Penduduk Kalsel yang Bekerja Bertambah

Keadaan Ketenagakerjaan Kalimantan Selatan Agustus 2019

Banjarmasin, mediaprospek.com–Pada Bulan Agustus lalu, Jumlah angkatan kerja mencapai 2,13 juta orang terdiri dari 2,04 juta orang bekerja dan 91,7 ribu orang menganggur. Dibanding Agustus 2018, Jumlah angkatan kerja naik sebesar 11,52 ribu orang. Jumlah Penduduk yang bekerja bertambah sebesar 15,07 ribu orang dibandingkan Agustus 2018. Sedangkan jumlah penganggur berkurang sebesar 6,55 ribu orang. Pada Agustus 2019, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Kalimantan Selatan sebesar 69,41persen dan TPT sebesar 4,31 persen.  Kepala Badan Pusat Statistik  (BPS) Prov Kalsel, Diah Utami,  didampingi Kepala Bidang Statistik Neraca wilayah Statistik (Nerwilis) Awang Pramila dan jajaran,  pada saat jumpa pers kepada wartawan media cetak Elektronik dan online serta para undangan dari perwakilan Satuan Organisasi Perangkat Daerah (SOPD) Pemprov Kalsel dan Bank Indonesia (BI), mengatakan hal itu di Aula kantor BPS Banjarbaru, Selasa (5/10) siang.

Menurut Diah, sektor pertanian adalah yang menyerap tenaga kerja terbanyak di Kalimantan Selatan. Sektor pertanian menyerap 30,03 persen tenaga kerja. Dibandingkan dengan penyerapan pada Agustus 2018 yang sebesar 33,79 persen, maka terjadi penurunan penyerapan oleh sektor pertanian ini sebesar 3,76 poin.

Lebih jauh Diah menjelaskan bahwa, pada Agustus 2019 sebanyak 55,94 persen adalah pekerja di sektor informal (berstatus berusaha sendiri (23,04 persen), berusaha dibantu buruh tidak tetap (14,64 persen), pekerja bebas (5,07 persen) dan pekerja tak dibayar (13,16 persen)) dan Pekerja di sektor formal tercatat sebanyak 44,06 persen (buruh/karyawan (40,94 persen) dan status berusaha dibantu dengan buruh tetap (3,12 persen).

“Berdasarkan jam kerja, penduduk bekerja 35 jam atau lebih seminggu yang lalu mengalami penurunan sebesar 1,50 poin menjadi 64,22 persen dibandingkan setahun yang lalu sebesar 65,72 persen. 43,04 persen penduduk bekerja di Kalimantan Selatan berijazah SD/ tidak punya ijazah dan 18,18 persen pekerja tamat SMP sederajat, hanya 12,07 persen pekerja berpendidikan diploma dan universitas,” kata Diah.

“Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) adalah rasio jumlah penganggur terbuka terhadap jumlah angkatan kerja. TPT tertinggi pada jenjang SMA sederajat yaitu sebesar 7,76 persen. TPT terendah terdapat pada jenjang pendidikan SD Sederajat kebawah sebesar 2,26 persen,” jelas Diah.

“Angkatan Kerja, Penduduk Yang Bekerja, dan Tingkat Pengangguran Terbuka Pada bulan Agustus 2019, jumlah angkatan kerja mencapai 2,13 juta orang. Jumlah ini mengalami  penambahan sebesar 11,52 ribu orang dibanding keadaan Agustus 2018. Penduduk yang bekerja pada Agustus 2019 adalah sebesar 2,04 juta orang. Jumlah ini mengalami penambahan sebesar 15,07 ribu orang dibandingkan keadaan Agustus 2018. Pada periode Agustus 2019 jumlah pengangguran menjadi 91,73 ribu orang,” kata Diah.

“Ada penurunan jumlah pengangguran sebesar 6,55 ribu orang. Jumlah yang bekerja dan jumlah pengangguran berpengaruh terhadap angka Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK). Pada kondisi Agustus 2019 TPAK Kalimantan Selatan sebesar 69,41 persen, turun sebesar 0,86 poin,” tandas Diah.

Angka pengangguran dapat dilihat dari Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) yaitu perbandingan antara jumlah pengangguran terhadap penduduk angkatan kerja. TPT Kalimantan Selatan keadaan Agustus 2019 adalah 4,31 persen. Indikator ini mengalami penurunan sebesar 0,19 poin dibandingkan keadaan Agustus 2018 sebesar 4,50 persen. “ Status Pekerjaan Utama Secara sederhana kegiatan formal dan informal dari penduduk yang bekerja dapat diidentifikasi berdasarkan status pekerjaan. Sektor formal adalah penduduk yang bekerja dengan status berusaha dibantu dengan buruh tetap/buruh dibayar serta penduduk yang bekerja dengan status bekerja sebagai buruh, karyawan dan pegawai,” kata Diah.

“Sedangkan sektor informal adalah penduduk bekerja dengan status berusaha sendiri, berusaha dibantu dengan buruh tidak tetap atau karyawan tidak dibayar, pekerja keluarga, pekerja bebas dan pekerja tidak dibayar. Berdasarkan klasifikasi ini, pada Agustus 2019 sekitar 44,06 persen bekerja pada kegiatan formal dan selebihnya sebesar 55,94 persen bekerja pada kegiatan informal. Proporsi penduduk bekerja di sektor formal mengalami kenaikan sebesar 3,35 poin dibandingkan kondisi satu tahun yang lalu,” jelas Diah.

“Dari 2,04 juta orang yang bekerja pada Agustus 2019, penduduk yang bekerja sebagai buruh/karyawan sebesar 40,94 persen, diikuti penduduk yang berusaha sendiri  sebesar 23,04 persen dan penduduk yang berusaha dibantu buruh tidak tetap sejumlah 14,67 persen. Proporsi terkecil adalah mereka yang berusaha dibantu buruh tetap sebesar 3,12 persen. Dalam satu tahun terakhir (Agustus 2018–Agustus 2019) hanya pekerja yang berstatus buruh/karyawan yang mengalami peningkatan yaitu naik 3,71 poin menjadi 40,94 persen,” papar Diah.

“Mereka yang berusaha dengan dibantu buruh tidak tetap dan pekerja tidak dibayar merupakan status pekerjaan yang mengalami penurunan terbesar dibandingkan Agustus tahun yang lalu. Masing-masing mengalami penurunan sebesar 1,15 poin dan 1,36 poin,” sebut Diah.

Penduduk yang Bekerja Menurut Jumlah Jam Kerja Secara umum, komposisi jumlah penduduk yang bekerja menurut jam kerja seluruhnya selama seminggu yang lalu tidak mengalami perubahan berarti dari waktu ke waktu. Penduduk yang dianggap sebagai pekerja penuh waktu (full time worker) adalah penduduk dengan kerjanya 35 jam keatas selama seminggu.

Kelompok ini mengalami penurunan dibandingkan tahun yang lalu yaitu turun sekitar 1,51 poin menjadi 64,22 persen. Sementara itu, pekerja tidak penuh (jumlah jam kerja kurang dari 35 jam per minggu) mengalami peningkatan menjadi 35,78 persen dari setahun sebelumnya 34,28 persen. Penurunan terjadi pada penduduk yang bekerja antara 25-34 jam per minggu, yaitu turun sebesar 0,21 poin.

Pekerja di Kalimantan Selatan masih didominasi pekerja berpendidikan dasar.  Pada keadaan Agustus 2019, penduduk bekerja di Kalimantan Selatan sekitar 43,04 persen berpendidikan Sekolah dasar ke bawah dan 18,18 persen pekerja tamat Sekolah Menengah Pertama.

Penduduk bekerja dengan pendidikan tinggi masih sedikit. Pada Agustus 2019 hanya 12,07 persen tamat diploma dan universitas. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Menurut Pendidikan TPT untuk jenjang Sekolah Menengah Atas Sederajat menempati posisi tertinggi yaitu sebesar 7,76 persen. TPT terendah terdapat pada jenjang pendidikan SD ke bawah yaitu sebesar 2,26 persen.

Pada Agustus 2019 ini, kelompok jenjang pendidikan SMA sederajat dan Diploma/Universitas mengalami penurunan TPT dibandingkan Agustus 2018. Masing-masingmengalami penurunan sebesar 0,88 poin dan 2,14 poin.

Keterbandingan TPAK dan TPT Regional Kalimantan TPAK Agustus 2019 tertinggi untuk kawasan regional Kalimantan terjadi di Provinsi Kalimantan Tengah mencapai 69,68 persen dan terendah terjadi di Provinsi Kalimatan Utara dan Provinsi Kalimantan Timur yang masing-masing sebesar 66,28 persen dan 66,44 persen. Dibandingkan setahun sebelumnya, sebagian besar provinsi di Pulau Kalimantan mengalami penurunan TPAK, kecuali Provinsi Kalimantan Timur yang mengalami peningkatan TPAK sebesar 1,45 poin. Penurunan TPAK tertinggi  terjadi di Provinsi Kalimantan Utara dimana turun sebesar 1,53 poin.

Provinsi Kalimantan Tengah memiliki TPT terendah di kawasan Kalimantan yaitu sebesar 4,10 persen. TPT Kalimantan Selatan (4,31 persen) adalah terendah kedua setelah TPT Provinsi Kalimantan Tengah  di kawasan regional Kalimantan. Angka TPT Provinsi Kalimantan Selatan tersebut masih di bawah angka TPT nasional yang sebesar 5,28 persen. TPT tertinggi untuk kawasan regional Kalimantan adalah di Provinsi Kalimatan Timur sebesar 6,09 persen.

Keterbandingan TPAK dan TPT Menurut Kabupaten/Kota di Kalimantan Selatan TPAK Agustus 2019 tertinggi menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Selatan adalah Kabupaten Barito Kuala 74,75 persen dan terendah terjadi di Kota Banjarbaru dan Kota Banjarmasin sebesar 63,46 persen dan 66,15 persen, sedangkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tertinggi di Provinsi Kalimantan Selatan   adalah Kota Banjarmasin  (7,69 persen) dan Kabupaten Tanah Bumbu (6,18 persen).

TPT Agustus 2019 di Provinsi Kalimantan Selatan sebagian besar kabupaten/kota mengalami penurunan TPT dibandingkan tahun 2018, kecuali Kabupaten Kotabaru naik 0,05 poin menjadi 4,94 persen, Kabupaten Hulu Sungai Selatan naik 0,13 poin menjadi 2,56 persen dan Tabalong naik 0,21 poin menjadi 3,30 persen. Ais/Mzr/tabloid prospek banjarmasin)

 

 

KONSEP  DEFINISI

  1. Penduduk Usia Kerja adalah penduduk berumur 15 tahun keatas.
  2. Penduduk angkatan kerja adalah penduduk usia kerja dengan kegiatan : Bekerja, atau Punya pekerjaan                tetapi      sementara             tidak       bekerja, atau Pengangguran.
  3. Penduduk bukan angkatan kerja adalah penduduk usia kerja dengan kegiatan : Bersekolah, atau Mengurus rumahtangga atau Melaksanakan kegiatan lainnya.
  4. Bekerja adalah orang yang melakukan kegiatan ekonomi dengan maksud memperoleh atau membantu memperoleh penghasilan atau keuntungan, selama paling sedikit 1 jam berturut-turut dalam satu minggu yang lalu. Kegiatan tersebut termasuk pula kegiatan pekerja tak dibayar yang membantu dalam suatu usaha/kegiatan ekonomi.
  5. Pengangguran      adalah   penduduk              yang       tidak       bekerja  dengan   kegiatan: a. Sedang mencari pekerjaan. b. Sedang mempersiapkan usaha. c.               Penduduk              yang       tidak       mencari pekerjaan, karena               alasan    merasa   tidak                mungkin                mendapatkan pekerjaan (putus asa). d. Sudah mempunyai pekerjaan tetapi belum mulai bekerja.
  6. Tingkat Partisipasi              Angakatan            Kerja      (TPAK)  adalah   rasio       jumlah   angkatan               kerja                terhadap jumlah penduduk usia kerja.
  7. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) adalah rasio jumlah penganggur terbuka terhadap jumlah angkatan kerja.
  8. Setengah pengangguran adalah pekerja yang bekerja kurang dari 35 jam seminggu dan masih mencari pekerjaan atau masih bersedia menerima pekerjaan lain.
  9. Pekerja paruh waktu adalah pekerja yang bekerja kurang dari 35 jam seminggu tetapi tidak      mencari pekerjaan              atau                tidak       bersedia menerima              pekerjaan              lain.
  10. Lapangan usaha adalah bidang kegiatan dari pekerjaan/usaha/perusahaan/kantor tempat seseorang bekerja.
  11. Sektor pertanian               meliputi subsektor               pertanian               tanaman               pangan, tanaman                perkebunan          dan         hortikultura,          subsektor               peternakan. (BPS Prov Kalsel)

 266 total views,  2 views today

Check Also

Aparat Hukum Dihimbau Berantas Narkoba agar Bisa Lebih Ditingkatkan Lagi

Sekretaris Komisi I DPRD Kalsel H. Suripno Sumas Banjarmasin, mediaprospek.com—Sekretaris Komisi I DPRD Kalsel H. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.