Bupati Banjar Terus Bangun Infrastruktur Penunjang Konektivitas Antar Wilayah

 

Konektivitas Antar Wilayah, Kunci Pengembangan Infrastruktur

Bupati  Kab. Banjar H Khalilurrahman

Wakil Bupati Kab. Banjar H. Saidi Mansyur, SE

 

Kerja Infrastruktur Bupati Banjar H Khalilurrahman dan Wakil H Saidi Mansyur

Data dari Program pada tahun 2016 untuk  Panjang Jaringan Jalan Mantap di Kab. Banjar adalah 64,80% dan sekarang pada tahun 2019  ini ada peningkatan capaian yaitu 72,76%. Konektivitas Wilayah Kabupaten pada tahun 2016, yaitu 97,64%, sekarang untuk tahun 2019 ada peningkatan yaitu sebesar 98,73%. Luas Pertanian Terlayani Air Irigasi tercapai pada tahun 2016 sebesar 80%, sekarang pada tahun 2019 ini cakupannya  sudah mencapai 87,50%. Penduduk Mendapatkan Akses Air  Minum pada tahun 2016 cakupannya 61,74%, sekarang pada tahun 2019 ini sudah mencapai 76,31%. Pada pelayanan sistem air limbah dan memadai pada tahun 2016, sekitar 73,21%  sekarang pada tahun 2019 ini tersisa sekitar 45,57%.

Untuk Kawasan Strategis dengan Infrastruktur Memadai pada tahun 2016 baru 0,4%, sekarang sudah mencapai 1,84%. Rencana  Program Penghapusan Jamban Terapung dari target 1000 Unit, pada tahun 2016 ada baru 3 unit, sekarang pada tahun 2019 sudah mencapai 300 unit, total jumlah selama lima tahun berjalan untuk penghapusan jamban terapung sudah mencapai 833 unit, sehingga ada sisa 167 unit yang pada tahun 2020 akan segera dihapuskan.

Keberadaan insfrastruktur jalan dan jembatan yang berfungsi sebagai penghubung antar wilayah kecamatan dan desa, sangatlah penting. Begitupula dengan Kabupaten Banjar yang terdiri dari 20 kecamatan dengan jarak tempuh yang cukup jauh. Insfrastruktur jalan dan jembatan yang baik, akan sangat menunjang gerak perekonomian masyarakat.

Hal ini disadari betul oleh Bupati H Khalilurrahman, sehingga beliau menjadikan sektor pembangunan infrastruktur sebagai salah satu sektor utama yang mendapat perhatian. Selama tiga tahun kepemimpinannya, Guru Khalil –demikian beliau akrab disapa– terus bergerak membangun infrastruktur untuk menunjang konektivitas antar wilayah.

Konektivitas antar wilayah ini salah satu kunci mengembangkan interaksi pemerataan hasil pembangunan serta menunjang perdagangan, pertanian serta kegiatan bisnis lainnya.

Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Banjar memerlukan kerja keras mengejar konektivitas antar daerah. Hingga awal 2019 ini, persentasi konektivitas daerah mencapai 98,73 persen dari keseluruhan wilayah Kabupaten Banjar. Sementara masih tersisa 17 desa yang belum bisa dijangkau oleh kendaraan roda empat.

Memang, menyediakan infrastruktur memerlukan dana besar. Apalagi, Kabupaten Banjar memiliki luas kurang lebih dari 4.668,50 Km2 atau sekitar 12,20 persen luas wilayah Provinsi Kalimantan Selatan. Merupakan wilayah terluas ketiga di Kalsel. Terbagi ke dalam 20 Kecamatan, 227 Desa, dan 13 Kelurahan.

Para pengambil kebijakan sangat memahami topografi Banjar yang beraneka ragam. Sangat lengkap mulai perbukitan, pegunungan di bagian sebelah utara dan timur. Sebelah Barat dan Selatan didominasi dataran rendah dan rawa serta, banyaknya sungai-sungai kecil. Jarak antar kecamatan pun sangat jauh.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Banjar memiliki tanggung jawab penting meningkatkan ketersediaan infrastruktur. Total ada 781,39 km jalan kabupaten harus dijaga tidak tersendat, pasalnya anggaran pembangunan tidak selalu mulus di tengah kondisi ekonomi. jaraknya antar pusat kota dan kecamatan tidak sebentar. Tapi, kesulitan geografis tersebut tetap penyemangat meningkatkan kualitas infrastruktur jalan dan jembatan, terlebih untuk kawasan perdesaan melalui pembangunan jalan-jalan poros desa.

Pada 2016, setidaknya terdapat 2 pekerjaan pembangunan jalan yakni Jalan Alternatif Sungai Lulut hingga batas Kota Banjarmasin dan jalan poros desa jalur Utara Kecamatan Aluh-Aluh hingga ke batas Kota Banjarmasin. Sedangkan jalan antar desa yang dilakukan rehabilitasi sebanyak 22 ruas dan jalan desa sebanyak 26 ruas. Selain itu juga dilakukan rehabilitasi jalan dalam kondisi tanggap darurat sebanyak 6 ruas.

Pada 2017 pembangunan jalan kembali dilakukan yakni pada jalan poros Desa Guntung Ujung menuju Desa Makmur Kecamatan Gambut. Peningkatan kapasitas ruas jalan dilakukan pada 4 ruas yakni Jalan Sungkai menuju Balai Madu dan Desa Bumi Rata menuju Desa Sungai Raya di Kecamatan Simpang Empat, Jalan Mali-Mali menuju Desa Pingaran di Kecamatan Karang Intan serta Jalan Desa Kampung Melayu menuju Benua Anyar Kecamatan Simpang Empat.  Selain itu dilakukan rehabilitasi jalan antar desa sebanyak 8 ruas dan 14 ruas jalan desa. Sedangkan perbaikan jalan dalam kondisi tanggap darurat sebanyak 5 ruas.

Di tahun 2018 lalu, dilakukan pengerjaan pembangunan jalan lanjutan poros Desa Guntung Ujung Gambut dan pembangunan lanjutan jalan poros Desa Jalur Utara Kecamatan Aluh-Aluh hingga batas Kota Banjarmasin. Pada tahun ini juga dilakukan peningkatan kapasitas jalan sebanyak 6 ruas, sedangkan jalan yang direhabilitasi sebanyak 41 ruas jalan terdiri dari 11 pemeliharaan jalan antar desa, 25 perbaikan jalan antar desa dan rehabilitasi jalan dalam kondisi tanggap darurat sebanyak 5 ruas.

Semasa tiga tahun kepemimpinan Bupati H Khalilurrahman juga dibangun 4 jembatan yakni pada 2016 jembatan Telaga Bauntung di Kecamatan Telaga Bauntung dan Jembatan Lok Tangga di Kecamatan Karang Intan, pada 2017 pembangunan Jembatan Muara Halayung Kecamatan Beruntung Baru dan pada 2018 lalu dibangun jembatan penghubung Desa Tajau Landung Kecamatan Sungai Tabuk – Desa Antasan Sutun di Kecamatan Martapura Barat.

Selain itu juga dilakukan rehabilitasi atau perbaikan 96 jembatan selama periode 2016 hingga 2018. Selama 2016 saja dilakukan peningkatan konstruksi jembatan dari semula menggunakan kayu ulin menjadi permanen sebanyak 21 jembatan, sedangkan di tahun 2017 sebanyak 26 jembatan dan di tahun 2018 dilakukan peningkatan konstruksi dari ulin menjadi permanen sebanyak 27 buah.

Pembangunan jembatan kebanyakan dilakukan di daerah perdesaan di Kabupaten Banjar, sesuai dengan komitmen pembangunan yakni mulai dari desa ke kota. Setidaknya dibangun 16 jembatan pada kondisi tanggap darurat  selama 2016 hingga 2018 yang kesemuanya berada di kawasan perdesaan.

 

Pembangunan dan perbaikan Infrastruktur Periode 2016 – 2018

 

– Panjang Jaringan Jalan Desa Kondisi Mantap  : 72,76 %

– Konektivitas Wilayah Kabupaten : 98,73 %

– Luasan Pertanian Terlayani Air  : 87,80 %

– Penduduk mendapat Akses Air Minum  : 76,31 %

– Pemanfaatan ruang dengan peruntukannya : 92,13 %

– Penghapusan Jamban Terapung  : 533 unit

 

 175 total views,  3 views today

Check Also

Aparat Hukum Dihimbau Berantas Narkoba agar Bisa Lebih Ditingkatkan Lagi

Sekretaris Komisi I DPRD Kalsel H. Suripno Sumas Banjarmasin, mediaprospek.com—Sekretaris Komisi I DPRD Kalsel H. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.