Proses Penyusunan APBD TA 2020 Harus Berpedoman Pada RKP

Banjarmasin, mediaprospek.com—Pemandangan Umum Fraksi Partai Gerindra DPRD Prov Kalsel Terhadap Raperda Tentang APBD Tahun Anggaran 2020, yang disampaikan oleh  H. M. Izhar Marzuki, SE, pada sidang rapat paripurna, di hadapan segenap anggota dewan dan para undangan, Kamis, (10/10) mengatakan bahwa, setelah membaca dan mempelajari rancangan APBD Provinsi Kalimantan Selatan tahun anggaran 2020 yang diajukan oleh pemerintah daerah Provinsi Kalimantan Selatan, ada beberapa pokok pikiran, kritikan dan masukan-masukan sebagai berikut, pertama, Proses penyusunan anggaran pendapatan dan belanja daerah Provinsi Kalimantan Selatan tahun anggaran 2020 harus berpedoman pada Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) yang berpedoman pada Rencana Kerja Pemerintah (RKP), yang disusun dengan menggunakan pendekatan tematik, holistik, integratif, dan spasial, serta kebijakan anggaran belanja yang berdasarkan money follows program dengan cara memastikan bahwa hanya program yang benar-benar bermanfaat yang dialokasikan dalam anggaran pendapatan dan belanja daerah.

“Kedua, terkait dengan poin pertama tersebut, maka fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya mengingatkan kepada seluruh stakeholder terkait, agar dapat berfokus pada pencapaian program dan kegiatan yang memiliki dampak dan manfaat secara langsung kepada masyarakat dalam ikhtiar pencapaian rpjmd provinsi kalimantan selatan 2016-2021, yang mana pada tahun 2020 diarahkan pada prioritas daerah dengan merujuk pada tema “Memacu daya saing perekonomian yang didukung sumber daya manusia berkualitas”,” kata Marzuki.

Ketiga, Fraksi partai Gerindra memberikan apresiasi atas penetapan target pendapatan daerah pada RAPBD Provinsi Kalimantan Selatan tahun anggaran 2020 sebesar Rp. 6.996.340.856.000,00 (enam triliun sembilan ratus sembilan puluh enam milyar tiga ratus empat puluh juta delapan ratus lima puluh enam ribu rupiah), di mana penetapan tersebut lebih baik dari pada penetapan target pendapatan pada RAPBD Provinsi Kalimantan Selatan tahun anggaran 2019 yakni sebesar Rp. 6.266.672.647.547.00, ( enam triliun dua ratus enam puluh enam milyar enam ratus tujuh puluh dua juta enam ratus empat puluh tujuh ribu lima ratus empat puluh tujuh rupiah) atau mengalami peningkatan sebesar Rp. 722.668.208.453,00 (tujuh ratus dua puluh dua milyar enam ratus enam puluh delapan juta dua ratus delapan ribu empat ratus lima puluh tiga rupiah) atau sebesar 10,43 %.

Dan untuk belanja daerah dianggarkan sebesar Rp. 7.346.340.856.000,00 (tujuh triliun tiga ratus empat puluh enam milyar tiga ratus empat puluh juta delapan ratus lima puluh enam ribu rupiah), terdapat selisih kurang sebesar Rp. 350.000.000.000,00 (tiga ratus lima puluh milyar rupiah) yang ditutupi pembiayaan netto dari pembiayaan daerah.

Untuk peningkatan RAPBD yang cukup signifikan tersebut. Untuk itu, agar pencapaian penetapan target pendapatan tersebut bisa direalisasikan, fraksi Gerindra mengingatkan agar Badan Anggaran (Banggar) dan TAPD untuk dapat terus melakukan inventarisasi, kajian-kajian dan perencanaan secara matang.

“Fraksi partai Gerindra tetap menyarankan bahwa untuk anggaran tahun 2020 penguatan infrastruktur yang lebih penting adalah bagaimana pemerintah menyiapkan infrastruktur untuk meningkatkan produktivitas ekonomi kerakyatan baik petani, nelayan dan UMKM dalam rangka mendukung perekonomian mereka. Untuk mencapai industri berbasis pertanian dan perikanan, demi mewujudkan masyarakat banua yang maju dan tredepan,” tandasnya.

Demikian pemandangan umum Fraksi Partai Gerindra, hal-hal yang belum terungkap dalam pemandangan umum ini akan disampaikan nantinya oleh anggota fraksi Partai Gerindra yang duduk di Badan Anggaran. (Ais/Mzr/ tabloid prospek banjarmasin)

 386 total views,  4 views today

Check Also

Aparat Hukum Dihimbau Berantas Narkoba agar Bisa Lebih Ditingkatkan Lagi

Sekretaris Komisi I DPRD Kalsel H. Suripno Sumas Banjarmasin, mediaprospek.com—Sekretaris Komisi I DPRD Kalsel H. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.