Konektivitas Antar Wilayah, Kunci Pengembangan Infrastruktur

Bupati  Kab. Banjar H Khalilurrahman

 Wakil Bupati Kab. Banjar H. Saidi Mansyur, SE

Upayakan Konektivitas Antar Wilayah

Kerja Infrastruktur Bupati Banjar H Khalilurrahman dan Wakil H Saidi Mansyur

Data dari Program pada tahun 2016 untuk  Panjang Jaringan Jalan Mantap di Kab. Banjar adalah 64,80% dan sekarang pada tahun 2019  ini ada peningkatan capaian yaitu 72,76%. Konektivitas Wilayah Kabupaten pada tahun 2016, yaitu 97,64%, sekarang untuk tahun 2019 ada peningkatan yaitu sebesar 98,73%. Luas Pertanian Terlayani Air Irigasi tercapai pada tahun 2016 sebesar 80%, sekarang pada tahun 2019 ini cakupannya  sudah mencapai 87,50%. Penduduk Mendapatkan Akses Air  Minum pada tahun 2016 cakupannya 61,74%, sekarang pada tahun 2019 ini sudah mencapai 76,31%. Pada pelayanan sistem air limbah dan memadai pada tahun 2016, sekitar 73,21%  sekarang pada tahun 2019 ini tersisa sekitar 45,57%.

Untuk Kawasan Strategis dengan Infrastruktur Memadai pada tahun 2016 baru 0,4%, sekarang sudah mencapai 1,84%. Rencana  Program Penghapusan Jamban Terapung dari target 1000 Unit, pada tahun 2016 ada baru 3 unit, sekarang pada tahun 2019 sudah mencapai 300 unit, total jumlah selama lima tahun berjalan untuk penghapusan jamban terapung sudah mencapai 833 unit, sehingga ada sisa 167 unit yang pada tahun 2020 akan segera dihapuskan.

Keberadaan insfrastruktur jalan dan jembatan yang berfungsi sebagai penghubung antar wilayah kecamatan dan desa, sangatlah penting. Begitupula dengan Kabupaten Banjar yang terdiri dari 20 kecamatan dengan jarak tempuh yang cukup jauh. Insfrastruktur jalan dan jembatan yang baik, akan sangat menunjang gerak perekonomian masyarakat.

Hal ini disadari betul oleh Bupati H Khalilurrahman, sehingga beliau menjadikan sektor pembangunan infrastruktur sebagai salah satu sektor utama yang mendapat perhatian. Selama tiga tahun kepemimpinannya, Guru Khalil –demikian beliau akrab disapa– terus bergerak membangun infrastruktur untuk menunjang konektivitas antar wilayah.

Konektivitas antar wilayah ini salah satu kunci mengembangkan interaksi pemerataan hasil pembangunan serta menunjang perdagangan, pertanian serta kegiatan bisnis lainnya.

Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Banjar memerlukan kerja keras mengejar konektivitas antar daerah. Hingga awal 2019 ini, persentasi konektivitas daerah mencapai 98,73 persen dari keseluruhan wilayah Kabupaten Banjar. Sementara masih tersisa 17 desa yang belum bisa dijangkau oleh kendaraan roda empat.

Memang, menyediakan infrastruktur memerlukan dana besar. Apalagi, Kabupaten Banjar memiliki luas kurang lebih dari 4.668,50 Km2 atau sekitar 12,20 persen luas wilayah Provinsi Kalimantan Selatan. Merupakan wilayah terluas ketiga di Kalsel. Terbagi ke dalam 20 Kecamatan, 227 Desa, dan 13 Kelurahan.

Para pengambil kebijakan sangat memahami topografi Banjar yang beraneka ragam. Sangat lengkap mulai perbukitan, pegunungan di bagian sebelah utara dan timur. Sebelah Barat dan Selatan didominasi dataran rendah dan rawa serta, banyaknya sungai-sungai kecil. Jarak antar kecamatan pun sangat jauh.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Banjar memilikitanggung jawab penting meningkatkan ketersediaan infrastruktur. Total ada 781,39 km jalan kabupaten harus dijaga tidak tersendat, pasalnya anggaran pembangunan tidak selalu mulus di tengah kondisi ekonomi. jaraknya antar pusat kota dan kecamatan tidak sebentar. Tapi, kesulitan geografis tersebut tetap penyemangat meningkatkan kualitas infrastruktur jalan dan jembatan, terlebih untuk kawasan perdesaan melalui pembangunan jalan-jalan poros desa.

Pada 2016, setidaknya terdapat 2 pekerjaan pembangunan jalan yakni Jalan Alternatif Sungai Lulut hingga batas Kota Banjarmasin dan jalan poros desa jalur Utara Kecamatan Aluh-Aluh hingga ke batas Kota Banjarmasin. Sedangkan jalan antar desa yang dilakukan rehabilitasi sebanyak 22 ruas dan jalan desa sebanyak 26 ruas. Selain itu juga dilakukan rehabilitasi jalan dalam kondisi tanggap darurat sebanyak 6 ruas.

Pada 2017 pembangunan jalan kembali dilakukan yakni pada jalan poros Desa Guntung Ujung menuju Desa Makmur Kecamatan Gambut. Peningkatan kapasitas ruas jalan dilakukan pada 4 ruas yakni Jalan Sungkai menuju Balai Madu dan Desa Bumi Rata menuju Desa Sungai Raya di Kecamatan Simpang Empat, Jalan Mali-Mali menuju Desa Pingaran di Kecamatan Karang Intan serta Jalan Desa Kampung Melayu menuju Benua Anyar Kecamatan Simpang Empat.  Selain itu dilakukan rehabilitasi jalan antar desa sebanyak 8 ruas dan 14 ruas jalan desa. Sedangkan perbaikan jalan dalam kondisi tanggap darurat sebanyak 5 ruas.

Di tahun 2018 lalu, dilakukan pengerjaan pembangunan jalan lanjutan poros Desa Guntung Ujung Gambut dan pembangunan lanjutan jalan poros Desa Jalur Utara Kecamatan Aluh-Aluh hingga batas Kota Banjarmasin. Pada tahun ini juga dilakukan peningkatan kapasitas jalan sebanyak 6 ruas, sedangkan jalan yang direhabilitasi sebanyak 41 ruas jalan terdiri dari 11 pemeliharaan jalan antar desa, 25 perbaikan jalan antar desa dan rehabilitasi jalan dalam kondisi tanggap darurat sebanyak 5 ruas.

Semasa tiga tahun kepemimpinan Bupati H Khalilurrahman juga dibangun 4 jembatan yakni pada 2016 jembatan Telaga Bauntung di Kecamatan Telaga Bauntung dan Jembatan Lok Tangga di Kecamatan Karang Intan, pada 2017 pembangunan Jembatan Muara Halayung Kecamatan Beruntung Baru dan pada 2018 lalu dibangun jembatan penghubung Desa Tajau Landung Kecamatan Sungai Tabuk – Desa Antasan Sutun di Kecamatan Martapura Barat.

Selain itu juga dilakukan rehabilitasi atau perbaikan 96 jembatan selama periode 2016 hingga 2018. Selama 2016 saja dilakukan peningkatan konstruksi jembatan dari semula menggunakan kayu ulin menjadi permanen sebanyak 21 jembatan, sedangkan di tahun 2017 sebanyak 26 jembatan dan di tahun 2018 dilakukan peningkatan konstruksi dari ulin menjadi permanen sebanyak 27 buah.

Pembangunan jembatan kebanyakan dilakukan di daerah perdesaan di Kabupaten Banjar, sesuai dengan komitmen pembangunan yakni mulai dari desa ke kota. Setidaknya dibangun 16 jembatan pada kondisi tanggap darurat  selama 2016 hingga 2018 yang kesemuanya berada di kawasan perdesaan.

Pembangunan dan perbaikan Infrastruktur Periode 2016 – 2018

– Panjang Jaringan Jalan Desa Kondisi Mantap  : 72,76 %

– Konektivitas Wilayah Kabupaten : 98,73 %

– Luasan Pertanian Terlayani Air  : 87,80 %

– Penduduk mendapat Akses Air Minum  : 76,31 %

– Pemanfaatan ruang dengan peruntukannya : 92,13 %

– Penghapusan Jamban Terapung  : 533 unit

Ratusan Sekolah Dibangun dan Diperbaiki

Komitmen Bupati H Khalilurrahman dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Banjar begitu besar. Perbaikan fasilitas belajar mengajar merupakan salah satu yang menjadi kegiatan utama dalam upaya mencapai tujuan mencerdaskan anak-anak di daerahnya.

Selain itu juga peningkatan sumber daya manusia, para gruru serta tenaga pengajar juga menjadi sebuah keharusan di Kabupaten Banjar. Para guru, kepala sekolah maupun penilik sekolah banyak diberi kesempatan untuk mengikuti berbagai diklat dan worksop keprofesian guna menunjang kemampuan masing-masing dalam upaya memajukan pembangunan Pendidikan dan kualitas Pendidikan di Kabupaten Banjar.

Sedangkan pembangunan faslitas Pendidikan bisa terlihat dari dibangunnya sejumlah sekolah serta perbaikan sekolah dan ruang kelas yang rusak, pada periode 2016 hingga 2019. Perbaikan fasilitas belajar dilakukan  mulai dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUDI) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Tercatat pembangunan Gedung PAUDNI sebanyak 28 paket selama tiga tahun terakhir yakni 22 paket pada 2016, 2 paket pada 2017 dan 4 paket pada 2018. Selama periode tersebut juga dilakukan pembangunan ruang PAUDNI sebanyak 28 ruang yaitu 16 ruang pada 2016, sebanyak 3 paket pada 2017 dan 9 paket pada 2018.              Perbaikan atau rehabilitasi sedang hingga berat Gedung PAUDNI dilakukan 7 paket pada 2016 dan 10 buah pada 2018.

Pendidikan anak  usia dini (PAUDNI) merupakan salah satu fokus pengembangan Pendidikan di Kabupaten Banjar. Disadari bahwa Pendidikan anak di usia dini sangatlah penting dalam menentukan keberhasilan Pendidikan seorang anak nantinya. Memberikan pengasuhan dan pembimbingan yang memungkinkan anak usia dini tumbuh dan berkembang sesuai dengan usia dan potensinya, mengidentifikasi penyimpangan yang mungkin terjadi, sehingga jika terjadi penyimpangan, dapat dilakukan intervensi dini.

Selain itu Pendidikan anak di usia dini untuk memberikan pengalaman yang beranekaragam dan mengasyikkan bagi anak, yang memungkinkan mereka mengembangkan potensi dalam berbagai bidang, sehingga siap untuk mengikuti pendidikan pada jenjang sekolah dasar (SD).

PAUDNI memiliki fungsi utama mengembangkan semua aspek perkembangan anak, meliputi perkembangan kognitif, bahasa, fisik motorik kasar dan halus, sosial dan emosional anak. Berbagai hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang sangat kuat antara perkembangan yang dialami anak pada usia dini dengan keberhasilan mereka dalam kehidupan selanjutnya.

Misalnya, anak-anak yang hidup dalam lingkungan baik di rumah maupun di KB atau TK yang kaya interaksi dengan menggunakan bahasa yang baik dan benar akan terbiasa mendengarkan dan mengucapkan kata-kata dengan benar, sehingga ketika mereka masuk sekolah, mereka sudah mempunyai modal untuk membaca.

Untuk itulah, Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar juga membangun sarana dan prasarana untuk bermain anak usia dini. Tercatat selama periode 2016 hingga 2018 dibangun 10 paket taman bermain, lapangan upacara serta areal parkir di sekolah PAUDNI. Sedangkan penyediaan Alat Permainan Edukatif (APE) baik di dalam Gedung maupun di luar Gedung juga cukup banyak yaitu 32 paket di 2016, 53 paket di tahun 2017 dan di tahun 2018 sebanyak 20 paket.

Pada jenjang Sekolah Dasar (SD) juga banyak dilakukan perbaikan sedang dan berat pada gedung sekolah sebanyak 105 ruang sekolah. 57 ruang sekolah dilakukan perbaikan pada 2016 yang mana 18 ruang di antaranya diperbaiki menggunakan Dana Anggaran Khusus (DAK). Sedangkan pada 2018 dilakukan perbaikan sebanyak 48 buah.

Pada jenjang SD juga banyak dilakukan pembangunan tingkat baik untuk ruang belajar maupun ruang guru. Tercatat selama periode 2016 hingga 2018 ada 40 ruang dan 22 paket dibangun tingkat. Begitupula dengan perbaikan perpustakaan tercatat dilakukan sebanyak 6 ruang yaitu pada 2016. Pembangunan taman, halaman, fasilitas parkir hingga pagar sekolah sebanyak 33 paket selama 2016 hingga 2018.

Pembangunan dan perbaikan pada Sekolah Menengah Pertama (SMP) selama 3 tahun kepemimpinan Bupati H Khalilurrahman dilakukan sebanyak 27 ruangan yaitu 20 ruangan pada 2016 dan 7 ruangan pada 2018. Sedangkan perbaikan kategori sedang hingga berat sebanyak 15 paket di tahun 2018.

Pembangunan ruang praktikum sebanyak 2 paket, pembangunan taman, halaman serta pagar SMP sebanyak 15 paket. Sedangkan rumah atau ruang kepala sekolah atau penjaga sekolah dibangun sebanyak 10 ruang.

Berdasarkan data dari Dinas Pendidikan, jumlah penduduk di Kabupaten Banjar yang melek aksara yaitu 407.954 orang pada 2016 meningkat pada 2017 menjadi 540.404 orang dan pada 2018 menjadi 546.320 orang.

Kesejahteraan para guru di Kabupaten Banjar juga terus ditingkatkan dengan pemberian insentif. Para guru PAUD (Taman Kanak-Kanak, Kelompok Bermain, Taman Pendidikan Al Quran, Satuan Paud Sejenis) non PNS, Meskipun saat ini baru mampu memberikan insentif kepada 750 orang guru dari 1.606 orang guru PAUD yang ada di Kabupaten Banjar. Selain itu insentif juga diberikan kepada para guru yang berada di daerah terpencil serta guru inkusi.

Dinas Pendidikan juga melakukan uji kompetensi tenaga pendidik dan kependidikan melalui berbagai kegiatan antara lain, uji kompetensi untuk kepala sekolah yang belum memiliki Nomor Unik Kepala Sekolah (NUKS), Bimtek pembuatan soal ujian mata pelajaran yang termasuk di UASBN serta melaksanakan program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) bagi guru TK, SD dan SMP yang nilai ujian kompetensinya masih di bawah standard.

Robohkan Jamban Apung, Kembalikan Martabat Sungai

Satu terobosan fenomenal yang dilakukan oleh Bupati H Khalilurrahman sejak memimpin Kabupaten Banjar, adalah mengembalikan sanitasi sungai dengan mengubah pola kebiasaan masyarakat di bantaran sungai dari semula buang hajat ke sungai, menjadi ke WC komunal di darat.

Hal ini bukanlah mudah, karena kebiasan masyarakat yang kerap beratiivitas mulai dari mandi, mencuci higga buang air besar (BAB) di sungai.  Aktivitas masyarakat tersebut berpotensi menurunkan kualitas air sungai. Air sungai menjadi tercemar oleh tinja yang mengandung berbagai macam bakteri dan virus penyebab penyakit-panyakit yang menular lewat air, sehingga dapat menurunkan derajat kesehatan masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Banjar bekerja keras meningkatkan layanan sanitasi kepada masyarakat dengan melakukan pengelolaan air limbah. Salah satu upaya yang dilakukan adalah program sungai bebas jamban, yang terdiri dari pembangunan WC dan septik tank standar untuk masyarakat, mandi cuci kakus (MCK) komunal, tangki septik komunal dan Instalasi Pengolahan Air (IPAL) Komunal dalam program penghapusan 1.000 jamban terapung selama lima tahun (2016-2020).

Melalui kesabaran dan pendekatan kepada masyarakat serta kharisma bupati selaku ulama di daerahnya, upaya penghapusan jamban apung akhirnya membuahkan hasil. Setidaknya sejak 2016 hingga 2018 sudah ada 294 buah jamban apung yang dibongkar, dari target 1.000 jamban yang dibongkar hingga 2020.

Sampai tahun 2018, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Banjar bersama dengan Pemerintah Desa serta partisipasi  masyarakat secara mandiri sudah membongkar jamban apung sejumlah 294 buah. Bahkan kini sudah ada 9 desa di sepanjang Sungai Martapura yang dinyatakan bebas jamban apung.

Menyertai program penghapusan jamban apung, pemerintah membangun septictank individual sebanyak 839 unit menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK), 392 unit melalui APBD Kabupaten Banjar sehingga total 1.231  buah.  Selain itu pembangunan septictank individual beserta bilik WC  sebanyak 31 unit melalui Kegiatan Dinas PUPR Provinsi Kalsel. Pembangunan bilik WC melalui sharing Dana Desa sejumlah 1.139 buah, pembangunan bilik WC untuk masyarakat yang belum memiliki melalui sharing dana desa dan APBD Kabupaten Banjar, pembangunan MCK komunal 2 buah.

Atas upaya dan terobosannya menghapuskan jamban apung, Bupati H Khalilurrahman menuai banyak pujian dan penghargaan. Beliau diundang oleh  Lembaga Administrasi Negara (LAN) yang bekerjasama dengan Civil Service College Singapura, untuk berdiskusi seputar inovasi pelayanan publik.

Hanya 20 pimpinan Kabupaten dan Kota se-Indonesia yang diundang pada acara pada  bulan Juli 2018 tersebut, di Civil Service College, 31 North Buona Vista Road, Singapore 275983. Para pemimpin daerah yang diundang, dianggap memiliki prestasi dalam upaya menyelenggarakan perubahan atau inovasi peningkatan pelayanan kepada publik, salah satunya Bupati H Khalilurrahman.

Program pengurangan jamban terapung yang selama dua tahun ini konsisten dilaksanakan Pemkab Banjar ini juga menuai penghargaan di gelaran anugerah Sindo Weekly Government Award.Penyerahan penghargaan pada anugerah Sindo Weekly Government Award 2018, di Grand Ballrom – Hotel Pullman Jakarta, April 2018 dan diterima langsung oleh Bupati Banjar H Khalilurrahman didampingi Sekda Banjar H Nasrun Syah, Kadis PUPR Muhammad Hilman serta Kadis Kominfo, Statistik dan Persandian Kabupaten Banjar, HM Farid Soufian. Penghargaan tersebut diserahkan Hary Tanoesoedibjo selaku Chairman MNC Group.

Lantaran program tersebut, Bupati Banjar, juga meraih penghargaan Innovation Network of Asia (INA) Entrepreneur Award 2018 di The Ritz Carlton, Pacific Place-Jakarta, pada September 2018 lalu. Penghargaan itu diraih atas inovasi Bupati Banjar Khalilurrahman membuat program ‘Om Toilet Om’ yang merupakan program sosial entrepreneur dalam meningkatkan angka kesehatan dan memberikan kesadaran kepada masyarakat dalam menjaga Sungai Martapura di Kabupaten Banjar.

PENGHARGAAN-PENGHARGAAN

Pada periode 2016 hingga 2019 banyak sekali anugerah penghargaan yang diterima oleh Bupati dan Pemerintah Kabupaten Banjar. Penghargaan tersebut ada yang dari Pemerintah Pusat atau Presiden RI, kementerian atau dari pihak swasta. Diantaranya penghargaan tersebut yaitu :

Tahun 2016 :

  • BPBD Kabupaten Terbaik Wilayah II sebagai Juara I
  • Bawaslu Kalsel Award 2016
  • Penganugerahan TOP 99 Inovasi Pelayanan Publik Nasional Tahun 2016 bidang SIMPATEN
  • Penghargaan Kontribusi Foto Terbaik di Portal Info Publik.
  • Penghargaan TOP BUMD 2016.
  • Penghargaan WTP 2015.
  • Adipura Kirana 2016 Kota Martapura kategori Kota Kecil, Plakat Adipura untuk TPA Cahaya Kencana sebagai TPA Terbaik, dan Adiwiyata Mandiri

Tahun 2017 :

  • Wahana Tata Nugraha oleh Presiden RI Joko Widodo.
  • Penghargaan Akuntabilitas Kinerja Tahun 2016 Pemerintah Kabupaten Banjar dengan predikat “B” di Indonesia.
  • Penghargaan Kontribusi Foto Terbanyak melalui Portal Info publik sebagai Peringkat Pertama se-Indonesia kepada Media Center Banjar.
  • Penghargaan Akreditasi Paripurna dari Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) untuk RSUD Ratu Zalecha Martapura.
  • Penghargaan TOP BUMD 2017.
  • Penghargaan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) Tahun 2016.
  • Adipura 2017 kota Martapura kategori kota kecil, Plakat Adipura untuk TPA Ca¬haya Kencana sebagai salah satu TPA Terbaik se-Indonesia kategori Kota Kecil dan Adiwiyata Mandiri.
  • INAGARA Award oleh LAN RI kategori Pemerintah Daerah Yang Berkomitmen Tinggi Terhadap Pengelolaan Inovasi Administrasi Negara.
  • Top IT Improvement dan Penghargaan Ceo Top IT Top Telco.
  • Penghargaan Peduli Hak Asasi Manusia Tahun 2016 dari Menteri Hukum dan HAM.

Tahun 2018 :

  • Akuntabilitas Kinerja Tahun 2017 Pemerintah Kabupaten Banjar dengan predikat “B” dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia.
  • Sindo Weekly Government Award tahun 2018 bidang sanitasi lingkungan
  • TOP BUMD 2018 ketiga kalinya
  • Penghargaan Pastika Parahita
  • Penghargaan Kabupaten Layak Anak (KLA)
  • Penghargaan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terbaik se Kalimantan tahun 2017 yang termasuk dalam 5 TPID Terbaik dari Presiden Joko Widodo.
  • Penghargaan sebagai Tokoh Penggiat Koperasi Kalsel kepada Bupati Banjar H. Khalilurrahman Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK yang diterima oleh Bupati Banjar H Khalilurrahman oleh Menteri Keuangan
  • Sertifikat Akreditasi Unit Pelaksana Teknis Pengujian Kendaraan Bermotor tahun 2018 National Procurement Awards 2018 dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/ Jasa Pemerintah (LKPP) kategori UKPBJ.
  • Penghargaan “Bupati Entrepreneur Award 2018” untuk Kategori Kesehatan
  • Penghargaan TOP IT Leader on it Leadership 2018 pada acara TOP IT & Telco dari IT Work Majalah Bisnis Indonesia.
  • Penghargaan Daerah Peduli Hak Azasi Manusia 2017.

Tahun 2019 :

  1. Penghargaan atas dedikasi dan kepedulian untuk melestarikan sungai sebagai sumber kehidupan sehat yang diberikan Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara Kalsel kepada Bupati Banjar H Khalilurrahman yang diserahkan langsung oleh Direktur Utama Perum LKBN Antara Meidyatama Suryodiningrat di Gedung Mahligai Pancasila Banjarmasin, Rabu 9 Januari 2019.
  2. Penghargaan Adipura tahun 2018 untuk ke-7 kali yang diserahkan oleh Wakil Presiden HM Yusuf Kalla beserta Menteri Lingkungan Hidup Siti Nurbaya Bakar dan diterima oleh Bupati Banjar H Khalilurrahman di Auditorium Wahana Manggala Bhakti Kementerian Lingkungan Hidup di Jakarta, pada Senin 14 Januari 2019.
  3. Penghargaan Sistem Akuntabilitas Kinerja Pemerintah (SAKIP) 2018 dengan predikat B dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Drs Syafrudin yang diserahkan kepada Bupati Banjar H Khalilurrahman di Hotel Golden Tulip Banjarmasin, Rabu 6 Februari 2019.
  4. Penghargaan Kontribusi Foto Media Center Teraktif 3 dari Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan diterima oleh Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kabupaten Banjar, HM Farid Soufian, di Hotel Ammarossa Bogor, Rabu 13 Februari 2019.
  5. Penghargaan TOP BUMD 2019 oleh PDAM Intan Banjar terdiri dari Top Pembina BUMD 2019 kepada Bupati Banjar H Khalilurrahman danWalikota Banjarbaru Nadjmi Adhani, dan Penghargaan Top BUMD 2019 Terbaik se Indonesia yang terdiri dari TOP CEO BUMD 2019, TOP BUMD Sektor serta TOP BUMD Best All Criteria di Golden Ballroom The Sultan Hotel Jakarta, Senin 29 April 2019.
  6. Penghargaan “Pastika Parama yang diberikan kepada Pemerintah Kabupaten Banjar karena telah menetapkan dan  menerapkan Perda  Kawasan tanpa rokok (KTR) yaitu Perda  Nomor 15 Tahun 2017  Tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) diterima langsung oleh Bupati Banjar H Khalilurrahman  yang diserahkan  oleh Menteri Kesehatan RI Nila F Moeloek pada puncak peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2019 di aula Siwabessy, Gedung Prof. Sujudi kementerian Kesehatan RI Jakarta, Kamis 11 Juli 2019.
  7. Tiga kategori penghargaan yaitu kategori penghargaan Layak Anak Tingkat Pratama Tahun 2019, kategori penghargaan Sekolah Ramah Anak (SRA) tingkat madrasah aliyah dan kategori penghargaanPelopor Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA) diterima Penjabat Sekda Banjar I Gusti Nyoman Yudiana yang diserahkan langsung oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana S Yambise di Makasar, Selasa 23 Juli 2019. (*******).

 

 182 total views,  2 views today

Check Also

Perjuangan Komisi IV Membuahkan Hasil

Ketua Komisi IV DPRD Kalsel, HM Lutfi Saifuddin (Foto/Ist) Banjarmasin– Perjuangan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.