Fraksi PKS :  Peningkatan Pendapatan Harus lebih Progressif

Banjarmasin, mediaprospek.com —Pemandangan Umum Fraksi Partai PKS DPRD Prov Kalsel Terhadap Penjelasan Gubernur atas Raperda Prov Kalsel Tentang Pengantar Nota Keuangan Rancangan APBD Tahun Anggaran 2020, yang disampaikan oleh Firman Yusi, Kamis, (10/10), mengatakan bahwa Fraksi PKS mengapresiasi capaian-capaian secara indikator, namun ketika melihat APBD dari tahun ke tahun belum mengalami perubahan yang signifikan, berjalan apa adanya, maka bisa jadi belum ada upaya yang serius yang dilakukan untuk mewujudkan Kalimantan Selatan menjadi Mandiri dan Terdepan. Harusnya, dengan begitu banyaknya prioritas pembangunan dari visi-misi Kepala Daerah yang termaktub dalam RPJMD, maka usaha yang dilakukan untuk meningkatkan pendapatan juga harus lebih keras dan progressif.

Fraksi PKS juga menyoroti tentang kuantitas dan kualitas Belanja di akhir tahun ke-5 RPJMD ini, dengan anggaran yang cukup besar, diharapkan agar belanja semakin berkualitas.

“Kami Apresiasi untuk pembangunan GeoPark di Kiram, yang merupakan langkah awal untuk melestarikan alam dan lingkungan, namun apakah itu merupakan prioritas kita dalam RPJMD 2006-2021?                                        “Sementara itu peningkatan kualitas SDM yang diukur dengan IPM masih di bawah angka nasional, pendidikan belum meningkat signifikan, angka pengangguran dan tingkat kemiskinan walaupun menurun, tapi masih belum signifikan, apalagi sebaran di kabupaten/kota yang belum merata,” ujar Yusi.

“Fraksi PKS mengusulkan agar ada kajian akademik untuk melakukan Sector Shifting seperti yang direncanakan, agar Kalimantan Selatan bisa menggeser keberadaan tambang batubara yang menyumbang 20% pendapatan daerah. Seluruh SKPD harus bekerjasama untuk mendukung ini,” katanya.

Kami juga mengharapkan agar 15 Proyeksi strategis Kalimantan Selatan, yakni Kawasan Industri Batulicin, Kawasan Industri Jorong, Aero City Syamsudin Noor, Pembangunan Bendungan Tapin, Pembangunan Pembangkit Listrik Pada Bendungan Kusan, Pengembangan Kawasan Banjar Bakula, Kereta Api, Jembatan Kalimantan – Pulau Laut, Pembangunan Sport City, Geopark Pegunungan Meratus, Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata Loksado, Traditional Floating Market danWisata Budaya Banjar, Jalan Bebas Hambatan BJR-Batulicin, dan Jalan Lintas Barat Banjarmasin-Marabahan-Margasari-Buas-Amuntai-Tanjung, dapat dikawal dengan baik dan sesuai dengan semangat pembangunan berkelanjutan dengan 17 Poin nya, jangan sampai urusan Peningkatan Kualitas SDM menjadi tidak diperhatikan,” tandas Yusi. (Ais/Mzr/tabloid prospek banjarmasin)

 

 240 total views,  1 views today

Check Also

Pengunduran Diri Pegawai KPK, Ka Biro Humas KPK Jangan Bernuansa Drama

  Oleh : Syahrir Irwan Yusuf, SH (Pengamat dan Praktisi Hukum) Dalam akhir pekan lalu, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.