Kebun Raya Banua Untuk Melestarikan Keanekaragaman Hayati

Banjarmasin, mediaprospek.com–Rapat sidang paripurna DPRD Kalsel dengan agenda penyampaian pendapat akhir terhadap Raperda tentang APBD tahun anggaran 2020 dan penjelasan Gubernur terhadap 2 (Dua) Raperda, Senin, 11 Nopember 2019, lalu, Gubernur Kalsel H. Sahbirin Noor mengatakan bahwa untuk melestarikan keanekaragaman hayati perlu penguatan keberadaan suatu kebun raya di daerah yang sangat diperlukan baik di masa sekarang hingga masa yang akan datang.

Kebun Raya sebagaimana dijabarkan dalam peraturan presiden nomor 93 tahun 2011 diartikan sebagai kawasan konservasi ex situ memiliki koleksi tumbuhan hidup yang dipelihara di alam terbuka maupun rumah kaca, juga terdapat koleksi tumbuhan yang dikeringkan atau herbarium.

Gubernur H. Sahbirin Noor mengatakan bahwa tumbuhan koleksi tersebut dilengkapi dengan data yang jelas tentang asal usul dan karakteristik botani maupun pertumbuhannya. Keindahan dan muatan ilmiah yang terkandung pada tumbuhan koleksi merupakan salah satu keunggulan kebun raya yang diharapkan dapat menarik minat masyarakat untuk berkunjung dan menjadikannya sebagai tempat rekreasi yang sehat, segar, nyaman dan bernilai ilmiah.

“Seiring dengan pertumbuhan koleksi tumbuhan beberapa tahun ke depan, fungsi kebun raya sebagai wahana konservasi tumbuhan tetap menjadi prioritas utama. Agar keberadaan kebun raya terus dapat berkembang dan memberi manfaat bagi masyarakat luas dan bagi pemerintah daerah Provinsi Kalimantan Selatan, maka dalam penyelenggaraan fungsi kebun raya diperlukan landasan hukum dalam bentuk sebuah peraturan daerah, “kata Gubernur.

Kedua, Raperda tentang keamanan pangan. Raperda tentang keamanan pangan disusun sebagai tindak lanjut atas perintah peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi dan juga merupakan pelaksanaan dari pembagian salah satu urusan wajib yang tidak berkaitan dengan pelayanan dasar yang diatur dalam undang-undang 23 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah.

“Keamanan pangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang pemenuhannya merupakan hak asasi setiap warga masyarakat, sehingga harus tersedia dalam jumlah yang cukup, bermutu, aman, bergizi, beragam dengan harga yang terjangkau oleh kemampuan daya beli masyarakat,” ujar Gubernur.
Sebagaimana pasal 67 Undang-Undang nomor 18 tahun 2012 tentang pangan mengatur tentang keamanan pangan. Keamanan pangan diselenggarakan untuk menjaga pangan tetap aman, higienis, bermutu dan tidak bertentangan dengan agama, keyakinan dan budaya masyarakat. Keamanan pangan juga dimaksudkan untuk mencegah cemaran biologis dan kimia yang dapat membahayakan kesehatan manusia.

“Perlu kita sadari, bahwa semua kejadian dan akibat buruk dari pangan yang tidak aman, baik terhadap kesehatan maupun terhadap kondisisosial ekonomi masyarakat, menjadi peringatan bagi pemerintah dan pelaku usaha baik itu petani, eksportir maupun importir pengolah bahan pangan, serta konsumen tentang pentingnya penanganan keamanan pangan secara terus menerus. Untuk dapat mewujudkan pangan pertanian yang aman dan berdaya saing tinggi, diperlukan program yang berkelanjutan,” kata Gubernur.

Sebelumnya pada kesempatan itu Gubernur H. Sahbirin Noor juga menyampaikan selamat Hari Pahlawan yang diperingati setiap tanggal 10 November. Adapun kiranya peringatan Hari Pahlawan tahun ini mengambil tema “Aku Pahlawan Masa Kini”, diharapkan setiap insan masyarakat Indonesia memiliki semangat kepahlawanan dan tergerak hatinya untuk berjuang membangun negeri sesuai kemampuan dan profesi masing-masing. (Ais/Mzr)

 137 total views,  2 views today

Check Also

Korban Terorisme Mendapat Kompensasi dan Santunan Negara  

Juru bicara Presiden RI Fadjroel Rachman Jakarta, mediaprospek.com–Negara telah menyetujui dan menyiapkan dana kompensasi dan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.