Perubahan APBD Tahun 2019 dalam Rangka Pencapaian Target

Banjarmasin, mediaprospek.com–Pemandangan Umum Fraksi Perubahan Berhati Nurani (F-PBN) DPRD Prov Kalsel Terhadap Raperda Prov Kalsel Tentang Perubahan APBD TA 2019 yang disampaikan H. Iberahim Noor, SE melalui sekretaris F PBN Hj. Kamariatul Herlina, SE, pada rapat sidang paripurna, di hadapan segenap anggota dewan dan para undangan, mengatakan bahwa setelah mencermati dan mempelajari penjelasan Gubernur tentang Perubahan APBD Tahun 2019, ada beberapa pertimbangan yang menjadi acuan dalam melaksanakan Perubahan APBD Tahun 2019, antara lain dalam rangka pencapaian target-target yang telah ditetapkan dalam Perda Nomor 17 Tahun 2009 tentang RPJPD Prov Kalsel 2005-2025 dan juga Pergub No. 22 Tahun 2015 tentang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Prov. Kalsel Tahun 2019. Senin, (12/8/2019).


Herlina sapaan akrab Hj. Kamariatul Herlina ini mengatakan bahwa dengan mencermati permasalahan-permasalahan yang ada, maka dalam Perubahan APBD Tahun anggaran 2019, Fraksi PBN berharap agar APBD Perubahan dapat menajamkan prioritas Sumber Daya Manusia dan agama serta dapat meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yaitu bidang pendidikan dan kesehatan.

Prioritas dalam bidang ekonomi, yaitu pada kegiatan kelautan dan perikanan, perdagangan, serta pada kegiatan peningkatan produksi pertanian khususnya pengadaan peralatan mesin pertanian di berbagai kabupaten di Klasel. Prioritas pada bidang perbaikan infrastruktur. Hal ini bisa diarahkan pada penyelesaian kawasan perkantoran Pemprov Kalsel.Prioritas dalam bidang pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan hidup yaitu penghijauan dan perlindungan kawasan konservasi sumberdaya alam.

Dengan adanya APBD Perubahan Tahun 2019 ini, fraksi PBN mengharapkan beberapa hal penting yang harus mendapatkan perhatian, antara lain, Pertama, dengan Perubahan APBD 2019 ini dapat dilakukan perubahan kebijakan terkait dinamika permasalahanmasyarakat yang timbul dan perlu mendapat penanganan yang cepat dengan memperhatikan prioritas nasional, regional dan daerah.

Kedua, sebagai sarana untuk melakukan penajaman prioritas kegiatan melalui pergeseran anggaran, penambahan anggaran dan penjadwalan ulang beberapa kegiatan.

“Terhadap Raperda ini, Fraksi PBN menyampaikan beberapa catatan dan harapan sebagai bahan referensi pembahasan dalam jenjang selanjutnya adalah bahwa dalam Rancangan Perubahan APBD Tahun 2019 ini, yaitu, PENDAPATAN sebesar Rp. 7.09-7.098.839.015,00 (Tujuh Triliun Sembilan Puluh Tujuh Milyar Sembilan Puluh Delapan Juta Delapan Ratus Tiga Puluh Sembilan Ribu Lima Belas Rupiah).

BELANJA sebesar Rp.7.587.398.478.090,00 (Tujuh Triliun Lima Ratus Delapan Puluh Tujuh Milyar T’iga Ratus Sembilan Puluh elapan Juta Empat Ratus Tujuh Puluh Delapan Ribu Sembilan Puluh Rupiah),” kata Herlina.
“Dengan demikian terdapat selisih kurang sebesar Rp.490.299.639.075,00 (Empat Ratus Sembilan Puluh Milyar Dua Ratus Sembilan Puluh Sembilan Juta Enam Ratus Tiga Puluh Sembilan Ribu Tujuh Puluh Lima Rupiah), yang akan ditutupi dengan pembiayaan netto,” ujar Herlina. (Ais/Mzr/tabloidprospek).

 314 total views,  1 views today

Check Also

Pengunduran Diri Pegawai KPK, Ka Biro Humas KPK Jangan Bernuansa Drama

  Oleh : Syahrir Irwan Yusuf, SH (Pengamat dan Praktisi Hukum) Dalam akhir pekan lalu, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.