Kakek Syahdan Karjah Berumur 103 Tahun Pernah Ditembak di Kaki oleh Belanda

Kakek Syahdan Karjah seorang Pejuang Veteran Umurnya sekarang sudah 103 tahun

Banjarmasin, mediaprospek.com–Pada Peringatan ke 74 Hari Proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2019 yang digelar di halaman siring Pemko Banjarmasin, wartawan Prospek sempat mewawancari beberapa Pejuang Veteran. Salah satunya, Kakek Syahdan Karjah kelahiran kota Barabai seorang Pejuang Veteran yang hidup dalam tiga masa, yaitu pada masa zaman penjajahan Belanda, penjajahan Jepang dan PKI. Umurnya sekarang sudah 103 tahun dengan memakai tongkat dan kacamata hitam dan pendengaran yang sudah kurang, walaupun lupa tanggal kelahirannya, Kakek Syahdan Karjah bersedia menuturkan sepenggal kisahnya, sewaktu muda dalam melawan penjajahan Belanda, Sabtu (17/8/2019) siang.

Cerita yang Kakek Syahdan ingat adalah pada tahun 1949 pada waktu itu di kota Barabai, katanya, telah terjadi pemberontakan, dirinyapun akhirnya terkena tembak di kaki oleh polisi Belanda. Namun tidak berapa lama, akhirnya polisi Belanda yang menembak itu meminta maaf kepada dirinya, karena perintah menembak itu merupakan tugas atasan polisi Belanda tersebut,” kata Kakek Syahdan yang lahir di bulan ramadhan tahun 1916 lalu.

Kakek Syahdan saat pemberontakan terhadap Belanda itu tidak sendirian, Ia bersama kawan-kawannya, salah seorang kawan seperjuangannya yang bernama Basri, juga terkena tembak di tangan bahkan hampir putus, katanya. Dan setelah beberapa hari setelah itu Basri pun meninggal, kenangnya sedih.

“Setelah dikuburkan selama 15 hari, tuturnya, saat dilakukan pembongkaran kuburan Basri, karena mau dibersihkan dan hendak dipindahkan, ternyata jenazah Basri menghilang bersama petinya alias tidak ada apa-apa dalam kuburan Basri tersebut, ini sangat mengherankan semua mata yang melihat dan ini adalah Kekuasaan Allah Ta ala, “kata Kakek Syahdan.

Dituturkan Kakek Syahdan, bahwa dirinya dulu, pernah sekolah Perindra di Kota Barabai. “Di sekolah Perindra ini, kalau mau masukan sekolah, harus menyanyikan lagu Indonesia Raya dulu, “kenang kakek Syahdan pensiunan Sersan Mayor ini.    

Ditanyakan apa harapan Kakek Syahdan kepada Pemerintah saat ini, Kakek Syahdan menjawab, bahwa, kepada Pemerintah Kota Banjarmasin, harapannya adalah agar Para Veteran ini diberi kesempatan untuk bekerja sehingga ada mempunyai penghasilan. “Karena para veteran ini hanya menerima gaji dari pensiunan dan tunjangan sebesar Rp. 3,9 Juta dan tidak ada pekerjaan lain, sehingga untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya dari gaji dan pensiuan tersebut dirasakan pas-pasan. Dan Ia juga setuju atas permintaan kawan-kawan para veteran lainnya, agar Pemko Banjarmasin segera membangunkan Gedung Veteran yang baru, “ungkap Kakek Syahdan.

Saat ini diketahui tempat para pejuang veteran ini berkumpul, ruangannya berada diatas Pasar Cempaka, sehingga bagi para veteran yang sudah tua renta, terasa sangat sulit untuk menaiki tangga untuk menuju ruangan gedung tersebut. (Ais/Mzr)

 199 total views,  1 views today

Check Also

Pengunduran Diri Pegawai KPK, Ka Biro Humas KPK Jangan Bernuansa Drama

  Oleh : Syahrir Irwan Yusuf, SH (Pengamat dan Praktisi Hukum) Dalam akhir pekan lalu, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.