November Banjarmasin Inflasi 0,17 Persen

Perkembangan Indeks Harga Konsumen/Inflasi Provinsi Kalimantan Selatan Bulan NovemberTahun 2019

 Banjarmasin, mediaprospek.com–Bulan November 2019, di Kota Banjarmasin terjadi inflasi sebesar 0,17 persen. Laju inflasi kalender tahun 2019 (November 2019 terhadap Desember 2018)  sebesar 3,56 persen dan laju inflasi “year on year” adalah 4,28 persen. Komoditas yang mengalami kenaikan harga dengan andil inflasi tertinggi di Kota Banjarmasin antara lain ikan gabus, daging ayam ras, ikan nila, telur ayam ras, bawang merah. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Prov. Kalsel, Ir. Diah Utami, M.Sc, didampingi Kepala Bidang Statistik Distribusi Fachri Ubadiyah SE. MP  bersama jajaran, pada saat jumpa pers kepada wartawan Media Cetak, Elektronik dan Online, serta para undangan dari Perwakilan bank BI dan Satuan Organisasi Perangkat Daerah (SOPD)  Pemprov Kalsel di Aula kantor BPS Banjarbaru mengatakan bahwa hal itu, Selasa (2/12/2019), siang.

Untuk kota Tanjung, Diah mengatakan bahwa pada bulan November 2019 mengalami inflasi sebesar 0,97 persen. Laju inflasi kalender Tahun 2019 ( November 2019 terhadap Desember 2018) terjadi inflasi sebesar 2,10 persen dan laju inflasi “year on year” adalah 2,79 persen. Komoditas yang mengalami kenaikan harga dengan andil inflasi tertinggi di Kota Tanjung antara lain daging ayam ras, ikan gabus, jagung manis, bawang merah dan tomat sayur.

Diah mengatakan bahwa dari 82 kota yang menghitung indeks harga konsumen, tercatat  57 kota mengalami inflasi, 25 kota mengalami deflasi . Inflasi tertinggi di kota Manado sebesar 3,30 persen, dan terendah di kota Malang sebesar 0,01 persen. Kota yang mengalami deflasi tertinggi di Tanjung Pandan sebesar 1,06 persen dan deflasi terendah kota Batam sebesar 0,01 persen.

Perkembangan IHK Menurut Kelompok Pengeluaran Pada bulan November 2019 di Kota Banjarmasin terjadi inflasi sebesar 0,17 persen, atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 139,11 pada bulan Oktober 2019 menjadi 139,35 pada bulan November 2019.

“Inflasi di Kota Banjarmasin bulan November 2019 terjadi karena adanya kenaikan  indeks harga pada kelompok pengeluaran yaitu kelompok bahan makanan sebesar 1,25 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok & tembakau sebesar 0,01 persen, kelompok  pendidikan, rekreasi dan olah raga sebesar 0,41 persen, kelompok sandang sebesar 0,22 persen,” kata Diah.

“Sedangkan kelompok yang mengalami penurunan yaitu kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,08 persen, kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,65 persen. Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga dengan andil inflasi tertinggi di Kota Banjarmasin antara lain ikan gabus, daging ayam ras, ikan nila, telur ayam ras, bawang merah.

Sedangkan komoditas yang mengalami penurunan harga dengan andil deflasi tertinggi antara lain, angkutan udara, ikan kembung, udang basah, cabai rawit, bahan bakar rumah tangga. Di Kota Tanjung, pada bulan November 2019 terjadi inflasi sebesar  0,97 persen atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 135,42 pada bulan Oktober 2019 menjadi 136,73 pada bulan November 2019,” Ujar Diah .

Inflasi di Kota Tanjung bulan November 2019 terjadi karena adanya kenaikan  indeks harga pada kelompok pengeluaran yaitu kelompok bahan makanan sebesar 3,15 persen, kelompok  makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,28 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,36 persen, kelompok sandang sebesar 0,20 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,14 persen. Sedangkan kelompok yang mengalami penurunan yaitu kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga sebesar 0,01 persen.

Beberapa komoditas yang mengalami  kenaikan harga dengan andil inflasi tertinggi dikota tanjung antar lain daging ayam ras, ikan gabus, jagung manis, bawang merah, tomat sayur. Komoditas yang mengalami penurunan harga dengan andil deflasi tertinggi antara lain sawi hijau, kangkung, ikan kembung, bayam, ikan peda. Di Kota Tanjung komoditas yang mengalami kenaikan harga dengan andil inflasi tertinggi selama bulan November 2019 antara lain daging ayam ras, ikan gabus, jagung manis, bawang merah, tomat sayur.

Pada bulan November 2019, secara umum dikota Banjarmasin terjadi inflasi sebesar 0,17 persen. dilihat dari kelompok pengeluaran, inflasi tertinggi bulan November terjadi pada kelompok bahan makanan sebesar 1,25 persen dan terendah kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,01 persen. Komoditas yang dominan pendorong inflasi adalah ikan gabus, daging ayam ras, ikan nila, telur ayam ras, bawang merah dan penahan inflasi yaitu angkutan udara, ikan kembung, uadang basah, cabai rawit, bahan bakar rumah tangga.

Menurut komponennya,barang-barang yang harganya dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah (administered goods inflation) secara umum di bulan November 2019, Kota Banjarmasin mengalami deflasi sebesar 0,77 persen, harga yang bergejolak (volatile goods inflation) secara umum mengalami inflasi sebesar 1,36 persen dan komponen inti  (core inflation) mengalami  inflasi  sebesar  0,11 persen.

Pada bulan November 2019, secara umum di Kota Tanjung terjadi inflasi sebesar 0,97 persen. dilihat dari kelompok pengeluaran inflasi tertinggi bulan November terjadi pada kelompok bahan makanan sebesar 3,15 persen sedangkan inflasi  terkecil kelompok kesehatan sebesar 0,14 persen. Komoditas yang dominan pedorong inflasi adalah daging ayam ras, ikan gabus, jagung manis, bawang merah, tomat sayur dan penahan inflasi yaitu sawi hijau, kangkung, ikan kembung, bayam, ikan peda.

Menurut komponennya, barang-barang yang harganya dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah (administered goods inflation) secara umum di bulan November 2019 Kota Tanjung  mengalami inflasi sebesar 0,61 persen, harga yang bergejolak (volatile goods inflation) secara umum mengalami inflasi sebesar 3,52 persen dan komponen inti  (core inflation) mengalami inflasi sebesar 0,09 persen.

Menurut komponennya,barang-barang yang harganya dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah (administered goods inflation) secara umum di bulan November 2019  Kalimantan Selatan mengalami deflasi sebesar  0,69 persen, harga yang bergejolak (volatile goods inflation) secara umum mengalami deflasi sebesar  1,51 persen dan komponen inti  (core inflation) mengalami  inflasi  sebesar  0,11 persen.

Perbandingan Inflasi Antar Kota di Kalimantan Di 82 kota di Indonesia, tercatat 57 kota mengalami inflasi, 25 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi di kota Manado sebesar 3,30 persen dan inflasi terendah terjadi di kota Malang sebesar 0,01 persen dan kota yang mengalami deflasi tertinggi yaitu kota Tanjung Pandan sebesar 1,06 persen, terendah dikota Batam sebesar 0,01 persen.

Dari kota-kota IHK di wilayah pulau Kalimantan mengalami inflasi ada 7 kota, 2 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di kota Tanjung sebesar 0,97 persen dan inflasi terendah dikota Balikpapan sebesar 0,14 persen . 2 kota mengalami deflasi , deflasi tertinggi di kota Singkawang sebesar 0,43 persen, dan terkecil dikota Pontianak sebesar 0,07 persen. (Ais/Mzr).

 365 total views,  4 views today

Check Also

Pengunduran Diri Pegawai KPK, Ka Biro Humas KPK Jangan Bernuansa Drama

  Oleh : Syahrir Irwan Yusuf, SH (Pengamat dan Praktisi Hukum) Dalam akhir pekan lalu, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.