BALATMAS Banjarmasin Selenggarakan Pelatihan KPMD Angkatan XVI dan XVII

Kepala Balai Latihan Masyarakat (Balatmas) Banjarmasin Pepen Ependi

Kader itu Kuncinya Keikhlasan

Banjarmasin, mediaprospek.com— Tujuan pelatihan Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa (KPMD) adalah untuk memberikan bekal pengetahuan keterampilan dan perubahan sikap sebagai Kader KPMD yang bertugas mendampingi desa dalam rangka pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa.

Sasaran yang ingin dicapai pada pelatihan ini adalah terbentuknya kader-kader yang kompetitif, inovatif dan mampu sebagai penggerak pemberdayaan masyarakat di desa guna menggerakkan perekonomian masyarakat desa.
Peserta KPMD ini berjumlah 80 orang yang berasal dari dua Kabupaten yang terdiri dari dua angkatan yakni angkatan XVI dari Kabupaten Barito Kuala sebanyak 40 orang yang berasal dari 10 desa yaitu Desa Patih Selera, Desa Karang Mekar, Desa Murung Keramat, Desa Rangga Surya, Desa Tanjung Harapan, Desa Gandaraya, Desa Anjir Serapat Baru I, Desa Anjir Serapat Muara, Desa Rantau Sebambandan Desa Karya Indah, yang mana masing-masing desa mengirimkan 4 (empat) orang peserta.


Angkatan XVII berasal dari Kabupaten Kotabaru sebanyak 40 orang yang berasal dari Desa Balaimea, Desa Pamukan Indah, Desa Sungai Bahim, Desa Teluk Sirih, Desa Labuan Emas, Desa Sumber Sari, Desa Gosong Panjang, Desa Tanjung Kunyit, Desa Tanjung Tengah dan Desa Teluk Tamiang, yang juga masing-masing desa mengirimkan 4 (empat) orang peserta.Pelatihan KPMD ini dilaksanakan selama lima hari yaitu dari tanggal 13 sampai tanggal 17 Agustus 2019 di Balatmas Banjarmasin.

Konsultan Pendamping Wilayah III P3MD Prov Kalsel, Johan Arifin, mengatakan bahwa dengan adanya pelatihan Kader KPMD ini, selaku Koordinator Pendampingan Provinsi Kalsel yang telah berkeliling ke seluruh Kabupaten yang ada di Kalsel, diakui bahwa kader-kader yang telah dilatih oleh Balatmas Banjarmasin sangat mempunyai andil di dalam memberdayakan masyarakat desa.

“Semoga pelatihan ini terus berlanjut terhadap kader-kader yang ada di desa Kalsel ini, sehingga kader-kader yang telah dilatih akan menjadi pioner di desanya masing-masing,” kata Johan.
“Apalagi kita mengetahui sekarang ini bahwa dana desa itu sudah hampir 1 (satu) milyaran per desa yang dikelola oleh masyarakat desa, maka perlu sekali kader dari pemberdayaan masyarakat desa untuk membantu dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan desanya masing-masing.

“Karena kita ketahui bersama bahwa banyaknya dana desa tersebut tentu akan mempunyai permasalahan-permasalahan dan kerumitan terkait dengan perencanaan, pelaksanaan sampai pelaporan. Makanya perlu kader-kader desa untuk membantu penyelenggaraan pemerintahan desa dalam rangka memandirikan atau menambah perekonomian masyarakat desa ,” katanya
“Di antaranya dengan membantu pelaksanaan atau membuka BUMDes yang ada di desa sehingga pendapatan perekonomian daripada desa akan bertambah dan akan mensejahterakan masyarakat desa itu sendiri,” ujarnya.
“Tapi setelah saya keliling dari beberapa desa yang saya kunjungi ada sedikit keluhan dari desa, karena kalau BUMDes itu berdiri, pengurusnya itu langsung minta gaji. Sebenarnya kalau BUMDes itu berdiri harus mempunyai keuntungan dulu. Pengurus itu harusnya pengabdian dulu, setelah mempunyai keuntungan baru ada pembagian hasil daripada keuntungan BUMDes itu untuk pengurusnya,” kata Johan.

Selain itu juga, sekarang ini ada program inovasi desa dan salah satunya yaitu pencegahan stunting. Stunting itu adalah gizi buruk atau anak-anak yang tingginya tidak sesuai dengan umurnya atau kerdil.
Sekarang oleh pemerintah, ada beberapa Kementerian dan lembaga bersatu padu untuk pencegahan masalah stunting ini. Karena di Indonesia stunting ini masih menempati urutan kelima di seluruh dunia. Kalau stunting ini tidak dicegah, maka akan banyak merugikan negara Indonesia.


Sekarang ini pemerintah pusat lagi gencar-gencarnya dalam rangka pencegahan stunting yang ada di Indonesia. “Saya harapkan nantinya kader-kader ini juga akan membantu kader-kader di desa. Di desa itu dibentuk kader pembangunan masyarakat yang akan membuat satu evaluasi terkait dengan stunting yang ada di desa, sehingga angka stunting bisa diminimalisir atau diturunkan, “beber Johan.

“Selanjutnya, mudah-mudahan dengan adanya pelatihan KPMD ini bisa menambah wawasan, menambah ilmu terkait penyelenggaraan pembangunan di desa dan semoga para kader akan menjadi pioner setelah pulang dari Balatmas Banjarmasin ini di dalam menggerakkan pemberdayaan di desa dan saya harap juga bisa membuka peluang usaha dan menarik tenaga kerja, sehingga perekonomian masyarakat desa akan lebih berkembang,” pinta Johan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Prov. Kalsel melalui Kepala Bidang PMD Adi Rosiyan mengatakan bahwa yang namanya kader itu kuncinya adalah keikhlasan. Pekerjaan seberat apapun kalau kita laksanakan dengan ikhlas akan terasa ringan. Setelah ikhlas lalu ditambah pengetahuan dan ini modal untuk memberdayakan desa.

Adi mengatakan bahwa kader adalah orang yang dilatih oleh suatu institusi atau lembaga untuk membantu lembaga tersebut menjalankan program-program di lapangan. Ini dilatih oleh pemerintah melalui Kementerian Desa melalui Balai Latihan Masyarakat. Intinya membantu pemerintah dalam menjalankan program pemerintah dalam rangka membangun desa.

Sedangkan arti Pemberdayaan itu sendiri adalah keinginan yang tumbuh dari dalam diri, dari dalam organisasi kabupaten untuk menciptakan keadaan yang lebih baik.

“Jadi bapa-Ibu KPMD sekalian di sini dibekali yang diharapkan bisa merangkul sebanyak-banyaknya warga desa untuk menumbuhkan jiwa mereka itu menciptakan keadaan desa agar lebih baik, “ungkapnya.
Karena para kader ini adalah dilatih untuk membantu menjalankan program pemerintah, maka harus tahu apa sih saat ini yang menjadi hal-hal prioritas yang dilaksanakan pemerintah, salah satunya seperti masalah Stunting. Para kader di desa, baik itu kader Posyandu, KPMD, apapun kader-kader yang ada di desa harus terlibat dalam pencegahan dan penanggulangan stunting.

“Stunting itu kerdil dan gagal tumbuh otak dan stunting tidak bisa disembuhkan tetapi bisa dicegah. Interpensinya melalui seribu hari pertama kelahiran dan hal lain yang bisa mencegah stunting ini seperti perkawinan usia dini,” kata Adi.

“Yang kedua, yang perlu bantuan dari KPMD adalah masalah tindak pidana perdagangan orang. Sebagai kader selain mengemban tugas memberdayakan masyarakat juga waspada terhadap tindak pidana perdagangan orang. Ini termasuk salah satu prioritas pemerintah. Biasanya yang datang itu rayuannya ke Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang mana sasarannya adalah di desa. Dikarenakan untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik, akhirnya tergoda. Ternyata setelah dikumpulkan, itu beda. Nanti dijual sebagai Wanita Tuna Susila (WTS) atau wanita penghibur, bahkan yang lebih parah ada yang diambil organ tubuhnya,” beber Adi.

“Kemudian, pemerintah juga dari suatu daerah itu diminta untuk membangun atau menciptakan Kab dan Kota layak anak. Sebuah Kab/Kota tidak bisa tercipta kalau tidak tercipta desa atau kelurahan yang layak anak. Dan ini ada program pemerintah seperti ini, Lanjut Adi.

“Yang terakhir yang tidak kalah pentingnya masalah penyalahgunaan narkoba. Kalsel masuk lima besar, rata-rata pengguna di Kalsel itu di atas rata- rata nasional. Kalau nasional 0,7, di Kalsel sudah 0,8. Itulah pokok-pokok program pemerintah yang harus diketahui para KPMD,” tambah Adi.

“Intinya setelah selesai disini jangan berhenti sampai disini, tetapi kembangkanlah diri kalian masing-masing, kembangkan wawasan, jadikanlah desa itu kebanggaan kita, karena itu kembangkanlah diri untuk membangun desa, “harapnya.

Kepala Balai Latihan Masyarakat (Balatmas) Banjarmasin Pepen Ependi, dalam sambutannya bahwa KPMD merupakan penggerak proses manajemen partisipatif pemberdayaan masyarakat pada tingkat desa. Oleh karenanya kadernisasi masyarakat desa menjadi sangat penting untuk berkelanjutan. Kerja pemberdayaan sebagai penyiapan warga desa untuk menggerakkan seluruh kekuatan desa.

Pepen mengatakan bahwa Perundangan ini merupakan mandat UU Desa agar terdapat sistem pendampingan internal desa guna menjadikan desa yang kuat, maju, mandiri dan demokrartis. Melalui langkah-langkah yang strategis seperti melakukan pendampingan sesuai dengan esensi masalah dan prioritas kebutuhan masyarakat desa.
“Berdasarkan kondisi tersebut, Balatmas Banjarmasin berkontribusi kepada masyarakat desa melalui pelatihan seperti ini, tentunya akan memberikan bekal baik itu pengetahuan keterampilan maupun sikap kader seorang KPMD. Sehingga KPMD nantinya akan mengetahui, sekurang-kurangnya peran dan fungsinya sebagai kader nantinya setelah kembali kepada masyarakat baik di sisi pemberdayaan maupun di pembangunan desa,” kata Pepen.

“Balatmas Banjarmasin memiliki cakupan wilayah kerja regional antara lain se Provinsi Kalimantan yaitu Kalsel, Kalteng, Kaltim, Kabar dan Kaltara. Di tahun 2019 ini kami memprogramkan 45 paket kegiatan pelatihan di antaranya adalah 9 paket pelatihan untuk pelatihan KPMD dengan target sekitar 760 orang yang dicetak sebagai kader di seluruh wilayah Provinsi Kalimantan,” ujar Pepen.

“Target Balatmas ada 1.554 desa yang menjadi prioritas atau sasaran. Saat ini baru kurang lebih 14 persen sejak tahun 2015, dalam rangka bagaimana melatih masyarakat yang ada di desa,” kata Pepen.

Pepen juga menjelaskan bahwa Balatmas Banjarmasin sudah melakukan MoU dengan BNN Nasional RI yang tentunya nanti ada sebuah kegiatan baik dari BNN kabupaten maupun Provinsi. Sehingga nanti BNN sekaligus bisa melegalitas para peserta sekalian terhadap bagaimana pencegahan dan bahayanya narkoba.

“Jadi payungnya sudah ada, sudah kami lakukan berupa perjanjian bersama di tahun 2019 ini, sehingga itu bagian daripada tindak lanjut para kader-kader yang nanti kembali ke desanya, “ujar Pepen.

Pepen sangat mengapresiasi dan berterimakasih kepada peserta pelatihan yang begitu antusias mengikuti pelatihan selama lima hari lamanya dan harapannya dapat mengikuti pelatihan dengan bersungguh-sungguh, sehingga hasilnya bisa dimplementasikan dalam rangka membantu pemerintahan desa yang ada dimana mereka bertempat tinggal. (Ais/Mzr/tabloidprospek)

 217 total views,  3 views today

Check Also

Aparat Hukum Dihimbau Berantas Narkoba agar Bisa Lebih Ditingkatkan Lagi

Sekretaris Komisi I DPRD Kalsel H. Suripno Sumas Banjarmasin, mediaprospek.com—Sekretaris Komisi I DPRD Kalsel H. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.