Home / Advertorial / Banjarmasin Tuan Rumah CSS XIX Tahun 2019

Banjarmasin Tuan Rumah CSS XIX Tahun 2019

Banjarmasin, mediaprospek.com–Kota Banjarmasin pada tanggal 24 September 2019 tepat berusia 493 Tahun. Dalam rangka memeriahkan Hari Jadinya (Harjad) tersebut, dengan mengangkat tema Banjarmasin Kota Pariwisata Sungai dengan Wirausaha Baru yang Kreatif dan Inovatif, Pemerintah Kota Banjarmasin pun menggelar berbagai kegiatan.

Walikota Banjarmasin, H. Ibnu Sina berharap momentum Harjad ke 493 hendaknya bisa menjadi sebuah sarana dalam rangka instropeksi diri untuk perbaikan yang lebih baik lagi ke depannya.

“Mari kita kayuh baimbai menata Kota Banjarmasin agar bisa bertransformasi sesuai dengan visinya, yakni menjadi Kota yang Barasih dan Nyaman atau disingkat Baiman,” ajaknya.

Pada Peringatan Hari Jadi ke 493 Kota Banjarmasin ini terasa lebih istimewa dibanding tahun-tahun sebelumnya. Pasalnya ada 16 kalender event peringatan, salah satunya termasuk agenda City Sanitation Summit (CSS) XIX, dimana Banjarmasin pada tahun 2019 ini menjadi tuan rumah penyelenggaraannya.

Banjarmasin menjadi tuan rumah CSS XIX tahun 2019 , setelah sebelumnya agenda tahunan yang digagas Aliansi Kabupaten Kota Peduli Sanitasi (AKKOPSI) dihelat di Kota Jambi pada 2018 lalu.

“Kita harus bisa menjadi tuan rumah yang baik. Karena ini momentum yang bagus untuk memperkenalkan Kota Banjarmasin kepada daerah lain,” imbuhnya.

Dengan tema “Kepemimpinan Kuat Sebagai Kunci Sukses dalam Keberlanjutan Layanan Menuju Akses Sanitasi Aman” Banjarmasin sudah menyatakan kesiapannya untuk menjadi tuan rumah. Terlebih agenda ini sudah disiapkan sejak enam bulan lalu.

Diperkirakan ada 492 Pemerintah Daerah, baik kota maupun kabupaten yang tergabung dalam AKKOPSI hadir pada acara yang akan dilaksanakan di Siring Nol Kilometer, Jalan Jendral Sudirman, pada tanggal 28 September tersebut.Ibnu Sina mengatakan bahwa CSS merupakan salah satu forum atau wadah yang mampu mempertemukan Walikota dan Bupati se Indonesia untuk membahas isu terkait sanitasi ini.

Ibnu yang saat ini juga menjabat sebagai Wakil Ketua AKKOPSI Pusat ini berkata, dalam forum tersebut mengupas tuntas terkait masalah apa saja yang saat ini dihadapi dalam mengatasi persoalan sanitasi, ataupun hanya berupa sharing antara daerah satu dengan daerah lain yang memiliki kemampuan untuk bisa ditularkan.

“Isu sanitasi menjadi penting bagi perkotaan maupun kabupaten karena permasalahan sanitasi tidak berdiri sendiri. Tapi juga harus diiringi dengan pembenahan infrastrukturnya,” ucap Ibnu saat konferensi pers terkait persiapan CSS XIX di Rumah Anno 1925, Selasa (11/9/2019).

Menurutnya persoalan sanitasi jangan pernah dipandang remeh. Sebab baik tidaknya pengelolaan sanitasi bisa menjadi barometer maju tidaknya suatu daerah itu sendiri. “Ukuran majunya sebuah kota itu bisa diukur dari sejauh mana peduli dengan sanitasi,” jelas Ibnu.

Ia menyebutkan, sanitasi merupakan permasalahan kebutuhan dasar manusia dan sampai saat ini menjadi persoalan terbesar di Indonesia.Ibnu terus berkomitmen  agar masalah pelayanan instalasi air limbah tidak berpengaruh pada perekonomian daerah dan infrastruktur.

Tak hanya limbah, infrastruktur utama di sektor sanitasi yang dimaksud adalah instalasi pengelolaan air limbah domestik, instalasi pengelolaan lumpur tinja, tempat memproses air sampai, tempat pengelolaan sampah 3R dan drainase lingkungan.

Beberapa indeks tersebut, ketika dikelola dengan baik maka bisa meningkatkan derajat daerahnya di mata dunia terutama Indonesia.“Wali kota yang peduli dengan sanitasi bisa meningkatkan derajat dan ekonomi daerah,” ungkapnya.

Kendala pengelolaan sanitasi tak hanya menjadi tantangan kepala daerah saja. Manajemen internal perusahaan serta peningkatan pelanggan turut menjadi fokus agar suatu daerah dinilai maju dalam hal perekonomian hingga infrastruktur.

“Banjarmasin menjadi contoh keberhasilan dalam mengelola sanitasi yang baik. Dari beberapa indeks keberhasilan akan dilihatkan nanti di CSS XIX,” katanya.

Ia mengatakan salah satu pengelolaan sanitasi yang dimiliki kota Banjarmasin namun tidak dimiliki daerah lain ada perusahaan daerah (PD) PAL. Walaupun umumnya daerah lain justru telah menyatukannya pada perusahaan daerah air minum (PDAM), Kota Banjarmasin justru masih mempertahankannya.

Sedangkan alasannya mempertahankan PD PAL tersebut tetap berdiri hingga saat ini karena bagian bentuk kepedulian pemerintah Kota Banjarmasin terhadap kebutuhan dasar masyarakat.

Selain itu, mengingat demografi kota Banjarmasin yang berada 25 sentimeter di bawah permukaan air laut, tentu juga menjadi masalah terhadap pengelolaan drainase. “Poin-poin seperti inilah yang nanti akan dibahas pada pertemuan CSS. Selain itu, pengelolaan sanitasi di samping air bersih, air limbah juga masuk dalam satu dari 17 target SDG (sanitation Development Goals), “ jelasnya.

Sehingga targetnya, Kementerian Bappenas bisa mensosialisasikan RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional) supaya menjadi patokan disusunnya RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) masing-masing Kabupaten dan Kota di Indonesia.

Ia akan menyampaikan dalam CSS XIX ini, Pemko Banjarmasin akan menjadikan PD PAL sebagai lokasi tujuan studi lapangan. Mengingat, di Banjarmasin hingga sampai saat ini masih mempertahankan PD PAL sebagai perusahaan daerah.

“Untuk Best Practice (Karya dalam menyelesaikan sebuah permasalahan), satu yang akan kita jadikan objek studi lapangan adalah instalasi air limbah kita, yang berbentuk perusahaan daerah,” katanya.

“Nah ini nanti mudah-mudahan bisa untuk menginspirasi daerah lain agar bisa lebih serius dalam menangani air limbah dan sanitasinya dalam bentuk perusahaan daerah, ya walaupun ini memang proyek rugi, tapi disini kita mengedepankan pelayanan dasar,” ujarnya.

Upaya Pemko Banjarmasin yang terus menggenjot perbaikan perilaku masyarakat untuk tetap hidup sehat yang dimulai dari pembenahan air limbah. “Banjarmasin sudah cukup maju dalam hal sanitasi, tapi soal sanitasi tetap menjadi tantangan ke depan,” katanya.

Hal tersebut ia sampaikan karena instalasi yang dikelola Perusahaan Daerah Pengolahan Air Limbah (PD PAL) Banjarmasin sudah mencapai 99 persen. “Hanya kurang 1 persen untuk mencapai kata sempurna,” katanya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Sekretariat Nasional AKKOPSI Capt H Josrizal Zain, menilai, Banjarmasin merupakan salah satu kota yang memiliki komitmen untuk terus mendorong kemajuan sistem pengelolaan sanitasinya.

“Mengingat, hingga saat ini Banjarmasin salah satu kota yang masih mempertahankan Perseroan Daerah Pengelolaan Air Limbah (Perseroda PAL),” ujar Josrizal. “Di Indonesia hanya Banjarmasin dan Jakarta saja yang masih memiliki perusahaan ini,” imbuhnya.

Josrizal mengakui bahwa Banjarmasin dari dulu selalu menjadi percontohan bagi daerah lain, khususnya terkait sanitasi maupun pengelolaan air minum. Bahkan, Banjarmasin boleh dikatakan salah satu kota terbaik dalam pengelolaan PDAM.

Dimana, hingga saat ini PDAM Bandarmasih sudah melayani hampir 100 persen seluruh warga kota. “Banjarmasin selalu jadi percontohan. Dari pengelolaan air minum salah satu terbaik di Indonesia,” sebutnya.

“Selain itu kabupaten/kota yang sudah banyak Best Practice nya, akan membagi kepada Kabupaten/Kota yang lain. Yang menjadi ke istimewaan Banjarmasin ialah kewirausahaan pemerintah daerah, di mana sampah dan limbah tidak terbuang, tetapi menjadi sebuah bahan baku lain yang bisa kembali menjadi uang,” pungkasnya.

Sedangkan dipilihnya kota Banjarmasin sebagai tuan rumah penyelenggara CSS bukan masalah kesepakatan saja. Melainkan karena terobosannya dalamnya mengelola sanitasi dan limbah.

———————————————–

Rangkaian peringatan Hari Jadi (Harjad) ke 493 Kota Banjarmasin resmi dimulai pada Sabtu malam, 31 Agustus 2019. Wali Kota Banjarmasin H. Ibnu Sina memimpin pelaksanaan tanda kick off di halaman Rumah Sasirangan Kreatif, Jalan Ahmad Yani Kilometer 3,5, Banjarmasin.

Ibnu Sina mengatakan, peringatan Harjad ke 493 kota Banjarmasin mengangkat tema terkait Wira Usaha Baru (WUB).  Menurut dia, WUB merupakan salah satu sektor pengembangan yang masuk dalam visi misi Pemkot Banjarmasin.

“Karena dari tiga visi misi Banjarmasin itu yang pertama sungai untuk transportasi dan pengembangan pariwisata, yang kedua wirausaha baru berbasis UMKM dan yang ketiga terkait dengan pelayanan publik berbasis smart city,” ujar Ibnu.

Ibnu beserta wakilnya, Hermansyah memiliki misi mencetak 2.500 WUB dalam kurun waktu 5 tahun masa kepemimpinan mereka. Berkat usaha yang gigih, dibantu peran SKPD, saat ini sudah ada 2.017 orang yang terdaftar sebagai WUB.

“Setiap tahun ada 500 orang yang terdaftar tetap tahun ini dan dalam 3 tahun ternyata sudah melampaui, harusnya 1500 tapi data terakhir ada 2017 orang selama 3 tahun yang sudah mengikuti program ini,” bebernya.

Dari 2017 WUB tersebut, diseleksi hingga muncul 100 WUB unggulan. Atas kemapanan dan kemandirian, serta kesiapan 100 WUB ini untuk bersaing di pasar, maka mereka dimasukkan dalam Rumah Sasirangan Kreatif.

“Makanya dalam rangkaian ini, areal ini (halaman Rumah Sasirangan Kreatif) menjadi semacam wadah wirausaha baru kita, karena di sini akan menjadi pusat oleh-oleh yang terintegrasi seluruh binaan-binaan yang ada,” imbuh Ibnu Sina.

Ibnu juga meminta maaf apabila ada kesalahan selama memimpin. Mengingat, kick off ini juga bertepatan dengan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1441 hijriah. “Semoga tahun depan lebih baik lagi,” ucapnya.

Dalam rangkaian Harjad Kota Banjarmasin ke – 493 ini, Pemkot Banjarmasin sudah mengagendakan 16 kegiatan yang digelar pada Agustus – September 2019.

“Saya berharap ke 16 even ini bisa berjalan lancar dan sukses. Semoga even yang dipersembahkan oleh Pemko Banjarmasin tidak hanya sekedar meriah, tapi juga dapat memberikan manfaat bagi warga Kota Banjarmasin, “katanya.

Di antaranya Festival Budaya Islam 2019 (31 Agustus), Kejuaraan Futsal (2-5 September), Gowes 493, Lomba Ketangkasan BMX, dan Lomba Senam Baras Kuning (8 September), Napak Tilas Jejak Pahlawan (15 september).

Kejuaraan Tenis Meja se Kalsel (21-22 September), Local Pride Expo (20-26 September), Banjarmasin Nite Carnaval (21 September), Lomba dan Pameran Burung Berkicau (22 September), Kemilau Banjarmasin Bungas (23 September).

Perayaan Puncak Harjad ke 493 kota Banjarmasin, ditandai dengan agenda City Sanitation Summit (CSS) XIX AKKOPSI, Peresmian Rumah Sakit Umum Sultan Suriansyah dan Peresmian Taman Edukasi (24 September), Rei Expo (25-29 September), Festival Kampung Banjar (28 September), Gowes Banjarmasin Night Ride (28 September) dan Lomba Mancing Ikan di Sungai Martapura (29 September). (*****)

 195 total views,  1 views today