Home / Daerah / IFJ Berikan Perhatian Serius Terhadap Kasus Kekerasan Verbal Wartawati RMOL Lampung

IFJ Berikan Perhatian Serius Terhadap Kasus Kekerasan Verbal Wartawati RMOL Lampung

 

Jakarta, mediaprospek.com. International Federation of Journalists (IFJ) yang berpusat di Brusel, Belgia, memberikan perhatian serius pada kasus kekerasan verbal yang dialami wartawati RMOL Lampung, Tuti Nurkhomariyah, beberapa waktu lalu.

Adalah Gubernur Lampung (AD) yang melakukan kekerasan verbal itu ketika memberikan sambutan dalam sebuah acara resmi di Kantor Gubernur Lampung, Selasa pekan lalu (3/3/2020).

Gubernur awalnya bertanya kepada kelompok wartawan yang hadir dalam acara itu apakah wartawan RMOL Lampung hadir.

Tuti yang berada di antara rekan-rekannya mengangkat tangan menyatakan kehadiran. Setelah melihat kehadiran wartawati RMOL Lampung, Gubernur menekan Tuti dengan kata-kata dan merujuk pada pakaian muslimah yang dikenakannya, diikuti pernyataan bernada ancaman.

Tidak sampai disitu, setelah acara selesai, Tuti dibawa empat ajudan Gubernur ke dalam ruangan kerja Gubernur, dan di dalam ruangan itu kembali mengalami tekanan dan ancaman.

Dalam pernyataan hari Jumat (13/3), IFJ meminta Gubernur untuk menghormati wartawan yang sedang menjalankan tugas profesi.

IFJ adalah organisasi wartawan terbesar di dunia yang berdiri sejak 1926. IFJ memiliki anggota sebanyak 187 asosiasi wartawan yang mewakili 600 ribu wartawan di 140 negara.

Di dalam pernyataan itu pula, IFJ merujuk beberapa kasus serupa yang dilakukan Gubernur terhadap wartawan lain.

“Gubernur Lampung kelihatannya membangun pola merusak yakni membully media, yang tidak dapat diterima,” tulis IFJ.

IFJ mengingatkan Gubernur pada tanggung jawab bersikap profesional dan terhormat dalam berhubungan dengan media.

“Keberatan terhadap media harus dilakukan melalui Dewan Pers,” tulis IFJ lagi.

Sementara CEO Kantor Berita Politik RMOL Teguh Santosa mengatakan, pihaknya telah mempelajari kasus ini. Tuti telah memberikan keterangan kepada Manajemen RMOL di Jakarta. Saat ini Tuti ditarik kembali ke Jakarta.

“Langkah ini kami ambil untuk melindungi Tuti dan menghindarkan berbagai kemungkinan yang tidak kita inginkan. Tuti telah menerima ancaman yang tidak dapat kita pandang sebelah mata,” ujar Teguh.

RMOL Lampung adalah anak perusahaan Kantor Berita Politik RMOL di Jakarta. Tuti merupakan wartawan grup media ini yang ditugaskan di Lampung mengingat ia adalah warga Lampung.

“Penjelasan dari Tuti sudah cukup. Kami akan membawa kasus ini ke Dewan Pers. Seperti IFJ kami juga menduga ada pola tidak sehat yang dikembangkan Gubernur Lampung dalam interaksi dengan media,” ujar Teguh lagi.

Teguh yang juga Anggota Dewan Kehormatan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) menambahkan, pihaknya mengapreasiai perhatian yang diberikan IFJ kepada Tuti.

“Solidaritas internasional ini cukup membesarkan hati Tuti dan keluarga besar RMOL. Kami mengucapkan terima kasih,” demikian Teguh.

Sementara itu, Sekjen JMSI, DR. Rahiman Dani mengucapkan terima kasih kepada IFJ yang begitu peduli kepada wartawan Indonesia mengalami tekanan dari pejabat daerah.

“Ini bentuk solidaritas organisasi wartawan dunia terhadap pelecehan tugas wartawan di lapangan,” ungkap Rahiman yang dibenarkan juga oleh Plt Ketum JMSI, Mahmud Marhaba, Jum’at (13/03/2020) malam tadi.

Hal senada dilontarkan Ketua JMSI Kalsel Milhan, JMSI Kalsel turut prihatin dan mengingatkan semua fihak dan kepada pejabat publik di Kalsel agar tetap mengusung sikap profesional sehingga tidak terjadi kasus seperti di Lampung di Bumi Lambung Mangkurat.

“Kita berharap kasus yang dialami wartawati RMOL Lampung tak terjadi di Kalsel, kepada pejabat publik di Kalsel agar tetap mengusung sikap profesional,” kata Milhan.(Rilis/****)

 

 118 total views,  1 views today