2020 tidak memberikan andil/sumbangan terhadap inflasi Kalimantan Selatan.

Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya. Kelompok ini pada Maret 2020 mengalami inflasi sebesar 1,28 persen atau terjadi kenaikan  IHK dari 107,79 pada Februari 2020 menjadi 109,17 pada Maret 2020. Dari tiga subkelompok pada kelompok ini, semua subkelompok mengalami inflasi, yaitu subkelompok perawatan pribadi sebesar 0,65 persen, subkelompok perawatan pribadi lainnya sebesar 2,23 persen, dan subkelompok jasa lainnya sebesar 3,47 persen. Kelompok ini memberikan andil/ sumbangan inflasi sebesar 0,08 persen.

Perbandingan Inflasi Antarkota di Kalimantan Dari 90 kota IHK di Indonesia, tercatat 43 kota mengalami inflasi dan 47 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Lhokseumawe sebesar 0,64 persen dan inflasi terendah terjadi di Pekanbaru, Surakarta, dan Surabaya sebesar 0,01 persen. Sementara itu, deflasi tertinggi terjadi di Timika sebesar 1,91 persen dan terendah di Tangerang sebesar 0,01 persen.

Di wilayah Pulau Kalimantan terdapat 12 kota IHK, dimana semua kota IHK mengalami deflasi pada Maret 2020. Deflasi tertinggi terjadi di Tarakan sebesar 0,46 persen, sementara deflasi terendah terjadi di Tanjung sebesar 0,11 persen. Sementara kota IHK lainnya di Kalimantan Selatan, yaitu Kotabaru dan Banjarmasin masing-masing mengalami deflasi sebesar 0,14 persen dan 0,30 persen. (Mzr/BPS Prov Kalsel/tabloidprospekbanjarmasin)

 136 total views,  1 views today