Home / Daerah / Sekretariat DPRD Kalsel Studi Komparasi ke DPRD Jateng

Sekretariat DPRD Kalsel Studi Komparasi ke DPRD Jateng

Wakil Ketua DPRD Prov Kalsel, Syaripuddin ketika memberikan tanda plakat sebagai kenang-kenangan usai dialog mengenai studi komporasi Sekretariat DPRD Prov Kalsel,  kepada Wakil Ketua Komisi C, Sriyanto Saputro didampingi anggota Komisi A, Sucipto dan Kasubag Protokol Yohan Fitriadi, di Gedung Berlian DPRD Prov. Jawa Tengah. (Foto/Mzakir)

Banjarmasin, mediaprospek.com Pada Selasa, (10/03/2020) Sekretariat DPRD Kalsel melakukan studi komparasi ke Sekretariat DPRD Provinsi Jawa Tengah, Semarang. Rombongan berjumlah 35 orang terdiri dari Staf Humas dan Perlengkapan Sekretariat DPRD Prov Kalsel, dengan mengikutsertakan awak media (Press Room DPRCKalsel), yang juga pertama kalinya diikuti oleh Wakil Ketua DPRD Prov Kalsel, Syaripuddin dan diterima langsung oleh Wakil Ketua Komisi C, Sriyanto Saputro didampingi anggota Komisi A, Sucipto dan Kasubag Protokol Yohan Fitriadi, di Gedung Berlian DPRD Prov. Jawa Tengah.

Wakil Ketua DPRD Prov Kalsel Syaripuddin, menyampaikan rasa terimakasihnya dan apresiasi yang tinggi atas penerimaan pejabat kesekretariatan dan juga atas kehadiran anggota DPRD Jateng tersebut.

Bang Dien, panggilan akrab Syaripuddin Wakil Ketua DPRD Kalsel ini, menyampaikan, “Satu hal yang kita terima dari hasil kunjungan adalah bahwa DPRD Prov Jateng mengapresiasi dan ini satu hal yang sangat positif, kita bisa bersama-sama dengan jurnalis berkunjung ke sini dan telah disampaikan ke Sekwan bahwa ingin juga melaksanakan kegiatan yang seperti dilakukan oleh Sekretariat Dewan Prov Kalsel dan ke depan kita ingin membangun hubungan ini agar lebih baik lagi, “ kata bang Dien.“

Sementara itu, Kepala Bagian TU, Protokol dan Kehumasan, Riduansyah mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi awak media yang tergabung dalam press room Sekretariat DPRD Kalsel.

“Diharapkan ini dapat menjadi sarana komunikasi sekaligus mediator untuk menjembatani kepentingan anggota DPRD Kalsel dengan media massa dalam mempublikasikan kebijakan-kebijakan dan program-program serta kinerja anggota DPRD kepada masyarakat luas. Sehingga diharapkan masyarakat paham dan tercipta iklim politik yang baik dan kondusif.

Wakil Ketua Komisi C, Ir. Sriyanto Saputro, MM, Politisi dari Fraksi  Gerindra yang juga mantan wartawan ini menyambut baik dan sangat berterimakasih atas kunjungan dari Wakil Ketua DPRD Kalsel bersama rombongan Press Room Sekretariat DPRD Kalsel.

Acara yang berlangsung di ruang rapat Banggar dan Banmus DPRD Jateng tersebut diisi dengan dialog dan saling sharing (berbagi_red) pengalaman dan tanya jawab terkait kehumasan, perlengkapan dan peran press room di masing-masing Sekretariat Dewan.

Di antara pertanyaan tersebut yakni tentang kebebasan pers dalam kaitan hubungan media dengan legislatif. Menanggapi hal itu, Sriyanto mengatakan dari dulu sejak zaman Orde Baru kebebasan Pers khususnya di DPRD terbuka. Sekarang pun juga sama, cuma  persoalannya itu daya kritis wartawan tentunya berbeda dari masa ke masa termasuk era sekarang era digital dan teman-teman media mengejar ketepatan waktu, sehingga kemungkinan belum sempat investigasi.

“Kalau dulu waktunya lebih longgar tidak kuatir kejar-kejaran dengan waktu. Sekarangkan tiap-tiap detik informasi bisa berubah, kami memahami, kalau dulu tidak dikejar waktu jadi investigasi bisa secara mendalam, data lengkap, tapi kalau sekarang kurang mendalamnya itu karena keterbatasan waktu,” jelas Sriyanto.

Pada prinsipnya bahwa kebebasan di lingkup DPRD Jawa Tengah khususnya, dibuka seluas-luasnya tidak pernah menutup-nutupinya atau melarang diliput, kecuali memang rapat yang bersifat tertutup. Rapat Paripurna terbuka, rapat Komisi terbuka, tetapi ketika hal khusus tertutup pasti kita informasikan bahwa ini tertutup, “jelas Sriyanto.

Kemudian selanjutnya pertanyaan dari salah seorang wartawan tentang adanya anggota DPRD bermain proyek atau Penunjukan Langsung (PL) apakah itu pantas dan tidak melanggar Undang-Undang.

Tentang dewan bermain proyek, Sriyanto mengakui hal itu bisa saja terjadi, namun secara pribadi dirinya tidak tahu hingga detik inipun memang tidak tahu dan dirinya mengaku tidak melakukan hal tersebut. Ia lebih memilih berjalan dalam koridor yang benar.

Sementara itu anggota Komisi A dari Fraksi PDIP, Drs. Sucipto menambahkan, pertama, tentang sinergitas antara kelembagaan legislative khususnya dengan teman-teman pers di Jateng ini bagus sekali.  Secara  institusional hubungan itu baik sekali, dengan organisasi kewartawanan yang ada di Jateng ini termasuk terbangunnya forum-forum kewartawanan. Tadi telah disampaikan ada forum wartawan Provinsi, forum wartawan DPRD dan sebagainya.

“Jadi secara institusional baik sekali, apalagi dengan PWI Jateng, hampir dalam setiap kegiatan Hari Pers Nasional (HPN) tidak pernah kita tidak terlibat, tidak pernah kita tidak ikut berpartisipasi,” kata Pa Cip sapaan akrab Sucipto mantan wartawan senior ini.

“Yang kedua, tentang  kebebasan. Teman-teman yang sekarang masih aktif di dunia kewartawanan pasti merasakan sekarang ini apa itu surganya kebebasan Pers. Menulis apa saja nyaris tidak ada persoalan. Persoalannya berpulang pada integritas kita, apakah menulis sekedar menulis atau menulis yang tentunya baik, benar dan bermanfaat bagi masyarakat.

“Jadi saya ingin menyampaikan kepada teman-teman  jangan sampai arah kebebasan ini menjadi kebablasan, Pers Bebas boleh, karena tanpa ada kebebasan kita tidak bisa maksimal melakukan peran-peran Pers kita, fungsi-fungsi pers kita, bukan bebas mutlak, bukan bebas untuk kebebasan, tetapi bebas yang dibarengi tanggung jawab kepada Bangsa dan Negara dibarengi dengan ketaatan kepada hukum dan Kode Etik Jurnalistik (KEJ),“ kata Sucipto.

Kasubag Protokol Yohan Fitriadi, S.IP, M.Si, menjelaskan bahwa, hubungan dengan teman-teman media di Jawa Tengah sangat baik dan harmonis, tanpa mengurangi indenpedensi. “Jurnalis tidak pernah  dibatasi untuk independensinya, tetap obyektif dan tentu gaya kritisnya sesuai dengan media masing-masing. Di samping itu juga beberapa kegiatan di kewartawanan juga kita fasilitasi,” kata Yohan.

Kemudian yang kedua, terkait pemberitaan. Semua  kegiatan dewan itu kita publikasikan di website, tidak ada yang tidak kita publikasikan termasuk kunjungan kerja, tergantung pengemasan berita itu sendiri.

“Jadi kita itu ada tema yang memang selalu mengikuti dewan untuk kunjungan. Kalau yang untuk wartawan memang agak jarang ikut. Tapi kita menfasilitasi teman-teman melalui advertorial. Berita yang kita kemas melalui teman-teman itu kita bikin rilis, kita share ke media, media itu nanti ada advertorial, ada rubrik dari humas yang anggarannya sudah kita siapkan, “ tandas Yohan.

“Kemudian, beberapa kegiatan itu juga banyak kita yang kerjasama, seperti diskusi, ada namanya ekspose, rilis kegiatan dewan selama triwulan itu apa saja biasanya kita rutin di dewan, cuma yang belum itu Press Tours. Press Tours itu mungkin baru di perubahan,“ ungkapnya. (Ais/Mzr/tabloidprospekbanjarmasin)

 76 total views,  1 views today