Inflasi Kalsel Mengalami Penurunan

Kepala Perwakilan BI Prov. Kalsel Amanlison Sembiring

Banjarmasin, mediaprospek.com–Kepala Perwakilan BI Prov. Kalsel Amanlison Sembiring didampingi Kepala Grup Advisory Ekonomi Keuangan dan Pengembangan Ekonomi, Rahmat Dwisaputra,  Ekonom Ahli Tim Pengembangan Ekonomi, Dadi Esa Cipta, Ekonom Ahli Koordinator Asesmen Ekonomi dan Keuangan Regional, Donni Fajar Anugrah, Kepala Divisi SP,PUR dan Layanan Administrasi, R. Bambang Setyo Pambudi, pada acara “Bincang Bersama Media” Banjarmasin,pada kamis (5/02/2020), mengatakan, Inflasi Kalimantan Selatan pada Februari 2020 tercatat sebesar 0,08% (mtm), lebih rendah dibanding bulan sebelumnya yang inflasi sebesar 0,30%. Penurunan ini  terutama didorong oleh lebih rendahnya inflasi kelompok makanan, minuman, tembakau serta kelompok perlengkapan dan peralatan rumah tangga (RT).

Amanlison menjelaskan, faktor pendukung penurunan inflasi tahun 2020 ini yaitu cuaca yang lebih baik, program peningkatan produksi pertanian dan penguatan koordinasi Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), di antaranya melalui implementasi Roadmap Pengendalian Inflasi dan kerjasama antardaerah, serta perluasan jaringan Toko Tani Indonesia, Rumah Pangan Kita, Ewarong dan kanal distribusi lainnya serta kegiatan pasar murah/operasi pasar.

Sebelumnya Amanlison mengatakan, secara tahunan, inflasi Kalimantan Selatan pada bulan Februari tahun 2020 ini tercatat sebesar 3,28% (yoy), lebih tinggi dibanding inflasi tahunan Januari 2020 (3,07% yoy). Pencapaian inflasi Kalsel masih berada dalam sasaran inflasi nasional 2020 sebesar 3,0±1%.

“Berdasarkan kelompoknya, inflasi Kalimantan Selatan terutama bersumber dari inflasi kelompok kesehatan sebesar 1,48% (mtm), diikuti kelompok bahan makanan sebesar 0,44% (mtm). Sementara rendahnya permintaan angkutan udara menyebabkan kelompok transportasi mengalami deflasi sebesar -1,11%, kata Amanlison.

“Komoditas penahan inflasi Kalimantan Selatan pada Februari 2020 antara lain adalah angkutan udara, bensin, dan ikan kembung. Sementara komoditas pendorong inflasi antara lain adalah bawang putih, ikan gabus dan obat dengan resep, papar Amanlison.

Diketahui, terdapat tiga kota penghitung inflasi di Kalimantan Selatan, yaitu Banjarmasin, Tanjung dan Kotabaru. Pada Februari 2020 Kota Banjarmasin mengalami deflasi sebesar 0,02% (mtm), lebih rendah dari bulan sebelumnya yang mengalami inflasi sebesar 0,25% (mtm).

Kota Tanjung mengalami inflasi sebesar 0,91% (mtm), lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang inflasi sebesar 0,43% (mtm). Sedangkan Kotabarumengalami  inflasi sebesar 0,30% (mtm), lebih rendah dari bulan sebelumnya yang inflasi sebesar 0,68% (mtm). Inflasi nasional pada Februari 2020 tercatat sebesar 0,28% (mtm), dengan demikian inflasi Kalsel (0,08% (mtm) lebih rendah dibanding inflasi nasional. (Rilis BI Kalsel/Mzr).

 200 total views,  1 views today

Check Also

Pengunduran Diri Pegawai KPK, Ka Biro Humas KPK Jangan Bernuansa Drama

  Oleh : Syahrir Irwan Yusuf, SH (Pengamat dan Praktisi Hukum) Dalam akhir pekan lalu, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.