Bank Indonesia Galakkan Ekonomi Syariah

Banjarmasin, mediaprospek.com–Bank Indonesia (BI) sekarang sedang hangat-hangatnya menggalakkan Ekonomi Syariah. Salah satunya dengan mendorong sektor pariwisata yang bisa menjadi pendapatan atau devisa daerah. Saat ini wisatawan yang datang dari luar negeri terbesar adalah dari negara Timur Tengah. Para wisatawan ini hanya akan mau berbelanja kalau produk, kalau sudah ada sertifikasi halal Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Namun permasalahannya, produk-produk yang sudah ada sesuai ketentuan syari’ah, namun belum ada sertifikasi halal. Hal ini dikarenakan,  karena pelaku usaha masih enggan mendaftarkan produknya ke Badan Pengawas Obat dan makanan (BPOM) dan  MUI, supaya mendapat sertifikasi. Tidak diketahui apakah kendalanya biaya, prosedur yang cukup panjang atau mungkin MUI masih belum bisa memverifikasi seluruh produk, karena MUI juga punya keterbatasan. Pejabat Ahli Ekonomi BI Kpw Kalsel Dadi Esa Cipta, mengatakan hal itu kepada wartawan usai jumpa pers bulanan di Aula capetaria lantai III KPw BI, Kamis (25/7/2019).

Dadi mengharapkan, pelaku usaha bisa memverifikasi produknya, sehingga nanti wisatawan manca negara dari Timur Tengah yang datang yakin bahwa produknya sudah sesuai dengan syari’ah. “Dan mereka akan berbelanja, untuk membawa pulang, balik ke negaranya. Ini promo gratis dari mulut ke mulut, artinya bisa impor dari kita. Produk kita bisa dijual di sana, harapannya seperti itu,” ujarnya.

“Kita menghimbau supaya masyarakat lebih wear (memakai lagi _red) untuk memverifikasi produk-produknya, karena kalau untuk memverifikasi halal dan haramnya, itu ranahnya MUI, tapi kita belum tahu apakah ada biayanya atau segala macamnya,” katanya.

“Kita berusaha mendorong supaya wisata di Kalsel bisa tumbuh. Kalsel punya wisata sungai, wisata alam hutan, danau, kemudian ada wisata sejarah, itu bisa kita kembangkan, sehingga bisa mendorong pertumbuhan ekonomi disini,” ungkapnya.

Pertumbuhan ekonomi terbesar Kalsel yang disumbang oleh sektor tambang batubara, disini Kalsel juga harus bisa mengembangkan berbagai macam produk-produk di luar tambang. Seperti misalnya, buah unggulan komoditas lokal atau mensubtitusi buah-buah yang diimpor dari luar.  “Mungkin pada saat rapat-rapat di dinas bisa menggunakan buah lokal, itu bisa membantu juga,”imbuhnya

Kalsel merupakan pintu masuk bagi Kalimantan, perdagangan industri bisa lebih tumbuh berkembang. Barang-barang dari pulau Jawa bisa masuk lewat Pelabuhan Trisakti atau pelabuhan lainnya. “Banyak sekali yang bisa kita kembangkan disini untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Kalsel, jadi bukan hanya tambang dan CPO Sawit saja,” tandasnya.

Diluar konteks masalah pengembangan ekonomi syariah ini, ditanyakan juga mengapa kita sulit mencapai pertumbuhan ekonomi 6%, karena selama ini angka pertumbuhan hanya berkutat di 5%. Sedangkan di negara-negara asing angka pertumbuhannnya sudah mencapai angka dua digit (lebih dari 10 %_red).

Dadi menjelaskan, “Ini di luar konteks ya, katanya, tapi yang jelas kita berharap, kita tidak hanya mengandalkan sektor tambang saja, kalaupun tambang itu diolah, bukan hanya dalam bentuk mentahnya saja tetapi kalau bisa dalam produk jadi, sehingga harganya bisa lebih tinggi,” katanya

 

Tahun 2019 ini Banjarmasin Tuan Rumah Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) Kedua

Rencananya, Banjarmasin akan menjadi tuan rumah Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) kedua untuk Kawasan Timur Indonesia, yang akan segera dilaksanakan pada tanggal 12-14 bulan september ini. Pelaku usaha UMKM, Lembaga Syariah,  Tokoh, hingga Lembaga Ekonomi Syariah lainnya akan diikutsertakan dalam meramaikan kegiatan tersebut.

Dengan mengangkat tema ‘Mendorong Penguatan Sinergi Pelaku Usaha Syariah yang Berdampak pada Ekonomi Regional dan Provinsi”, kegiatan ini dibagi dalam dua format, yaitu Shari’a Economic Forum dan Shari’a Fair. Untuk Shari’a Economic Forum dengan kegiatan Workshop, Seminar, Forum Bisnis dan TOT. Sedangkan Shari’a Fair dengan kegiatan Pameran, Talkshow, Lomba,  Forum bisnis, Workshop, Forum Discussion Group (FDG) dan berbagai kegiatan lainnya.

Harapannya, kata Dadi, Festival ini bisa menjadi inspirasi bagi pelaku ekonomi di daerah masing-masing untuk mendorong pengembangan ekonomi berbasis syariah. Kenapa harus ekonomi syariah, karena menurutnya, ekonomi syariah sangat unggul dan tahan terhadap krisis seperti krisis yang terjadi pada tahun 1997-1998.  (Ais/ tabloid prospek).

 265 total views,  2 views today

Check Also

Aparat Hukum Dihimbau Berantas Narkoba agar Bisa Lebih Ditingkatkan Lagi

Sekretaris Komisi I DPRD Kalsel H. Suripno Sumas Banjarmasin, mediaprospek.com—Sekretaris Komisi I DPRD Kalsel H. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.