Mahasiswa Diharapkan Menjadi Agensi dan Intermediari Bangkitkan Potensi Desa

 

Kapuslitbang Balilatfo Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi RI, Dr. Ir. Suprapedi, MT

Bentuk Jiwa Wirausaha Muda, Balatmas Gandeng Universitas, Latih Mahasiswa

Banjarmasin, mediaprospek.com– Mahasiswa diharapkan menjadi agensi dan intermediari (Perantara_red), dengan tidak hanya mengharapkan bisnisnya atau tekhnologinya sebagai instrumennya, tetapi jauh lebih penting yaitu bagaimana fungsi agensi dan intermediari itu. Sehingga potensi-potensi yang ada di desa/kota maupun di daerah bisa keluar, sehingga menjadi nilai tambah ekonomi. Kapuslitbang Balilatfo Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi RI, Dr. Ir. Suprapedi, MT, mengatakan hal itu kepada Prospek (mediaprospek.com), usai membuka Pelatihan Kewirausahaan Mahasiswa di Balai Latihan Masyarakat (Balatmas) Banjarmasin. Senin, (15/7), Pagi.

Untuk itu, kata Suprapedi, diperlukan agensi dan intermediari. Salah satu poin penting yang bisa cepat mengikuti itu untuk sementara ini adalah di level mahasiswa. Dan Diharapkan nanti pelatihan kewirausahaan mahasiswa akan tumbuh dimana-mana, khususnya di Kementerian Desa ini ada delapan Balai. Nantinya dari seluruh Indonesia akan dibuat pelatihan kewirausahaan mahasiswa.

Hadir pada acara ini, Direktur Politeknik Hasnur, Feddy Wanditya Setiawan, ST, MT, Ketua Yayasan UNISKA Banjarmasin, Dr. Ir. Gusti Irhanni, SE, MM,  Wakil Rektor III Universitas Islam Kalimantan (UNISKA) M. Arsyad Al Banjari, H. Idzani Muttaqin, ST, MT  dan Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerjasama Universitas Palangkaraya, Prof. Dr. Sulmin Gumiri, MSc, serta dari Public Policy and Government Relation Tokopedia, pembukaan pelatihan dilakukan oleh Kepala Balilatfo yang diwakili oleh Kapuslitbang Balilatfo Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi RI, Dr. Ir. Suprapedi, MT.

Ketika ditanyakan dalam pelatihan kewirausahan mahasiswa ini, mengapa pilihannya menggandeng Tokopedia dan apa harapanya? Suprapedi menjelaskan bahwa, tokopedia adalah salah satu di ujung ke arah market, sedangkan di desa adalah hulunya, makanya dengan intermediari ini, agensi harus menggandeng di hulu maupun di hilir. Di hilir kita pilih salah satunya adalah Tokopedia. “Ini sangat strategis dan bisa menjadi akselarasi penciptaan entrepreneur (Jiwa Wira Usaha_red) di perguruan-perguruan tinggi di daerah-daerah,” kata Suprapedi.

Lebih jauh, dia menjelaskan bahwa, sekarang ini pertumbuhan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sudah cukup signifikan. Sekarang posisinya untuk meningkatkan kualitas dari pada agensi ini, salah satunya adalah melalui Sumber Daya Manusia (SDM) nya.

“Pembangunan SDM nya ini yang kita dorong, sehingga nanti UMKM yang sudah tumbuh kualitinya akan naik menjadi lebih masiv dan bisa menembus pasar-pasar,” ujar Suprapedi.

BUMDes saat ini sudah mencapai lebih 30 ribuan yang sudah dibentuk. Langkah berikutnya adalah menaikkan kompotensi daripada BUMDes, salah satu bentuknya yang diharapkan, nantinya agensi-agensi ini menjadi Local Champion (Pemain Lokal_red)  yang akan berinteraksi dengan BUMDes itu.

“Jadi BUMDes nanti dengan mengangkat potensi yang ada di desa, salah satunya adanya Champion yang  kita harapkan bisa mendorong. Karena berdasar hasil penelitian kami dari kesulitan Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi ini, Local Champion menjadi sangat penting. Karena hanya Local Champion yang mampu melakukan intermediasi, yang melakukan jaringan dengan pihak-pihak luar, inilah yang kita dorong semacam ini, “jelasnya.

Suprapedi berharap informasi semacam ini disebarluaskan, karena nanti kita akan sangat welcome (menyambut_red) apabila ada permintaan pelatihan semacam ini, ujarnya mengakhiri pembicaraan.

Kepala Balai Latihan Masyarakat (Balatmas) Banjarmasin, Pepen Ependi, SE. MM, mengatakan bahwa Pada tahun ini Balatmas menyelenggarakan satu paket pelatihan bekerjasama dengan Perguruan Tinggi (PT) yang berasal dari Universitas Islam Kalimantan (Uniska) Banjarmasin, Politeknik Hasnur dan Universitas Palangkaraya. Dimana jumlah peserta semuanya sebanyak 53 peserta yakni dari Palangkaraya sebanyak 13 orang, Uniska 20 orang dan Politeknik Hasnur 20 orang. Penyelenggaraan Pelatihan kewirausahaan Mahasiswa di Balatmas ini berlangsung selama enam hari yaitu dari tanggal 15 sampai 19 juli tadi.

Pepen mengatakan bahwa, tujuan dari pelatihan adalah salah satunya memberikan bekal, pengetahuan, keterampilan maupun sikap mahasiswa agar ke depannya memiliki jiwa wira usaha (entrepreneur) sekaligus jiwa sosial entrepreneur, di mana menuju kemandirian ke depannya untuk berjiwa wira usaha.

Kemudian, kata Pepen, sasarannya adalah tumbuhnya jiwa sosial entrepreneur, dimana mereka para mahasiswa ini nanti kembali ke masyarakat setelah menyelesaikan kuliah sebagai agen perubahan untuk mengajak masyarakat memiliki pemikiran jiwa usaha kemandirian di masyarakat desa, tentunya.

“Salah satu hasil identifikasi kami bahwa, rata-rata dari Perguruan Tinggi (PT_red) ini sangat menyambut antusias sekali dan yang diharapkan adalah hampir semua mahasiswa ini memiliki jiwa usaha dan memiliki perusahaan, “kata Pepen.

Menurut Pepen, rata-rata mahasiswa sudah bergelut dalam wira usaha, namun kekurangannya adalah mereka masih minimnya, bagaimana caranya memarketkan atau memasarkan hasil usahanya.

“Oleh karena itu, Balatmas Banjarmasin bekerjasama dengan Tokopedia, yang mana Tokopedia sudah dibangun dengan Dirjen Pembangunan Daerah Tertinggal, sehingga harapannya dari mahasiswa bagaimana nanti dalam marketnya itu, bisa pola menggunakan sistem marketing secara aplikasi online,” ungkap Pepen.

“Saya pikir sesuatu hal yang positif, karena Tokopedia sekarang ini sedang booming bagaimana cara melakukan marketing para usaha-usaha yang ada saat ini di Indonesia, “ujar Pepen.

Pepen menambahkan bahwa alasan kenapa dipilih Universitas, salah satunya adalah karena ingin secara berketahapan dan berkesinambungan terus melakukan kerjasama dengan seluruh Perguruan Tinggi, baik itu Politeknik maupun Universitas yang ada di lingkungan paling tidak cakupan wilayah Balatmas Banjarmasin dan ini sudah masuk Forum Tinggi Desa (Fertides).

“Materi-materi yang diberikan dalam pelatihan kepada peserta salah satunya adalah bagaimana tips-tips mereka, cara memberikan marketing atau pemasaran, sehingga sasaran yang ingin dicita-citakan atau yang ditujukan oleh para mahasiswa ketika nanti mereka-mereka jadi para wirausahawan akan lebih tepat, “jelasnya.

Tihamah salah seorang peserta dari UNISKA, mengatakan dirinya tertarik mengikuti pelatihan, karena menurutnya, wirausaha sekarang ini bisa membangun pemuda-pemuda, seperti dirinya yang saat ini berada di semester akhir, belum tentu bisa menjadi Pegawai Negeri. Jadi, menurutnya, mengembangkan diri dengan cara berwirausaha.

Dijelaskannya, di Kampus sendiri ada punya galeri mahasiswa yaitu suatu wadah aktifitas mahasiswa, di mana mahasiswa yang punya kreatifitas bisa dimasukkan dalam galeri dan itu sudah menjadi program di UNISKA. “Menurut saya, kegiatan pelatihan di Balatmas ini sangat bermanfaat sekali, karena bagi mahasiswa semester akhir itu harus lebih sering mencari kegiatan seperti pelatihan ini biar lebih mengembangkan diri lagi, “ujarnya.

Ketika ditanyakan, apa yang perlu disiapkan ketika seseorang pertama-tama memulai usaha. Menurut Tihamah, yang harus disiapkan itu adalah mental, keseriusan dan juga melihat peluang orang lain bagaimana kewirausahaannya sekarang ini yang lebih millenial.

Saat ini usaha yang dijalankannya adalah kedai kopi, “Buat orang wisuda seperti bunga, boneka-boneka wisuda, kerajinan tangan dari tas purun dan ini sudah berjalan,” katanya.

Selamat Riadi salah seorang peserta dari mahasiswa Politeknik Hasnur yang saat ini baru memulai usaha di bidang perkebunan kayu seperti Sengon, buah-buahan seperti nenas dan singkong.

“Untuk pemasaran nenas dipasarkan di pasar tradisonal Kapuas, sementara Sengon, saat ini baru berusia 4 tahun dan perkiraan panen  di usia 5 tahun, “katanya.

Selamat menambahkan, bahwa dirinya juga akan mencoba masuk ke dunia pemasaran berbasis On line seperti Tokopedia, tetapi dirinya akan lebih mempelajari lagi bagaimana jalur-jalur terbaiknya untuk pengiriman atau pemasaran melalui Online di Tokopedia tersebut.

“Untuk pendapatan perbulan tidak menentu, dari jumlah yang dipanen kadang berkisar antara Rp. 700-800  ribu rupiah, dalam sekali panen itu untuk nenas, sedangkan untuk singkong harga sekarang cukup bagus yaitu Rp. 2.000 ribu/kg nya, “jelasnya.

Diakuinya bahwa untuk sementara produk-produk olahan dirinya belum ada. Padahal dirinya ingin mencoba produk olahan kripik nenas dan kripik singkong dan itu akan dipelajarinya lagi, karena untuk saat ini terkendala waktu dan modal.

“Semoga dari pelatihan kita dapat mengaplikasikan hasil pelatihan di desa dan juga harapannya dengan pelatihan ini dirinya bisa membuka link untuk kawan kerjasama nantinya, supaya bisa dikembangkan, “pungkasnya.

Rangga Aji Satria mahasiswa yang juga dari Politeknik Hasnur mengatakan bahwa dirinya merasa sangat senang sekali dengan adanya pelatihan kewirausahaan mahasiswa ini dan merupakan kebanggaan bisa bergabung di Balatmas, karena menurutnya di Balatmas ini dirinya mendapatkan ilmu tambahanyang sangat bermanfaat bagi dirinya.

“Kalau di Kampus itu kan belajar teorinya, tetapi disini langsung dari narasumbernya, benar-benar usahanya itu ada. Disini kita bisa menimba ilmu banyak tentang bagaimana berwirausaha, bagaimana teknik pemasarannya, “ujarnya.

Menurut pengakuan Rangga, bahwa dirinya memang belum punya usaha, tapi rancangannya sudah ada dan di Balatmas Banjarmasin ini dirinya ingin menimba ilmunya dulu, sehingga ketika ingin membuka usaha tidak salah, katanya.

“Dan kalau bisa membantu tetangga-tetangga yang belum ada pekerjaan bisa ikut dengan kita. Jadi dengan usaha yang kita dirikan bisa membuka lapangan usaha, “ujarnya.

Rangga berkeinginan membuka usaha warung makan serta makanan-makanan ringan, tetapi dari segi rasa ataupun penampilannya beda dengan yang lain.

“Yang paling penting adalah segi pemasarannya, bagaimana cara kita memasarkan produk kita itu, karena kebanyakan pengusaha itu kendalanya di pemasaran, “katanya.

Ali Muslih salah satu mahasiwa dari Universitas Palangkaraya (Unpar), mengatakan mengatakan bahwa pelatihan di Balatmas Banjarmasin sangat baik sekali bagi dirinya dan mahsiswa lainnya. Karena program ini mengembangkan minat dan bakat terutama yang hoby  untuk usaha atau buka usaha sendiri. Dan ini merupakan sebuah tantangan tersendiri bagi mahasiswa yang kuliah sambil buka usaha.

“Jadi sekarang ini adalah bagaimana kita mudah lulus kuliah tapi punya usaha dan pelatihan ini sangat menunjang sekali bagi kami, “katanya.

Diakui Ali bahwa kendala dalam berwirausaha adalah biasanya hal-hal yang menunjang dari segi dana ataupun alat peralatannya. Dengan adanya pelatihan ini, harapannya ke depan ada output yaitu berupa penyediaan sejenis koperasi agar bagaimana usaha yang ada atau yang belum punya usaha bisa punya usaha ke depannya.

“Yang sangat kami perlukan adalah sejenis dana seperti koperasi, di mana ke depannya kami bisa mendirikan usaha sendiri dengan dana sendiri, “ungkapnya.

Ali sendiri sudah punya usaha pembersih sepatu, makanan ringan mata gajah khas dari Sampit, memelihara ternak sapi. Harapannya lagi,  ke depannya agar usahanya bisa lebih berkembang lagi,” ujarnya. (Aisyah/Mzr)

 

 323 total views,  1 views today

Check Also

Pengunduran Diri Pegawai KPK, Ka Biro Humas KPK Jangan Bernuansa Drama

  Oleh : Syahrir Irwan Yusuf, SH (Pengamat dan Praktisi Hukum) Dalam akhir pekan lalu, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.