Pemda Diharapkan Tetap Jaga Kapabilitas Sistem Pengelolaan Pendapatan Daerah

Banjarmasin, mediaprospek.com–Pemandangan Umum Fraksi Partai Demokrasi Indonesia (F PDI P) DPRD Prov Kalsel Terhadap Nota Keuangan dan Raperda Tentang APBD Prov Kalsel Tahun 2020, yang disampaikan oleh Burhanuddin, Kamis, (10/10) siang, di hadapan segenap anggota dewan dan dan para undangan, pada saat sidang paripurna, mengatakan bahwa dalam memberikan pemandangan umum terhadap Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Prov Kalsel Tahun 2020, sebagaimana yang disampaikan oleh Gubernur Kalsel dalam rapat Paripurna Dewan pada hari Senin 23 September 2019.

Burhanuddin mengatakan bahwa, Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2020, diatur berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 Tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah, menyatakan bahwa RKPD disusun untuk menjamin keterkaitan dan konsistensi antara perencanaan, penganggaran, pelaksanaan dan pengawasan, maka penyusunan Kebijakan Umum Anggaran APBD (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS), dimaksudkan sebagai bahan dari upaya menyeluruh untuk mewujudkan visi misi provinsi Kalimantan Selatan tahun 2020 serta target-target yang telah ditetapkan dalam RKPD.

Menurutnya, ada beberapa cacatan yang disampaikan, pertama, berdasarkan asumsi perkembangan pertumbuhan ekonomi Provinsi Kalimantan Selatan yang digambarkan pada tahun 2019-2020 yang secara makro digambarkan, maka pemerintah daerah diharapkan tetap menjaga kapabilitas sistem pengelolaan pendapatan daerah dengan pencapaian yang positif sesuai ketetapan pada APBD tahun Anggaran 2020 yang direncanakan sebesar Rp. 6.996.340.856.000,00 (enam triliun sembilan ratus sembilan puluh enam miliyar tiga ratus empat puluh juta delapan ratus lima puluh enam ribu rupiah) atau mengalami kenaikan sebesar 6,65% (enam koma enam puluh lima persen) dibanding target Pendapatan Daerah pada APBD murni pada tahun anggaran 2019 yang ditetapkan sebesar Rp. 6.560.188.671.547,00 (enam triliun lima ratus enam puluh miliyar seratus delapan puluh delapan juta enam ratus tujuh puluh satu ribu lima ratus empat puluh tujuh rupiah).

“Dengan adanya kenaikan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan seoptimal mungkin secara transparan, efisien, efektif dan akuntabel serta berpihak kepada kepentingan masyarakat yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kalimantan Selatan pada kegiatan Pemerintahan dan Pembangunan dalam periode tahun anggaran 2020,” kata Burhanuddin.

“Kedua, dalam pencapaian pendapatan yang telah ditargetkan dalam APBD Tahun 2020, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dipinta untuk berperan aktif dan kreatif dalam menggali dan mengelola sumber-sumberpendapatan. Pemerintah ProvinsiKalimantan Selatan juga diharapkan membelanjakan anggaran untuk kemajuan daerah. Sumber-sumber pendapatan alternatif perlu digali secara kreatif dan inovatif dengan mengoptimalkan potensi ekonomi yang ada secara efektif dan efisien,” ujar Burhanuddin. (Ais/Mzr/ tabloid prospek banjarmasin)

 

 201 total views,  2 views today

Check Also

Aparat Hukum Dihimbau Berantas Narkoba agar Bisa Lebih Ditingkatkan Lagi

Sekretaris Komisi I DPRD Kalsel H. Suripno Sumas Banjarmasin, mediaprospek.com—Sekretaris Komisi I DPRD Kalsel H. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.