Di Bulan Desember 2019, Banjarmasin Inflasi Sebesar 0,57 Persen

 

 

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Prov. Kalsel, Ir. Diah Utami, M.Sc, didampingi Kepala Bidang Statistik Distribusi Fachri Ubadiyah

Kalimantan Selatan mengalami Inflasi sebesar 0,54 persen

Banjarmasin, mediaprospek.com–Bulan Desember 2019, di Kota Banjarmasin terjadi inflasi sebesar 0,57 persen. Laju inflasi kalender tahun 2019 (Desember 2019 terhadap Desember 2018)  sebesar 4,15 persen dan laju inflasi “year on year” adalah 4,15 persen. Komoditas yang mengalami kenaikan harga dengan andil inflasi tertinggi di Kota Banjarmasin antara lain angkutan udara, ikan gabus, telur ayam ras, ikan bakar, ikan nila. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Prov. Kalsel, Ir. Diah Utami, M.Sc, didampingi Kepala Bidang Statistik Distribusi Fachri Ubadiyah SE. MP  bersama jajaran, pada saat jumpa pers kepada wartawan Media Cetak, Elektronik dan Online, serta para undangan dari Perwakilan Bank BI dan Satuan Organisasi Perangkat Daerah (SOPD)  Pemprov Kalsel di Aula kantor BPS Banjarbaru mengatakan bahwa hal itu, Rabu (2/1/2020), siang.

Sedangkan di Kota Tanjung, kata Diah, pada Bulan Desember 2019 mengalami inflasi sebesar 0,05 persen. Laju inflasi kalender Tahun 2019 ( Desember 2019 terhadap Desember 2018) terjadi inflasi sebesar 2,15 persen dan laju inflasi “year on year” adalah 2,15 persen. Komoditas yang mengalami kenaikan harga dengan andil inflasi tertinggi di Kota Tanjung antara lain ikan nila, telur ayam ras, bawang merah, bahan bakar rumah tangga dan ikan mas.

Diah mengatakan bahwa dari 82 kota yang menghitung indeks harga konsumen, tercatat  72 kota mengalami inflasi, 10 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi di kota Batam sebesar 1,28 persen, dan terendah di kota Watampone sebesar 0,01 persen. Kota yang mengalami deflasi tertinggi di Manado sebesar 1,88 persen dan deflasi terendah kota Bukittinggi dan Singkawang masing-masing sebesar 0,01 persen. Pada bulan Desember 2019 di Kota Banjarmasin terjadi inflasi sebesar 0,57 persen, atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 139,35 pada bulan November 2019 menjadi 140,15 pada bulan Desember 2019.

Menurut Diah, Inflasi di Kota Banjarmasin bulan Desember 2019 terjadi karena adanya kenaikan  indeks harga pada kelompok pengeluaran yaitu kelompok bahan makanan sebesar 1,10 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,23 persen, kelompok  kesehatan sebesar 0,07 persen, kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 2,30 persen. Sedangkan kelompok yang mengalami penurunan yaitu kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,29 persen, kelompok sandang sebesar 0,03 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga sebesar 0,14 persen.

“Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga dengan andil inflasi tertinggi di Kota Banjarmasin antara lain angkutan udara, ikan gabus, telur ayam ras, ikan bakar, ikan nila. Sedangkan komoditas yang mengalami penurunan harga dengan andil deflasi tertinggi antara lain bahan bakar rumah tangga, ikan kembung/gembung, daging ayam ras, cabei merah, ikan asin telang. Di Kota Tanjung, pada bulan Desember 2019 terjadi inflasi sebesar  0,05 persen atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 136,73 pada bulan November 2019 menjadi 136,80 pada bulan Desember 2019,” ujar Diah.

“Dilihat dari kelompok pengeluaran di kota Banjarmasin, sumbangan andil inflasi terbesar pada bulan Desember 2019 terjadi pada kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan  sebesar 0,3623 persen dan terendah kelompok kesehatan 0,0033 persen dan tiga kelompok mengalami deflasi, deflasi tertinggi kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,0595 persen dan terendah kelompok sandang sebesar 0,0014 persen. Sumbangan andil inflasi selama bulan Januari sampai dengan bulan Desember 2019 terbesar terjadi pada kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 1,2962 persen dan yang terkecil kelompok perumahan,air,listris,gas  sebesar 0,0876 persen,” papar Diah.

Sedangkan inflasi di Kota Tanjung bulan Desember 2019 terjadi karena adanya kenaikan  indeks harga pada kelompok pengeluaran yaitu kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,03 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,25 persen, kelompok sandang sebesar 0,13 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,32 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga sebesar 0,02 persen, kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,01 persen. Sedangkan kelompok yang mengalami penurunan yaitu kelompok bahan makanan sebesar 0,12 persen. Beberapa komoditas yang mengalami  kenaikan harga dengan andil inflasi tertinggi dikota tanjung antar lain ikan nila, telur ayam ras, bawang merah, bahan bakar rumah tangga, ikan mas. “Komoditas yang mengalami penurunan harga dengan andil deflasi tertinggi antara lain daging ayam ras, kacang panjang, beras, cabai merah dan ketimun,” sebut Diah.

“Dilihat dari kelompok pengeluaran di kota Tanjung, sumbangan andil inflasi terbesar pada bulan Desember 2019 terjadi pada kelompok perumahan,air, listrik,gas, bahan bakar rumah tangga sebesar 0,0542 persen dan terendah kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga sebesar 0,0010 persen dan satu kelompok yang mengalami deflasi kelompok bahan makanan sebesar 0,0313 persen. Sumbangan andil inflasi selama bulan Januari sampai dengan bulan Desember 2019 terbesar terjadi pada kelompok bahan makanan sebesar 1,0690 persen, terendah kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga sebesar 0,0534 persen, satu kelompok yang mengalami deflasi kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,0321 persen,” jelas Diah.

Di Kota Tanjung komoditas yang mengalami kenaikan harga dengan andil inflasi tertinggi selama bulan Desember 2019 antara lain ikan nila, telur ayam ras, bawang merah, bahan bakar rumah tangga, ikan mas. Pada bulan Desember 2019, secara umum dikota Banjarmasin terjadi inflasi sebesar 0,57 persen. dilihat dari kelompok pengeluaran, inflasi tertinggi bulan Desember terjadi pada kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuanga sebesar 2,30 persen dan terendah kelompok kesehatan sebesar 0,07 persen. Komoditas yang dominan pendorong inflasi adalah angkutan udara, ikan gabus, telur ayam ras, ikan bakar, ikan nila dan penahan inflasi yaitu bahan bakar rumah tangga, ikan kembung/gembung, daging ayam ras, cabai merah dan ikan asin telang.

Menurut komponennya, barang-barang yang harganya dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah (administered goods inflation) secara umum di bulan Desember 2019 Kota Tanjung  mengalami inflasi sebesar 0,33 persen, harga yang bergejolak (volatile goods inflation) secara umum mengalami deflasi sebesar 0,52 persen dan komponen inti  (core inflation) mengalami inflasi sebesar 0,21 persen. (Ais/Mzr)

 172 total views,  1 views today

Check Also

Aparat Hukum Dihimbau Berantas Narkoba agar Bisa Lebih Ditingkatkan Lagi

Sekretaris Komisi I DPRD Kalsel H. Suripno Sumas Banjarmasin, mediaprospek.com—Sekretaris Komisi I DPRD Kalsel H. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.