Ekspor Kalsel Bulan November 2019 Turun 2,91 Persen dan Impor Naik 27,03 Persen

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Prov. Kalsel, Ir. Diah Utami, M.Sc, didampingi Kepala Bidang Statistik Distribusi Fachri Ubadiyah

 Banjarmasin, mediaprospek.com– Nilai ekspor melalui pelabuhan di Kalimantan Selatan bulan November 2019 mencapai US$650,29 juta atau turun 2,91 persen dibanding ekspor bulan Oktober 2019 yang mencapai US$669,80 juta dan turun 11,70 persen jika dibandingkan dengan nilai ekspor bulan November 2018 yang mencapai US$736,45 juta. Adapun kelompok komoditas barang berdasarkan HS 2 dijit yang paling banyak diekspor adalah kelompok bahan bakar mineral (HS 27) sebesar US$557,17 juta dan negara tujuan ekspor terbesar adalah Tiongkok dengan nilai US$254,08 juta. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Prov. Kalsel, Ir. Diah Utami, M.Sc, didampingi Kepala Bidang Statistik Distribusi Fachri Ubadiyah bersama jajaran, pada saat jumpa pers kepada wartawan Media Cetak, Elektronik dan Online, serta para undangan dari Perwakilan Bank BI dan Satuan Organisasi Perangkat Daerah (SOPD)  Pemprov Kalsel di Aula kantor BPS Banjarbaru mengatakan bahwa hal itu, Rabu (2/1/2020), siang.

Diah mengatakan bahwa nilai impor Kalimantan Selatan bulan November 2019 sebesar US$99,80 juta atau naik sebesar 27,03 persen dibanding impor bulan Oktober 2019 yang mencapai US$78,57 juta. Sedangkan jika dibandingkan dengan nilai impor bulan November 2018, nilai tersebut turun sebesar 29,68 persen yang pada saat itu nilainya mencapai US$141,93 juta. Komoditas barang berdasarkan HS 2 dijit yang paling banyak diimpor adalah kelompok bahan bakar mineral (HS 27) sebesar US$70,26 juta dan negara asal impor dengan nilai terbesar adalah Malaysia sebesar US$ 45,75 juta. Neraca perdagangan ekspor impor Kalimantan Selatan bulan November 2019 surplus US550,49 juta.

“Ekspor melalui pelabuhan muat di Kalimantan Selatan pada bulan November 2019  mencapai US$650,29 juta atau turun sebesar 2,91 persen dibanding nilai ekspor bulan Oktober 2019 yang mencapai US$669,80 juta. Apabila dibandingkan dengan nilai ekspor bulan November 2018 yang mencapai US$736,45 juta, nilai ekspor bulan November 2019 ini turun 11,70 persen,” kata Diah.

Diah memaparkan bahwa ekspor menurut kelompok barang (HS 2 Dijit) Kelompok barang utama penyumbang ekspor terbesar Kalimantan Selatan bulan November 2019 berdasarkan kode Harmonized System (HS) 2 dijit ada pada kelompok bahan bakar mineral (HS 27) dengan nilai US$557,17 juta. Nilai tersebut mengalami penurunan sebesar 2,36 persen dibanding ekspor bulan Oktober 2019. Sementara itu, di urutan kedua adalah kelompok lemak dan minyak hewani/nabati (HS 15) yang menyumbang ekspor dengan nilai US$82,86 juta, mengalami kenaikan sebesar 3,85 persen. Di urutan ketiga adalah kelompok kayu, barang dari kayu (HS 44) dengan nilai ekspor US$4,23 juta yang turun sebanyak 16,42 persen.

“Berdasarkan kontribusinya terhadap total ekspor bulan November 2019, kelompok bahan bakar mineral (HS 27) memberikan kontribusi terbesar yaitu sebesar 85,68 persen. Kemudian diikuti oleh kelompok barang lemak dan minyak hewani/nabati (HS 15) dan kelompok kayu, barang dari kayu (HS 44) dengan kontribusi masing-masing sebesar 12,74 persen dan 0,65 persen.  Berikutnya di urutan keempat dan kelima terdapat kelompok bijih, kerak, dan abu logam (HS 26) dan kelompok ampas/sisa industri makanan (HS 23) dengan kontribusi masing-masing sebesar 0,55 persen dan 0,25 persen. Peranan ekspor kelima kelompok barang ini pada bulan November 2019 mencapai 99,87 persen dari total ekspor melalui pelabuhan muat di Kalimantan Selatan,” ujar Diah.

Diah menjelaskan bahwa ekspor menurut negara tujuan utama menurut negara tujuan utama ekspor, nilai ekspor tertinggi pada bulan November 2019 adalah ekspor dengan tujuan ke Tiongkok sebesar US$254,08 juta. Nilai ekspor tersebut mengalami penurunan sebesar 0,39 persen dibanding ekspor bulan Oktober 2019 yang mencapai US$255,09 juta. Kemudian di urutan berikutnya adalah ekspor ke India sebesar US$117,31 juta, yang mengalami kenaikan sebesar 16,28 persen. Berada di urutan ketiga adalah ekspor ke Jepang sebesar US$65,29 juta yang naik sebesar 1,73 persen dibandingkan nilai ekspor ke negara ini bulan Oktober 2019.

Selanjutnya di urutan keempat dan kelima adalah Filipina dengan nilai ekspor US$44,02 juta dan Malaysia dengan nilai ekspor US$36,06 juta. Nilai ekspor kelima negara tujuan utama pada bulan November 2019 mencapai US$516,76 juta yang naik sebesar 2,36 persen dibandingkan nilai total kelima negara tersebut pada bulan Oktober 2019 yang mencapai US$504,85 juta. Nilai ekspor Kalimantan Selatan kelima negara tujuan utama tersebut memberikan kontribusi sebesar 79,47 persen atas total ekspor November 2019.

“Perkembangan Impor Nilai impor Kalimantan Selatan pada bulan November 2019 mencapai US$99,80 juta atau naik sebesar 27,03 persen dibanding nilai impor bulan Oktober 2019 yang mencapai US$78,57 juta. Bila dibandingkan dengan nilai impor bulan November 2018 yang mencapai US$141,93 juta, maka nilai impor bulan November 2019 turun, sebesar 29,68 persen,” ujar Diah.

“Impor Menurut Kelompok Barang (HS 2 Dijit) Menurut kelompok barang, pada bulan November 2019 tiga kelompok barang yang mempunyai nilai impor tertinggi adalah kelompok bahan bakar mineral (HS 27), diikuti oleh kelompok mesin-mesin/pesawat mekanik (HS 84), dan kelompok kapal laut (HS 89). Nilai impor untuk ketiga kelompok barang tersebut masing-masing adalah HS 27 sebesar US$70,26 juta, HS 84 sebesar US$18,55 juta dan HS 89 sebesar US$7,30 juta,” tandas Diah.

“Kontribusi dari masing-masing kelompok tersebut adalah 70,40 persen 18,58 persen dan 7,31 persen dari total impor November 2019.  Nilai impor 5 kelompok barang utama pada bulan November 2019 mencapai US$97,34 juta dengan kontribusi mencapai 97,54 persen dari total impor. Sedangkan dari sisi perkembangan, nilai impor 5 kelompok barang utama tersebut pada bulan November 2019 ini mengalami kenaikan sebesar 31,30 persen dibanding dengan impor bulan Oktober 2019, papar Diah.

Impor Menurut Negara Asal Nilai impor Kalimantan Selatan pada bulan November 2019 tertinggi berasal dari Malaysia dengan nilai US$45,75 juta, yang naik sebesar 41,46 persen dibandingkan impor pada bulan Oktober 2019 yang mencapai US$32,34 juta. Berada di urutan kedua adalah Singapura dengan nilai impor mencapai US$31,90 juta yang mengalami kenaikan sebesar 84,92 persen. Sedangkan berada di urutan ketiga adalah Jepang dengan nilai impor US$9,45 juta. Kontribusi impor dari Malaysia mencapai 45,84 persen dari total nilai impor Kalimantan Selatan bulan November 2019, sedangkan impor dari Singapura dan Jepang memberikan kontribusi masing-masing sebesar 31,97 persen dan 9,47 persen.

Pada bulan November 2019 ini posisi keempat dan kelima ditempati oleh Korea Selatan dan Tiongkok, dengan nilai impor masing-masing sebesar US$6,54 juta dan US$2,17 juta. Nilai impor 5 negara tujuan utama pemasok impor ke Kalimantan Selatan tersebut pada bulan November 2019 mencapai US$95,81 juta dengan kontribusi sebesar 96,00 persen. Dilihat dari sisi perkembangan, impor dari 5 negara tujuan utama tersebut naik sebanyak 26,27 persen dibanding nilai impor kelimanya pada bulan Oktober 2019.

Neraca  Perdagangan Neraca Perdagangan Kalimantan Selatan tetap menunjukan nilai yang positif. Pada bulan November 2019 ini, neraca perdagangan ekspor impor surplus sebesar US$550,49 juta, nilai tersebut lebih kecil dibandingkan neraca perdagangan pada bulan Oktober 2019 lalu yang surplus sebesar US$591,23 juta. Selama bulan Januari sampai dengan November 2019 neraca perdagangan Kalimantan Selatan surplus sebesar US$5,93 miliar. (Ais/Mzr)

 222 total views,  6 views today

Check Also

Aparat Hukum Dihimbau Berantas Narkoba agar Bisa Lebih Ditingkatkan Lagi

Sekretaris Komisi I DPRD Kalsel H. Suripno Sumas Banjarmasin, mediaprospek.com—Sekretaris Komisi I DPRD Kalsel H. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.