JMSI dan Polda Kalsel Saling Bersinergi Perangi Hoaks

 

Banjarmasin, mediaprospek.com–Ketua JMSI Kalsel Milhan Rusli pada saat audensi dengan pihak Jajaran Polda Kalsel, Senin (16/03/2020) mengatakan, sejak tanggal 8 Februari lalu seiring dengan Hari Pers Nasional (HPN) 2020, JMSI di Kalsel sudah membentuk kepengurusan anggotanya.

Milhan mengatakan, JMSI Kalsel ini akan membantu anggotanya untuk mendapatkan sertifikasi dari Dewan Pers. Sehingga para insan jurnalis ini dapat bekerja secara profesional sesuai Kode Etik Jurnalistik (KEJ) dan jika anggotanya ada berbenturan dengan hukum, akan dibantu oleh organisasi yang menaunginya.

Milhan juga mengatakan, acara pertemuan antara para pengurus JMSI Kalsel dengan jajaran Kapolda Kalsel, dinilai cukup penting. JMSI sebagai himpunan pengusaha media yang menyebarkan informasi berbasis siber dan berflarform internet sangat memerlukan kemitraan dengan jajaran kepolisian.

Apalagi dalam masa-masa dimana informasi yang diterima masyarakat sangat masip dan cenderung bersifat hoax, diperlukan adanya media yang profesional. JMSI dibutuhkan untuk menciptakan ekosistem pers yang semakin profesional, yang wartawannya profesional, dan perusahaan medianya juga profesional. “Bagaimana pun juga media massa adalah elemen penting dalam penciptaan kamtibmas,” sambung Milhan.

“Dalam kesempatan silaturrahmi ini juga kita melaporkan bahwa kepengurusan JMSI sudah terbentuk di 24 provinsi di Indonesia,” kata Milhan.

“Kita harapkan pertemuan dengan jajaran Polda Kalsel ini akan semakin membuka kran informasi dan memperlancar arus komunikasi antara perusahaan pers dan jajaran kepolisian,” imbuhnya.

Kapolda Kalsel Irjen Pol Yazid Fanani melalui Kasubid Multimedia Cyber Troop, AKBP Amin Rovi didampingi Kompol Yudi R Kaur Produk Kreatif, mengatakan, silaturahim ini sangat positif sekali untuk membangun kemitraan, Ia berharap jika ada temuan di lapangan hendaknya kawan-kawan dari media dapat mengkoordinasikan dan menyikapinya secara dewasa.

“Juga apa yang terjadi di lapangan di mana para aparat kami yang bertugas tentunya mempunyai keterbatasan. Sehingga kami berharap, komunikasikanlah apa yang terjadi di lapangan dengan pihak kami.Tugas kita juga adalah membina kemitraan dan korelasi dengan para insan jurnalis dan juga walaupun kami mempunyai Ciber Patrol yang mengawasi banyaknya berita yang beredar,  hal ini cukup membuat pihak kami kelimpungan”, kata Amin

Amin juga  mengharapkan, dengan adanya masukan dari kawan-kawan media, akan kami akan tampung dan kami sampaikan kepada Pimpinan. “Kita akan berusaha dengan komunikasi yang baik supaya tidak terjadi kesalahan pahaman. Ini adalah pengalaman kita sewaktu bertugas di Makasar dapat menjalin kemitraan dengan para awak media disana dan kita selalu melakukan hal itu,” ujar Amin.

“Cyber Patrol adalah juga untuk mengontrol dan mengawasi berita Hoax. Seperti  kasus Corona yang lagi hangat sekarang ini, pihak kami sudah menugaskan Satgas dan hendaknya kita menyikapi situasi sekarang agar tidak parno. Penyebarannya ini agar tidak terjadi kepanikan, adalah tergantung kita. Ciber ini, katanya, ada yang open dan ada yang khusus internal kepolisian yang tidak bisa diungkap ke publik,” jelas Amin.

“Polisi sangat membutuhkan pers. Tanpa pemberitaan dari teman-teman wartawan, hasil kerja kepolisian tidak akan diketahui masyarakat luas,” ujar Amin.

Dia menegaskan jajaran Polda Kalsel tidak menutup diri dengan pers, justru menjadikannya sebagai mitra. “Karena itu, kalau ketemu saya di jalan tolong disapa. Mungkin saya tidak kenal dengan teman-teman pers karena masih baru di sini (Polda Kalsel),” kata Amin.

Sementara itu, Sekretaris JMSI Kalsel SA Lingga mengharapkan jika ada persoalan pemberitaan cukup diselesaikan di Dewan Pers, jangan sampai masuk ranah pidana. Hal ini mengingat adanya memorandum of understanding (MoU) antara Kapolri dengan Dewan Pers.

“Kami memohon jangan sampai wartawan karena pemberitaan dijerat UU ITE sepanjang yang ditulisnya merupakan produk jurnalistik. Jika ada yang keberatan dengan pemberitaan acuannya adalah UU Pokok Pers dan kode etik jurnalistik, dimana ada hak jawab dan hak koreksi,” ujar Pemimpin Redaksi Kalsel Post ini.(Sga/Mzr)

 289 total views,  2 views today

Check Also

Korban Terorisme Mendapat Kompensasi dan Santunan Negara  

Juru bicara Presiden RI Fadjroel Rachman Jakarta, mediaprospek.com–Negara telah menyetujui dan menyiapkan dana kompensasi dan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.