F P Golkar : Keamanan Pangan Dimaksudkan untuk Mencegah Kemungkinan Cemaran Biologis yang Dapat Membahayakan Kesehatan

Banjarmasin, mediaprospek.com– Pandangan Umum F Golkar DPRD Prov Kalsel terhadap Raperda tentang pengelolaan Kebun Raya Banua dan Keamanan Pangan, yang disampaikan oleh Muhammad Yani Helmi, pada rapat sidang paripurna, Rabu, 20 Nopember 2019 lalu, di hadapan segenap anggota dewan dan para undangan yang hadir, mengatakan bahwa keamanan pangan dimaksudkan untuk mencegah kemungkinan cemaran biologis dan benda lain yang dapat mengganggu, merugikan dan membahayakan kesehatan manusia.

Yani mengatakan bahwa ada beberapa indikator yang harus diperhatikan untuk menjaga pangan tetap aman, higienis, bermutu, bergizi dan tidak bertentangan dengan agama, keyakinan dan budaya masyarakat.
Indikator yang dimaksud antara lain adalah Pertama, Aspek ekonomi, menyangkut pendapatan dan harga pangan ini akan dirasakan jika masyarakat mempunyai daya beli yang cukup.

Kedua, Aspek fisik, menyangkut sarana prasarana penghubung infrastruktur di daerah agar produksi pangan mencerminkan ketersediaan pangan, masyarakat dapat menjangkau dengan mudah. Ketiga, Aspek sosial, menyangkut refrensi terhadap pangan maupun bantuan pangan. Dari aspek sosial itu akan diperoleh jika masyarakat terlayani mendapatkan pangan pada saat kekurangan. Keempat, terkordinasinya pelaksanaan kegiatan di tingkat lapangan dan kelima, mengevaluasi terhadap kinerja dan capaian atas manfaat dari kegiatan tentang keamanan pangan agar terjaminnya pangan terbebas dari jenis pangan yang berbahaya bagi kesehatan.

Mengenai Kebun Raya Banua, Yani mengatakan bahwa adalah merupakan tempat di mana pemanfaatan Sumber Daya Alam secara lestari dan berkelanjutan perlu didukung upaya dengan menumbuh kembangkan budaya pelestarian tanaman khas daerah, juga diharapkan menjadi pusat penelitian dan pendidikan di bidang konservasi serta terwujudnya tempat rekreasi yang sehat, nyaman, edukatif dan inovatif bagi masyarakat Kalimantan Selatan.
“Tugas pokoknya, melakukan inventarisasi, eksplorasi, koleksi, penanaman dan pemeliharaan tumbuhan berkhasiat obat khususnya dari kawasan Kalimantan dan tumbuhan langka lainnya yang memiliki nilai pengetahuan dan potensi ekonomi untuk dikoleksi dalam bentuk kebun botani,” ujarnya.
“Melakukan pendataan, pendokumentasian, pengembangan pelayanan jasa dan informasi pemasyarakatan ilmu pengetahuan di bidang konservasi, introduksi, dan reintroduksi tumbuhan,” katanya.(Ais/Mzr/tabloidprospekbanjarmasin)

 147 total views,  1 views today

Check Also

Ditangan Siswa SMP AMJ, Limbah Sawit Disulap Jadi Kapal Pinisi Unik

Foto ( Istimewa) Pasangkayu, mediaprospek.com – Berada di pelosok perkebunan sawit, ternyata tidak membuat siswa …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.