Pertumbuhan Ekonomi Kalsel Sebesar 4,08 Persen

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Prov. Kalsel, Ir. Diah Utami, M.Sc, beserta jajaran, pada saat jumpa pers kepada para awak media di Aula kantor BPS Banjarbaru, Rabu (5/2/2020), siang.

Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Kalimantan Selatan (c-to-c) Sebesar 4,08 Persen

 Banjarmasin, mediaprospek.com–Perekonomian Kalimantan Selatan pada triwulan IV-2019 diukur dari besarnya Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp 46,37 triliun. Perekonomian Kalimantan Selatan secara kumulatif selama tahun 2019 dibanding tahun sebelumnya tumbuh sebesar 4,08 persen. Perekonomian Kalimantan Selatan tahun 2019 triwulan IV dibanding periode yang sama tahun sebelumnya (y-on-y) tumbuh sebesar 3,85 persen.  Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Prov. Kalsel, Ir. Diah Utami, M.Sc, beserta jajaran, pada saat jumpa pers kepada wartawan Media Cetak, Elektronik dan Online, serta para undangan dari Perwakilan Bank BI dan Satuan Organisasi Perangkat Daerah (SOPD)  Pemprov Kalsel di Aula kantor BPS Banjarbaru mengatakan bahwa hal itu, Rabu (5/2/2020), siang.

Sementara itu, kata Diah, jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya (q-to-q), perekonomian Kalimantan Selatan pada triwulan IV2019 turun menjadi -2,70 persen. Dari sisi produksi, secara c-to-c triwulan IV tahun 2019 kategori yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah kategori jasa pendidikan (7,54%). Sementara itu dari sisi pengeluaran, komponen dengan pertumbuhan tertinggi adalah PMTB yang tumbuh mencapai 6,37 persen.

Diah menjelaskan bahwa ekonomi Kalimantan Selatan tahun 2019 mengalami pertumbuhan sebesar 4,08 persen. Pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Lapangan Usaha Jasa Pendidikan sebesar 7,54 persen diikuti Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sebesar 7,41 persen dan Perdagangan Besar-Eceran, Reparasi Mobil-Sepeda Motor sebesar 7,33 persen. Berdasarkan sumber pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan tahun 2019, sumber pertumbuhan tertinggi berasal dari Lapangan Usaha Perdagangan Besar-Eceran, Reparasi Mobil Sepeda Motor sebesar 0,66 persen Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebesar 0,53 persen dan Konstruksi sebesar 0,46 persen.

Diah menandaskan bahwa struktur PDRB Kalimantan Selatan menurut lapangan usaha atas dasar harga berlaku pada triwulan IV-2019 masih didominasi oleh empat kategori utama, yaitu pertambangan dan penggalian sebesar 18,69 persen industri pengolahan sebesar 14,28 persen pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 12,38 persen dan  perdagangan besar dan eceran reparasi mobil dan sepeda motor sebesar 11,05 persen. Total peranan keempat kategori tersebut mencapai 56,41 persen, 13 kategori lainnya hanya berbagi nilai sebesar 43,59 persen.

“Ekonomi Kalimantan Selatan triwulan IV-2019 dibandingkan triwulan IV-2018 (y-on-y) tumbuh 3,85 persen. Kondisi ini lebih lambat dibanding pertumbuhan y-on-y triwulan IV-2018 yang sebesar 5,78 persen. Pertumbuhan tertinggi dicapai oleh jasa pendidikan sebesar 8,52 persen diikuti oleh kategori penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 8,19 persen dan kategori informasi dan komunikasi sebesar 7,94 persen, “ kata Diah.

“Sebagaimana siklus triwulanan dalam perekonomian Kalimantan Selatan, pada triwulan IV-2019 ini, perekonomian Kalimantan Selatan masuk dalam zona kontraksi. Pada triwulan IV 2019, ekonomi Kalimantan Selatan tumbuh -2,70 persen dibandingkan dengan triwulan III-2019. Hal tersebut disebabkan salah satu lapangan usaha dominan di Kalimantan Selatan mengalami kontraksi, yaitu lapangan usaha pertanian, kehutanan, perikanan (-28,55%) dan administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib (-0,15%),” ujar Diah.

“Secara kumulatif, PDRB sampai dengan triwulan IV 2019 Kalimantan Selatan tumbuh 4,08 persen yang mana lebih lambat dari kumulatif triwulan IV tahun sebelumnya. Pertumbuhan kumulatif pada kuartal ini diantaranya disumbangkan oleh komponen PKRT dan PMTB masing-masing sebesar 1,87 persen dan 1,43 persen. Sementara itu komponen lainnya secara total memberikan sumbangan sebesar 0,78 persen,” imbuh Diah.

Diah memaparkan bahwa, perlambatan kinerja ekspor utamanya ekspor luar negeri yang terjadi selama tahun 2019 dibandingkan tahun 2018 menjadi salah satu faktor yang menyebabkan melambatnya pertumbuhan ekonomi tahun ini.  Selain itu, usainya kegiatan Pemilu pada tahun ini turut menunjang perlambatan pada komponen LNPRT. Secara umum, hampir semua komponen pengeluaran menunjukkan perlambatan pada tahun 2019 kecuali komponen PKP yang tumbuh lebih cepat dibandingkan tahun 2018 yakni sebesar 3,03 persen.

Pada triwulan IV-2019 ekonomi Kalimantan Selatan tumbuh 3,85 persen bila dibandingkan triwulan IV-2018 (y-on-y). Angka ini melambat jika dibandingkan dengan triwulan yang sama tahun 2018. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada komponen ekspor yang tumbuh sebesar 7,72 persen dibandingkan dengan triwulan IV-2018. Komponen PK-RT, PK-LNPRT, dan PK-PMTB tumbuh lebih lambat masing-masing sebesar 4,07 persen 5,12 persen  dan 4,74 persen. Untuk komponen PKP, meski tidak terlalu tinggi namun masih tumbuh lebih cepat dari tahun sebelumnya yaitu sebesar 1,08 persen.

Berdasarkan komponen yang mendominasi (gambar 7), struktur ekonomi Kalimantan Selatan triwulan IV2019 menurut pengeluaran masih dikuasai oleh komponen pengeluaran konsumsi rumah tangga sebesar 48,19 persen, diikuti oleh komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto sebesar 25,21 persen. Jika dilihat sumber pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan triwulan IV-2019 (y-on-y), maka komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga merupakan komponen dengan sumber pertumbuhan tertinggi, yakni sebesar 1,87 persen yang diikuti oleh  komponen PMTB sebesar 1,11 persen. Komponen pengeluaran lainnya secara kumulatif menyumbangkan 0,87 persen terhadap total pertumbuhan.

Pertumbuhan Ekonomi Triwulan IV-2019 terhadap Triwulan III-2019 (q-to-q) Ekonomi Kalimantan Selatan triwulan IV-2019 terhadap triwulan III2019 (q-to-q) mengalami kontraksi yang mencapai -2,70 persen. Meningkatnya impor pada triwulan ini menjadi salah satu faktor yang menyebabkan negatifnya pertumbuhan pada kuartal ini.

Selain itu, perlambatan yang terjadi pada beberapa komponen seperti PKRT dan PMTB juga turut mendukung terjadinya kontraksi perekonomian di triwulan ini secara total. Meskipun beberapa komponen lain seperti PKP dan PK-LNPRT mengalami pertumbuhan yang lebih cepat dibanding triwulan sebelumnya, namun secara total tidak mampu berperan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi kuartal ini. (BPS Prov. Kalsel/Mzr)

 172 total views,  2 views today

Check Also

Pengunduran Diri Pegawai KPK, Ka Biro Humas KPK Jangan Bernuansa Drama

  Oleh : Syahrir Irwan Yusuf, SH (Pengamat dan Praktisi Hukum) Dalam akhir pekan lalu, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.